Monday, January 19, 2009

UP – GRADING PENGURUS



Telah dilakukan Up – Grading Pengurus HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian Universitas Brawijaya periode 1429 – 1430 H/ 2008 – 2009 M. Up – Grading kali ini dilakukan seminggu semenjak pelantikan. Tempat pelaksanaan kegiatan ini di Desa Junrejo, Batu. Ada 72% pengurus yang bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Sedangkan pengurus yang lain tidak bisa hadir karena posisi mereka di rumah. Sedangkan yang lain ada yang sakit juga. Jadi pengurus tidak bisa hadir 100%. Adapun agenda kegiatannya ialah :

Susunan Acara Up-Grading

Jum’at, 16 Januari 2008

WAKTU

KEGIATAN

PEMATERI

MODERATOR/PJ

15.30-16.30

Persiapan pemberangkatan

16.30-17.30

Berangkat ke Lokasi

17.30-18.00

Sholat Maghrib Berjamaah + Kultum

Suyadi

18.00-19.00

Makan Malam

Feri Abdul Choliq

19.00-19.30

Sholat Isya’ berjamaah + Kultum

Zam-zam

19.30-21.00

Materi I:

Administrasi Kesekretariatan

Halim Kurniawan

Arum

21.00-21.15

Ice Breaking

21.15-22.45

Materi II:

PTKP

Hendra

Vera

22.45

Menuju ke Dunia Mimpi

Sabtu, 17 Januari 2008

WAKTU

KEGIATAN

PEMATERI

MODERATOR/PJ

04.30-05.00

Sholat Shubuh berjama’ah + Kultum

Ketua Umum

05.00-07.00

Pagi Ceria

Restu

07.00-07.30

Breakfast

Fery Abdul Q

07.30-09.00

Materi III

UPP

Istiqomah J.

Hima

09.00-09.15

Ice Breaking

09.15-10.45

Materi IV

Leadership

Tri Septa Agung P

K. Zamzami

10.45-11.00

Ice Breaking

11.00-12.30

Materi V

Penelitian Pengembangan

Hamid

Deris

12.30-13.30

ISHOMA

13.30-15.00

Materi VI

Keuangan

Retno/Hesti

Siti

15.00-15.30

Sholat Ashar Berjama’ah + Kultum

Feri Abdul Q

15.30-17.00

Materi VII

MOTIVASI

Sukirno

Astri

17.00-18.00

Istirahat + Sholat Berjamaah + Kultum

Bagus Heri C

18.00-19.00

Makan Malam

Fery Abdul Q

19.00-19.30

Sholat Isya’ Berjama’ah + Kultum

Ari Kiswanto

19.30-21.00

Materi VIII

Kekaryaan

Yoyok/ Sukirno

Zahla

21.00-23.00

Bedah Film

23.00

Menuju Dunia Mimpi

Minggu, 18 Januari 2008

WAKTU

KEGIATAN

PEMATERI

MODERATOR/PJ

04.30-05.00

Sholat Shubuh berjama’ah + Kultum

05.00-07.30

Pagi Ceria

07.30-08.00

Breakfast

08.00-09.30

Materi IX

Pembinaan Anggota

Suhadi

A. N. Witasari

09.30-09.45

Ice Breaking

09.45-11.00

Rencana Tindak Lanjut

11.00-12.00

Persiapan Pulang

12.00

Pulang…….

Alhamdulillah kegiatan lancar atas dukungan semua pihak. Dari semua kader yang telah lulus mendukung materi maupun moril kepada kami semua. Setelah selesai, maka dilanjutkan Rapat Kerja (RAKER). Raker kali ini rencananya akan dilaksanakan minggu depan di Malang. Padahal ada tawaran tempat di Gresik, namun setelah melaui banyak pertimbangan maka saya putuskan untuk di Malang saja pelaksanaan rakernya.

Aku ingin meluluhkan hatinya

Mungkin keinginan ini terlalu besar. Namun aku tetap yakin pada Allah bahwa Dia akan selalu memberikan sesuatu yang terbaik pada umat-Nya. Tapi sering aku tidak memahami yang terbaik itu memang benar yang terbaik.

Kegundahanku saat ini dikarenakan saya belum memahami makna sebenarnya skenario Allah SWT pada umat-Nya. Cintaku padanya sudah ada sejak aku kenal dengan dia. 2,5 tahun lamanya, namun cinta itu terpendam di relung hati yang paling dalam. Saya tidak mengungkapkan apa yang menjadi harapan.

Aku tahu lelaki yang diinginkannya ialah laki-laki yang bisa meluluhkan hatinya. Akan tetapi apakah aku yang hari ini begitu sangat mencintainya bisa meluluhkannya. Banyak puisi yang aku buat untuknya, saya punya album photo khusus gambar dia, aku punya kaos yang khusus akan kuberikan buat dia, aku seperti orang gila karena dia. Belum mampu meluluhkan dia, apa yang bikin meluluhkan hatinya? Bisakah aku. . .Semoga Allah memihak

Tuesday, January 13, 2009

Pelantikan

11 Januari menjadi moment yang sangat menentukan baik buruknya HMI Ke depan. Aku bangga dengan pengurus baru kali ini.

Saturday, January 10, 2009

Aksi Palestine



Tidak dikira aksi kali ini sangat banyak pesertanya, khususnya dari komisariat Pertanian. Apalagi para KOHATInya...aneh-aneh, ada yang kostum artis, ada yang fatayat ada yang lain juga...

Pemilwa FP



Aku all out dalam moment pemilwa kali ini. Saya pulang dalam rangka 1000hari meninggalnya bapak cuma 28 jam. Kelurga sayapun gak ngira kalo hanya pulang sebentar saja. Berangkat dari rumah pukul 07.00 dan sampai Malang pukul 13.30. Sampai di komisariat dengan keadaan terkuncin dan lengang. Untung saya tahu letak kunci disembunyikan, jadi saya bisa masuk dan langsung mandi. Sekalian sholat Dhuhur saya mesan mie ayam, karena ternyata bikin laper juga dalam kendaraan. Saya langsung ke kampus setalah mendapat telephon dari ranah juang kawan - kawan. Di sana saya dapati semua all out dalam pemilwa dan tanpa tedeng aling - aling dalam merapatkan barisan untuk pemenangan capres dari kita. Saya melihat perjuangan kawan - kawan sangat luar biasa. Saya berpikir bagaimana menjaga kondisi seperti saat ini...

1000 hari yang lalu


Banyak kenangan manis saya lewatkan bersama Bapak. 1000 hari yang lalu Bapak meninggalkan dunia ini. Tanpa ada firasat atau tanda apa - apa dengan cepat beliau menghadap sang Khalik mendahului kami. banyak yang kaget dengan proses meninggalnya bapak. Namun semua berkeyakinan bahwa hal ini menandakan kebaikan. Saudara kami datang semua untuk memberi pengjormatan terakhir kepada beliau.
Makanya sebagai keluarga kami mendokan beliau dengan bersama warga masyarakat. Tepat pada 1000 harinya, kami melakukan dzikir fida'. Diyakini hal ini akan membebaskan dari api neraka karena dari arti Fida'i min an-nnar yang berarti pembebasan api neraka. Saudara, tetangga semua datang ke rumah untuk membantu. Semoga Allah meridloi.

Pulang kampung

Perjuangan pulang yang sampai ketinggalan bus, jadi aku pulang lewat Surabaya yang jaraknya lebih jauh dan normalnya waktu yang ditempuh selisih 2 jam. Namun malam itu saya naik bis Sumber Kencono yang lajunya bagai sang bayu dan hanya 5,5 jam saya sudah sampai rumah. Padahal butuh 7 jam lebih bila waktu normal. Dalam perjalanan, saya pacu jantung terus...

Tuesday, January 06, 2009

Footsaal


Kegiatan kaya gini ini merupakan kegiatan yang seolah - olah hura - hura tapi sebenanya banyak sekali manfaatnya. Bahkan lebih sekadar olahraga, namun lebih dari itu semua. Manfaat silaturrahmi terangkum di kegiatan seperti ini.
Semua Anggota, alumni dan saudara - saudara lain jadi satu penuh kebersamaan di lapangan. Lupakan kepenatan sejenak, raih prestasi kemudian. Agenda seperti ini akan saya rutinkan setiap tiga bulan sekali. Semoga manfaatnya akan menjangkau seluruh umat di nusantara.

Monday, January 05, 2009

Rapat Senat UB


Dalam rangka rapat senat terbuka. . .Saya datang bersama dengan Rasyid, dia mewakili ketua DPM FP UB. Upacara keprotokoleran resmi membuat kami jenuh di dalam. Namun itung - itung latihan jadi senat, harus betah duduk....heheh, , ,

Friday, January 02, 2009

Susahnya setiap saat

Tahun baru yang sangat menyedihkan...

Tuesday, December 30, 2008

Kampus yang sepi

Hingar bingar pra pemilwaFP UB tidak dibarengi dengan keadaan kampus yang sepi mampring. .

Penentuan proporsional kepengurusan

Apakah konstitusi ataukah perkaderan yang harus saya jadikan pijakan? Suatu pilihan yang sangat rumit memang, ketika keduanya tidak berjalan sinergis.

Sunday, December 28, 2008

Ke Ponorogo


Kemarin saya ke Ponorogo ke nikahannya mas Doni. Berangkat bersama mas, mbak, dek. Puassss makan sate ponorogo.

Saturday, December 27, 2008

Formatur


Ya, saya formatur. Banyak yang memberi selamat ataupun ada yang takut juga untuk memberi selamat. Karena mereka paham posisiku

Friday, December 26, 2008

banyak alasan

setelah beberapa hari dibahas, habis magrib itu air mata mengalir deras seiring ku menyatakan kesediaanku.

Tuesday, December 23, 2008

Pamer alasan

Tak kira mau menyelesaikan, eh,,,ternyata hanya pamer alasan. Aku sampai menangis dibuatnya.

Wednesday, December 17, 2008

Konsolidasi

Memang sudah menjadi aturan, kalau segala sesuatu itu harus sesuai dengan Role of The Game. Akan menjadi mudah, efektif dan efisien serta orientasi proses sekaligus hasil. Namun yang membuat saya heran, kenapa kita merasa sulit untuk menyesuaikan dengan aturan. Bukan karena sulitnya aturan tetapi kemauan. Ya, kemauan yang berperan sangat besar. Terbukti kemarin waktu konsolidasi, yang datang hanya sebagian dan mulainya juga molor 2,5 jam. Meskipun kemoloran itu diisi dengan diskusi, namun hal itu tidak sesuai dengan rencana, maka saya tetap menilai itu gagal dalam menerapkan aturan. Tapi mendapat nilai lebih ketika dilihat dari ranah daya kreatif.

Monday, December 15, 2008

Tanyao Joko. . .!

Pagi ini saya ada rencana ke Batu untuk mengurusi masalah keuangan panenan apel yang belum dibayar. Namun karena salah komunikasi dengan teman saya maka niatan itu urung dilaksanakan. Karena tidak ada SMS sampai pukul 09.00, maka saya menyimpulkan bahwa tidak jadi, namun ternyata dugaan itu salah karena saya dapar SMS pada waktu tersebut. Namun karena ada agenda dating ke seminar hasilnya Retno dan sekaligus rapat dengan para pengurus. Saya menawarkan untuk ke Batu besok hari, namun kalau besok temanku malah gak bisa karena mau menghadap dosen. Tapi Insya Allah saya tetap akan ke Batu besok sekaligus ke Karangploso untuk mengambil data iklim. Entah sama siapa saya tidak tahu, namun akan aku lalui sendiri meskipun tidak ada teman. Pelan tapi pasti, itu kata – kata yang membuat saya masih tetap semangat untuk menyelesaikan skripsi.

Akhirnya saya datang ke seminarnya Retno, jalan kaki sendirian sambil ngeprint undangan kader sekaligus poto copy untuk acara besok. Sesampainya di laboratorium Ekologi Umum, tempat Seminar Hasilnya Retno, sudah nampak banyak teman – temanku yang datang. Retno pun sudah mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Sangat lancar dan kesan siap bisa ditunjukan oleh Retno. Apalagi dimoderatori oleh Amor yang spesialis moderator di Hortiezzz 2004. tampak hadir dosen Pembimbing I dan II. Setelah selesai sesi pembahas mahasiswa yang dipandegani okleh Dinon, tibalah saatnya sesi tanya jawab pada audien. Entah karena penjelasan yang diberikan oleh Retno terlalu jelas, maka tidak ada yang bertanya ataukah malah sebaliknya saya kurang paham. Tidak ada pertanyaan sama sekali dari peserta sampai dosen Pembimbing I memanggil nama saya dan bilang ”tanyao Joko!”, kalimat perintah yang sangat berat untuk ditolak. Mengingat beliau adalah dosen yang kenal saya sejak saya semester awal sampai sekarang. Apalagi kemarin kami antri soto bareng di rektorat setelah jalan sehat. Maka dengan terpaksa saya mengangkat tangan dan memperkenalkan diri kemudian bertanya tentang berapa sudut yang dipakai untuk posisi miring pada perbanyakan vegetatif cabang di anggur yang merupakan topik penelitian. Bermutu atau tidak pertanyaan yang saya ajukan tidak masalah, namun saya melihat bahwa saya masih dikenal di tataran dosen BP.

Selesai seminar hasil saya langsung ke BEM untuk menandatangani proposal kegiatan PERMASETA. Ada Up – Grading dan magang kerja yang akan dilaksanakan oleh PERMASETA. Memang saya melihat HMJ ini sangat banyak kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini bisa dijadikan parameter maju – mundurnya sebuah organisasi. Meskipun maju – mundurnya organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tapi minimal itu salah satu parameter.

Sambil menunggu teman – teman pengurus yang sedianya mau ada pertemuan, saya pulang saja. Siapa tahu saya lebih produktif bila di kontrakan. Namun tetap saja ternyata, saya jadi bingung dengan kondisi seperti ini. Pengurus gak asyik, gak O.K, gak cool dan menjengkelkan. Saya tinggal makan saja di Soto babon Lamongan. Kemudian hendra datang ke komisariat. Kami ngobrol banyak dengan dia mengenai semuanya wis. Dari semua lini kami bahas tuntas, karena dia akan ke Lumajang sorenya. Cabainya perlu diperhatikan karena bila tidak demikian bisa gak lulus jadinya. Memang semua punya masalah sendiri – sendiri menurut kemampuan. Allah memang maha adil. Hanya manusia saja yang kadang belum bisa melihat letak keadilan itu.


Magnet Jalan Sehat


Dies Natalis ke – 46 Universitas Brawijaya tepat jatuh pada tanggal 5 Januari 2009. Namun gegap gempita kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun tersebut diawali pada hari ini. Jalan sehat sebagai kegiatan awal pembuka dari banyaknya rangkaian acara dies natalis ke – 46. jalan sehat yang dilaksanakan hari ini mampu menrik animo masyarakat di Malang Raya. Bukan hanya dari civitas akademika Universitas Brawijaya saja yang memeriahkan jalan sehat, namun masyarakat umum juga ikut andil besar dalam kesuksesan jalan sehat tadi. Saya tidak tahu kenapa antusias masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan ini. Motif apa yang kemudian menjadi bahan pertimbangan utama mereka berbondong – bondong jalan bersama dengan peserta lainnya. Ada beberapa yang mampu menjadi magnet yang menurut saya menarik keinginan mereka. Magnet itu tidak hanya berupa materi saja melainkan juga media untuk bersama menambah intensitas keakraban dengan keluarga, teman, mitra dan sebagainya.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa hadiah yang akan dibagikan menjadi magnet bagi semua peserta. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta yang menunggu pengundian jumlahnya sangat banyak. Dapan kupon gratis makan juga dibagikan kepada seluruh peserta. Hal ini sangat berarti bagi banyak peserta apalagi kalangan mahasiswa. Saya melihat yang demikian terjadi pada kluster ekonomi menengah ke bawah dari golongan peserta. Sedangkan untuk golongan menengah ke atas, saya yakin bukan itu tujuan utama. Mungkin rasa nasionalisme ke institusi Brawijaya ataukah sebuah kewajiban atau rasa sungkan pada mitra kerja. Apalagi ada absennya, wah jadi gak enak dua kali kalau gak ikut jalan sehat.

Waktu makan di rektorat, saya bertemu dengan beberapa dosen saya. Mereka juga antri untuk sarapan pagi juga sama dengan aku. Aku datang dengan segenap pengurus BEM dan beberapa teman kontrakan. Ketika makan dosen saya menawarkan untuk melanjutkan kuliah S – 2. namun bukan di Brawijaya melainkan di Universitas Jember karena di sana sangat jelas orientasi dan pendanaannya beasiswa penuh. Kemudian juga menceritakan internal fakultas terutama di level dosen dan karyawan. Ternyata tidak di mahasiswa saja yang ada gap – gap/ kelompok – kelompok yang mereka tidak memikirkan bagaimana untuk memajukan Universitas Brawijaya. Maka harus dimasukkan paham bahwa di sini kita harus semangat mengabdi pada negara. Bukan kelompok atau golongan tertentu saja. Kalau kita hanya memikirkan kepentingan golongan atau kelompok tertentu maka kita tidak bisa menjadi orang besar. Bisa besar maksimal di tataran golongan tersebut. Apakah kita mau besar di kandang namun kecil di luar kandang?

Saya tidak mengikuti pengundian sampai selesai, habis makan langsung pulang gara – gara dapat SMS dari temenku untuk rapat. Saya sebenarnya sudah agak bosan dengan kehidupan yang saya alami, namun saya yakin ini merupakan bagian dari proses yang luar biasa. Dan saya mau melakukan proses yang luar biasa tersebut. Terlepas dari keterpaksaan atau kerelaan, karena keyakinan saya ihlas bisa diawali dengan keterpaksaan lalu menjadi terbiasa kemudian keikhlasan bisa terwujud.




Pemilwa FP

Rapat hari ini menjadi sangat penting ketika yang dibahas tentang kondisi kepengurusan dan Pemilwa FP. Sangat sulit membuat keputusan memunculkan nama yang akan diusung untuk menduduki eksekutif dan legislatif. Belum lagi teknis pemilwa itu sendiri. Namun ketika hal ini menjadi kebutuhan dan demi kemaslahatan ummat mahasiswa maka keputusan sudah dapat ditentukan hari ini.

Untuk penentuan calon, peran subjektif dan objektif menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Terjadi gejolak batin karena ternyata calon yang akan diusung ternyata komplementer, saling melengkapi. Hari ini merupakan awal aksi nyata dari pengurus untuk melakukan perbaikan di semua lini.


Saturday, December 13, 2008

Sebuah tanggungjawab

Apakah itu tanggungjawab itu? Pertanyaan itu mungkin tidak terpikirkan oleh kita semua. Karena mungkin terlalu sering kita bersinggungan dengan kata – kata itu, sehingga tak terpikirkan oleh kita. Biasanya sesuatu hal yang paling dekat dengan kita malah jarang mendapat perhatian dari kita. Hal itu juga terjadi dalam sebuah kata berjuta makna “tanggungjawab”.

Kata tanggungjawab banyak sekali dipakai dalam dimensi apapun. Agama, sosial, politik, budaya dan dari segi kehidupan apapun tak dapat dilepaskan dari kata ini. Sebuah tanggungjawab dapat menciptakan sebuah energi yang luar biasa yang dapat menggerakkan turbin – turbin sendi kehidupan. Seorang akan bekerja giat banting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarga. Bahkan pekerjaan yang dilakukan terpaksapun dengan banyak tekanan dari sisi kanan – kiri pun juga demi memenuhi tanggungjawab. Bagi saya tidak menjadi sesuatu masalah sesuatu dilakukan dengan ihlas atau terpaksa ketika mengerjakan sesuatu. Senyampang sudah mau melaksanakan tanggungjawabnya. Namun perlu diingat bahwa hasil akhir akan selalu beda, Walau angka nominal yang dihasilkan sama. Orang akan memberi apresiasi lebih ketika dilakukan dengan ihklas tanpa pamrih. Sikap ini juga akan mempengaruhi sikap lingkungannya.

Kemarin juga saya melihat orang yang berjuang demi memperjuangkan pelaksanaan tanggungjawabnya sebagai presidium sidang. Kondisi hujan, tanpa kendaraan, tanpa teman yang ada hanya tanggungjawab presidium sidang yang akan memimpin jalannya persidangan. Dia datang ke tempat persidangan yang nota bene jauh dari kostnya. Bahkan saya melihat hanya dia yang datang tepat waktu dan sendirian saja. Hanya aku, dan beberapa yang memang terpaksa ada di situ. Kemudian datang satu orang membawa jas hujan naik sepeda motor yang datang dari kontrakannya yang berada beda kecamatan. Beberapa jam kemudian datang juga seorang perempuan yang kelihatan sangat terpaksa hadir ke sana. Sebenarnya saya juga termasuk orang – orang luar biasa seperti di atas ketika saya mau menyombongkan diri. Karena saya yakin orang luar biasa lahir dari proses yang luar biasa pula.

Beberapa hal diatas merupakan sebagian kecil gambaran orang – orang yang bertanggungjawab. Orang yang rela melakukan sesuatu apapun demi sebuah tanggungjawab. Sudah berapa energi yang dikeluarkan untuk merubah energi tersebut menjadi energi dalam bentuk lain. Jadi dari contoh di atas bebas dari nilai terpaksa atau tidak. Karena tanggungjawab tidak menuntut keterpaksaan atau keihklasan tapi aksi konkrit. Karena hal itu akan menjadi urusan pribadi masing – masing. Sesuatu akan kembali pada pribadi masing – masing. Jadi hukum Newton akan terjadi pula di sini.

Apakah masih panjang jalanku?

Sudah saya serahkan data yang diminta oleh dosenku. Saya kumpulkan dalam bentuk soft copy dalam CD dan saya tempatkan dalam tempat CD. Data itu diminta kemarin dan harus jadi hari ini. Belum komplit memang, namun ini merupakan bagian dari step skripsiku. Masih panjang gak ya perjalananku?

Apakah saya bisa katakan bahwa ini pembelajaran

Benar yang dikatakan banyak orang. Bahwa pembelajaran ataupun pengalaman ialah guru yang terbaik. Siapapun orangnya, tidak akan ada yang membantah pernyataan ini kecuali orang - orang bodoh ataupun malah sekelas ma'rifat. Namun apakah dengan alasan seperti ini, bisa dijadikan sebuah rasionalisasi pembenar terhadap apa yang terjadi. RAK yang rencana diadakan hari ini apakah bisa dikatakan pembelajaran atau kekurangajaran.
Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa hari ini jam 19.00 akan dimulai, namun apa yang terjadi. Hanya ada ketum, sekum, kabid PA, kabid UPP, seorang kader dan satu orang presidium sidang. Mau dibawa ke mana kalau aparaturnya saja seperti ini. Namun siapa yang peduli, ketika kebutuhan dari masing - masing individu telah terpenuhi. . . Apakah ini makna dari sebuah kesadaran parsial terhadap organisasi ini.
Saya salut pada presidium yang datang hari ini. Hujan tidak menjadi rintangan untuk sebuah tanggungjawab. Bila saja 50% aparatur seperti ini, saya jamin kejadian ini tidak akan terjadi.

Thursday, December 11, 2008

Ke kampus

Akhirnya hari ini saya ke kampus. Sudah hampir satu minggu saya tidak melihat satpam - satpam kampus yang selalu melihat pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara tanpa stiker kampus. Ada titah dari PD III untuk mengambil kupon jalan sehat, tapi eh...ternyata gak ada kupon buat LKM. Hanya ada undangan aja, itupun gak banyak jumlahnya. Dosenku juga minta data dikumpul besok...Waduh,,,puching. . . .
Ada suasana beda di kampus. Entah saya yang aneh atau mungkin kampus yang udah berubah ya. . .
Banyak yang kangen katanya...tapi saya merasakan kok. . .

Komunikasi itu penting


Komunikasi yang bagus dapat mengurangi pengeluaran. Mungkin kalimat itu akan membingungkan. Tapi yang saya alami hari ini seperti itu adanya. Saya tadi ke Kesbanglinmas untuk minta surat rekomendasi ke BMG Karangploso untuk minta data iklim sebagai penunjang skripsiku. Alhamdulillah langsung jadi hari ini juga, dan sebenarnya ada uang administrasinya, kata pegawainya yang bernama pak Warkum. Namun komunikasi yang saya lakukan bisa membuat Bapak Warkum merasa enjoy dan bahkan merasa VIP kali ya. . .Uang administrasi itu ditiadakan.
Pengalaman itu juga saya alami di dinas Pertanian Kota Batu. Modal wajah ramah dan komunikasi efektif, yang mulanya saya disuruh balik satu minggu berikutnya, ternyata tidak jadi dan data yang saya butuhkan diberi hari itu juga.
Kita semua harus bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar kita biar semua menjadi mudah. Baik itu komunikasi dengan manusia, alam, lingkungan dan semuanya. . .Komunikasi tidak hanya mempunyai arti sempit bicara. Bahkan kita juga dituntut komunikasi dengan Allah SWT, tuhan seru sekalian alam.

Wednesday, December 10, 2008

Hanya sebuah keinginan saja tidak cukup


Memang benar saya pingin cepat lulus dengan predikat sangat memuaskan. Hal itu yang menjadi pemikiran saya sejak awal aku masuk kuliah. Saya tambah yakin keinginan itu bisa terwujud ketika IP – ku sangat memuaskan. Bahkan sampai semester akhirpun saya hanya sekali mendapat IP kurang dari 3, itupun nyaris 3, yaitu 2,97. pada semester 6, SKS beban yang menjadi syarat kelulusan sudah saya lahap habis. Saya hanya memprogram skripsi dan satu mata kuliah saja, secara otomatif hanya ada satu mata kuliah saja dalam satu semester.

Namun dengan kesuksesan dalam perjalanan kuliah tidak menjadi jaminan lancarnya tahapan penyelsaian skripsi. Skripsi mempunyai sesuatu hal yang unik dan menjadi fenomena tersendiri. Meskipun bobotnya hanya 6 SKS, namun penyelasiannya sudah memakan waktu 3 semester. Bahkan sampai hari ini belum menunjukkan berakhirnya tahapan skripsi. Baru pelengkapan data saja, nanti dilanjutkan pembahasan.

Sebenarnya saya yakin bila semua saya kerjakan dengan maksimal dan mendapat ijin Allah, bisa diselesaikan tepat waktu sesuai dengan keinginan. Namun karena suatu kondisi yang mengharuskan saya seperti ini, dan atas ijin Allah saya belum bisa selesai bulan ini. Tapi ada keinginan kuat dalam diriku untuk segera menyelesaikan karya ini. Namun hanya sebuah keinginan saya rasa belum cukup ketika tidak dibarengi dengan aksi konkrit.

Monday, December 08, 2008

Pengalaman menarik


Lebaran kali hanya sepucuk surat yang ku layangkan ke ibu dan keluargaku. Semoga apa yang telah aku lakukan mendapat ridlo Allah SWT.

Tour de east Java


Biar keren kugunakan istilah Tour de East Java untuk mengawali penjelajahanku di seluruh wilayah Jatim. Saya awali ke Bondowoso

Thursday, December 04, 2008

Visitasi PHK A-2


Rencana hanya sebuah rencana, hal demikian terjadi pada diriku kemarin. Ketika saya mau ke Batu untuk sebuah step penelitian, yaitu pengamatan dan pengambilan data sekunder di dinaspertanian Kota Batu. Tiba - tiba ada SMS masuk ke HPku pagi - pagi buta dari dosenku. Isinyamengharap kehadiran pada rapat koordinasi Visitors assessor PHK A-2 ke kampus. Dan kami selaku penerima dana penelitian juga harus mensukseskan kunjungan itu. Minimal saat ditanya, kami akan jawab bahwa A - 2 bermanfaat bagi mahasiswa, dosen maupun karyawan.
Hari kemaren juga bertepatan dengan seminar proposal temenku, Suhadi mahasiswa Tanah. Jadi saya harus membagi diriku untuk hadir di sana. Sudah ada Ir. Didik Suprayoga, MSc, Ph. D dam Dr. Ir. Budi P, MS selaku pembimbing yang tampak hadir. Banyak nasehat yang diberikan. ternyata gak hanya skripsi menjadi tujuan akhirnya, namun menjadi manusia yang sebenarnya. Kalau hanya pimgin buat skripsi, 2 minggu akan dibuatkan oleh pak. Didik dan akan langsung dijanjikan lulus. Namun yang menjadi tujuan ternyata bukan itu, lebih dari sekadar nilai transkrip melainkan banyak nilai lebih dalam proses pencapaian sebuah cita.
Sudah barang tentu, menjadi publik figur harus bisa bergaul dengan siapapun. Gak hanya terkesan ekslusif membatasi pergaulan dengan golongan kecil saja. Hal itu saya sadari juga sebagai seorang publik figur, walaupun di level Fakultas. Saya harus pandai memahami apa yang menjadi keinginan dan kemauan semua. Itu yang saya dapat dari aktivitas yang saya lakukan di kantin pertanian kemarin setelah dari seminar dan koordinasi Visitasi PHK A - 2.

Tuesday, December 02, 2008

Hari yang panjang. . .


Aku sudah berencana ke kampus hari kemarin, tapi apa yang terjadi?Aku gak jadi ke kampus...

Monday, December 01, 2008

RAK BUKAN SEMATA LPJ


19 bulan bukanlah waktu yang singkat untuk berbuat dan menghasilkan sesuatu yang banyak manfaat. Demikian juga dalam perjalanan kepengurusan HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian Universitas Brawijaya. Pada tanggal 14 April 2007 telah dilakukan pelantikan pengurus oleh Ketua Umum HMI Cabang Malang di Rumah Makan Ayam Lodho, Hj. Soetri. Banyak undangan yang hadir waktu itu. Mereka menjadi saksi betapa hebatnya kepengurusan waktu itu. Mereka percaya 101 % bahwa kepengurusan kali ini lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.

Ada enam mantan Ketua Umum serta satu Ketua Umum terpilih. Sungguh pemandangan yang luar biasa dan sangat langka moment seperti itu. Mereka banyak berharap pada kepengurusan kali ini. Mereka melihat kepengurusan kali ini sebagai generasi emas yang akan siap memperjuangkan nilai – nilai perjuangan yang nantinya akan mewujudkan cita – cita HMI.

Cerita itu benar terjadi dan banyak anggota yang menjadi saksi sejarah. Sejarah telah tercatat selama perjalanan kepengurusan yang telah berjalan selama 19 bulan. Saat ini sudah saatnya pengurus mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi kewajibannya. Moment Rapat Anggota Komisariat yang merupakan forum tertinggi di level Komisariat, salah satu agendanya ialah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus. RAK dihadiri oleh Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Komisariat (MPKPK), pengurus dan seluruh anggota, baik anggota muda dan anggota biasa.

Untuk RAK kali ini, MPKPK ada dua yang bisa hadir dari lima MPKPK yang seharusnya. Mereka ialah Sukodim, SP dan Dwi Retnoningsih, SP. Mereka berdomisili tidak di Malang namun menyempatkan diri hadir dalam forum yang mulia. Sedangkan MPKPK yang lain tidak bisa hadir karena terhalang oleh kondisi waktu dan tempat. Semua di pulau luar Jawa yaitu mereka sudah bekerja di Kalimantan. Namun tidak menjadi hambatan untuk tetap dilanjutkannya RAK.

Saya dan Halim Kurniawan sebagai Steering Committee dari pengurus memilih Rhomsia Nur Kholifah, Sugeng Rianto dan Darmawan P. J. sebagai presidium tetap melalui mekanisme yang telah ditetapkan bersama forum. Sebenarnya RAK mempunyai banyak agenda, namun LPJ merupakan point of interest selain pemilihan formatur dan mide formatur. Agenda – agenda tersebut ialah salah satunya pembahasan GBPK, Rekomendasi – rekomendasi dan lain – lain masih banyak lagi yang lainnya.

Salah satu penilaian MPKPK yang disampaikan pada agenda pandangan umum ialah kaderisasi yang tidak berjalan sehingga tidak ada pengganti ketua umum. Namun saya rasa penilaian ini sangat subjektif MPKPK saja. Mungkin karena pengalaman yang mereka lalui.

Saturday, November 29, 2008

7 bulan lalu RAK

Sungguh gak kebayang bahwa hari ini ialah Rapat Anggota Komisariat (RAK). Jika saja aku bisa memulai sendiri, sudah tujuh bulan yang lalu RAK saya lakukan. Tapi banyak komponen dan perlengkapan yang harus tersedia. Baik itu peserta, anggota, pengurus dan MPKPK. Semua harus duduk dalam satu majelis yang terhormat guna menelurkan Rekomendasi untuk dijalankan kepengurusan selanjutnya untuk mencapai visi dan misi. Namun apa daya, di saat kebutuhan akan semua komponen itu berbeda dan tentunya orientasinya juga berbeda maka sangat langka ketika mewujudkan hal demikian.
Hari ini setelah 19 bulan berjalannya kepengurusan, sudah saatnya menjalankan mekanisme pengkaderan melalui RAK demi kebaikan bersama. Tapi tetap saja masalah klasik tetap ada. Quorum yang belum terpenuhi dan harus menunggu 1x24 jam untuk memulai sudah menjadi pandangan umum dala, setiap RAK. Pun demikian di RAK kali ini. Meskipun tadi malam sudah menghasilkan Tatib sidang dan kesepakatan hari ini jam 09.00 di balai kelurahan Ketawanggede untuk memulai kandas di tengah jalan.

Friday, November 28, 2008

Proses yang luar biasa

Mungkin saat ini ialah proses yang luar biasa yang aku lewati. Saya harus LPJan BEM, LPJ RAK, SKRIPSI, BIOLOGIS dsb.

Thursday, November 27, 2008

LPJan BEM

Akhirnya setelah 518 hari saya menjabat, saya telah melakukan pertanggungjawaban BEM di hadapan seluruh mahasiswa FP UB. Dengan kehadiran seluruh pengurus BEM bisa menunjukkan kesiapan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kami kerjakan selama satu periode kepengurusan.

Wednesday, November 26, 2008

Antara bahagia dan tidak

Sungguh luar biasa makna sebuah motivasi dan rasa bahagia. Kemarin rasa bahagia dan tidak menjadi satu dalam sebuah step kehidupan. Dari rapat rumah yang sama sekali gak ada yang datang seorang penguruspun. Namun rasa kejengkelan dan kesedihan segera berganti ketika saya ketemu dengan orang - orang luar biasa di BEM. Kemarin juga Magang Kabinet kumpul di BEM untuk bersama lagi mewujudkan impian bersama. Dalam forum itu. sangat terasa betapa luar biasanya pengurus dalam menempatkan saya sebagai top leader mereka. Bukan tujuan saya untuk itu, namun karena mereka luar biasa hal demikian secara otomatif tercipta. mereka membuat saya berada di VIP class. Thanks. . .

Tuesday, November 25, 2008

Rapatkan barisan

Rapat. Ya, kata itu seolah ada dalam telingaku akhir- akhir ini. Dari BEM, komisariat dan dari apapun yang saya geluti, tidak jauh dari yang namanya rapat. Tapi hal itu saya yakin akan menjadi kenangan indah untuk kehidupan masa yang akan datang.
Sebelum rapat, aktivitas saya juga sangat padat. Bukan hanya urusan organisasi namun akademis juga menuntut perhatian. Kehidupan sosialku juga meminta aku untuk terlibat. Saya harus bayar tagihan PDAM yang udah telat. Untung aku gak mengikuti saran dari Rasyid yang harus ke lavalet, tempat yang jauh dan kalau pakai baron mungkin butuh 1 liter premium. Untung di kantor pos Dinoyo bisa menerima pembayaran. Setelah itu saya ke Batu dengan Supermansyah untuk pengamatan pohon apel. Namun ditengah perjalanan, baron minta diservice. Putus koplingnya menjadi biang keroknya. Kemudian perjalanan kami lanjutkan, ke atas dekat dengan Hotel Victory. Di sana kami gak menemukan petani apel. Nah, pada saat itu saya mampir ke pak Mindarto untuk pesan Madu murni. Kami diberitahu bahwa apel yang udah dipanen belum dibayar. Wah pelanggaran berat nich pikirku...Tapi harus bagaimana lagi, saya bingung. Harus bilang ma dosen atau ke orangnya langsung untuk diberesin langsung.

Lupa
Hari jumat aku ditelp oleh Humas EM UB bahwa hari Senin ini mau silaturahmi. karena tidk ada surat maka aku lupa dan parahnya saya gak ngasih tahu pengurus. Jadi tidak ada sambutan istimewa. Namun saya melihat dari cerita sangat menarik kok bahasannya..


Sunday, November 23, 2008

ah. .

Mungkin aku pusing

Friday, November 21, 2008

yaaaa

apa yaaa

Bunga rampai BEM FP UB

MAHASISWA, ANTARA AKADEMIK DAN ORGANISASI

Joko Widodo 1).

Jati diri bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Untuk itu diperlukan kader terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi, sikap dan mental prima, daya juang dan daya saing tinggi, kemampuan handal, serta nasionalisme sejati. Salah satu elemen penting yang mempunyai peran vital dalam menunjang kualitas SDM bangsa ialah dunia mahasiswa dengan segala aktivitasnya.

Mahasiswa, akademik dan organisasi, kalimat ini memang sudah sangat singkron dan sudah begitu melekat untuk disandingkan menjadi elemen kata yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan semua aktivitas kampus yang ada saat ini pasti ada kaitannya antara dunia akademik dan organisasi. Kampus merupakan kawah candradimuka bagi para mahasiswa sebagai insan kampus yang masih idealis yang akan menentukan kemajuan masa depan sebuah bangsa. Mahasiswa harus bisa memahami fungsi serta perannya. Mahasiswa sebagai insan akademis harus bisa menunjukkan keintelektualanya dibuktikan dengan prestasinya. Sedangkan mahasiswa sebagai insan pencipta dan pengabdi bisa ditunjukan dengan salah satunya aktif di organisasi. Karena dengan ikut organisasi jiwa – jiwa sosial, pengembangan soft skill akan terbentuk.

Namun dari dulu hingga sekarang ada stigma bahwa antara organisasi dan akademik tidak bisa berjalan bersama. Sehingga jika seorang unggul di bidang organisasi maka akademiknya akan kalah. Pun demikian sebaliknya jika seorang mahasiswa mempunyai IPK tinggi, jiwa organisasinya tidak jalan. Sebenarnya stigma tersebut terbentuk hanya berdasarkan kepada sedikit kasus aja. Terkesan subjektif dalam menyimpulkannya. Jadi stigma tersebut malah akan menjadi penghambat dari jiwa kreatifitas mahasiswa. Mahasiswa akan mandeg dan takut untuk berorganisasi. Mahasiswa yang sudah terlanjur ikut organisasi akan ogah belajar karena sudah terpatri dalam alam pikirnya bahwa tidak mungkin akan mendapat prestasi yang bagus betapapun hebatnya ihtiar yang dilakukan. Stigma di atas tidak benar adanya dan hanya menjadi alasan pembenar bagi orang – orang yang malas dan orang yang tidak mau berubah. Sudah banyak bukti di sekeliling kita bahwa mahasiswa bisa berprestasi dan unggul dalam organisasi secara bersamaan.

Menurut saya, dunia akademik dan organisasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Laiknya uang logam yang mempunyai dua sisi dimana masing – masing sisi menunjukan gambar dan menunjukan nilai nominal uang tersebut. Jika salah satu gambar atau nilai nominal dalam salah satu sisi uang logam tersebut hilang, maka secara otomatis uang tersebut tidak akan laku, berapapun nilai uang tersebut. Hal demikian berlaku juga di atmosfer kemahasiswaan. Ibarat menonton pertunjukan, IPK bisa dianalogikan dengan tiket masuk suatu pertunjukan dan kemampuan organisasi merupakan posisi yang akan ditempati. Apakah mendapat tempat kelas VIP ataukah kelas ekonomi.

Jadi kemampuan akademik merupakan suatu syarat mutlak sebagai parameter kualitas SDM. Kemampuan organisasi menjadi absolut dibutuhkan guna optimalisasi kinerja. Setiap orang ada zamannya, setiap zaman ada orangnya. Yang membedakan ialah momentum. Mari gunakan momentum ini sebaik – baiknya. Mahasiswa dianggap kelas elit yang kesempatan tersebut jarang diperoleh oleh anak bangsa lainnya. Jadikan momentum ini dengan berprestasi dan mengabdi pada bangsa.

1). - Presiden BEM FP UB periode 2007 – 2008

- Mahasiswa Berprestasi Utama IV Tahun 2007 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Thursday, November 20, 2008

Aku

Aku harus memilih apa?
Apakah saya perlu sholat istikhoroh?

Tuesday, November 18, 2008

Persiapan LPJ

Hari Senin pagi harus udah dibendel, itu merupakan permintaan dari MPM. Makanya kami harus kebut demi capai target itu. Hari Minggu kami semua pengurus di BEM untuk menyelesaikan LPJ tersebut. Semua pengurus kumpul tanpa kecuali.

Saturday, November 15, 2008

Kiriman Tuhan

Sudah berapa banyak orang yang saya ajak ke Batu untuk membantu saya panen apel. Namun jawaban - jawaban yang ada semua pada gak bisa. Akhirnya saya dikirimi oleh Tuhan, seorang teman seperjungan Hortiezzz 2004. Waktu sarapan tiba - tiba dia juga lagi makan di belakangku. ketika saya ajak alhamdulillah dia mau. Benar Allah maha adil.
Saya panen 2 pohom dan sekaligus menghitung daunnya sekalian.

Kaderisasi dan Konstitusi

Tadi malam saya ditelephone oleh kakanda yang ada di salah satu kota industri di Jawa Timur. Sebelum menelephone juga SMS saya. Isi SMS tersebut meminta saya untuk menjadi top leader di salah satu organisasi yang saya geluti saat ini. Banyak alasan yang diutarakan, tapi muaranya ke arah konstitusi. Bahkan beliau menganalogikan konstitusi ibarat wasit. Kalau menurut saya konstitusi bukanlah dewa yang mempunyai sifat mutlak, bahkan setengah dewapun belum cukup. Wasit juga harus tahu kondisi luar dn dalam pemain. Jangan karena mengejar 12 ronde baru dianggap selesai, padahal dalam 10 ronde salah satu pemain sudah mau mati.
Tidak hanya satu kakanda, tapi lebih dan bahkan kakanda yang lain meminta dengan sangat kepada saya untuk datang ke sana. Di tengah kesibukan mereka, saya sangat memberi apresiasi kepada mereka karena jiwa dan semua masih terlekat di salah satu ikatan keluarga yang terbentuk di Kota Malang tercinta. Beliau meminta saya untuk datang dengan sangat. Bahkan saya diminta untuk mengutarakan 3 alasan terkuat untuk tidak datang. Mungkin saya bukan ahli wacana maupun ahli beretorika yang semua alasan saya seolah dimentahkan begitu saja. Saya harus panen hari ini, lagipula saya sendiri. Mengajak teman semua pada gak bisa (hanya Allah maha adil, saya dikirimi teman seperjuangan di Hortiezzz 2004). Persiapan LPJ BEM yang hari Senin pagi harus diserahkan ke MPM (Jadi hari Minggu sore harus sudah dibendle). Saya dimintai dosen untuk menghadap hari Senin sekaligus laporan pengamatan. Semua dimentahkan. . .Tapi saya punya prinsip saya fokus dulu di Malang. Apa yang saya lakukan semoga diridloi Allah SWT.
Waktu pagi tadi saya dapat SMS lagi yang isinya berupa penegasan keberagkatan saya ke kota tersebut. Namun saya juga tegas menjawab tidak ke sana.

Friday, November 14, 2008

Kepastian LPJ BEM

GPS yang sudah saya bawa beberapa bulan terakhir ternyata udah diminta sama yang punya, namun saya tidak tahu urusan itu karena yang meminjam bukan saya melainkan teman satu team saya. Dan dia juga gak bilang kalau sudah diminta. Waktu saya mengembalikan saya ketemu dengan dosen pembimbing saya. Beliau ternyata sangat berharap pada saya tentang penelitian yang saya lakukan. "Dia malah yang saya pegang Bu, daripada yang lain". Demikian saya mendengar beliau berbicara dengan dosen lainnya. Kemudian saya menceritakan apa yang terjadi, kondisi lapangan yang sebenarnya.
Kemarin telah dilakukan rapat dengan MPM tentang persiapan LPJ BEM. Diberitahukan bahwa pelaksanaan LPJ pada hari Rabu, tanggal 19 Nopember 2008. Jadi sudah 1 tahun lebih 5 bulan kami menjabat di BEM. Sudah saatnya regenerasi BEM. Penilaian akan dilakukan oleh team penilai yang terdiri dari ketua HMJ dan satu perwakilan dari UKM. Juga diberikan format LPJ BEM yang resmi, sedangkan yang kemarin itu inisiatif dari pengurus sendiri dalam rangka persiapan LPJ. Namun memang tidak jauh berbeda formatnya.
Di komisariat ada Follow up kader, namun yang datang tidak semua. Angkatan 2007 dan 2008 mendominasi karena memang mereka yang diundang secara resmi oleh pengurus. Sangat panjang memang karena sejak sebelum maghrib sampai jam 20.30. Itupun sebenarnya masih banyak yang mau diskusi, namun waktu jua yang tidak mengijinkan.

Thursday, November 13, 2008

HUT Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Sudah menjadi tradisi bila HUT selalu menghadirkan kebahagiaan maupun kesedihan bagi yang punya moment bersejarah tersebut. Demikian juga instansi fakultas kemarin. Banyak yang tidak tahu bahwa HUT FP UB ialah tanggal 10 November bertepatan dengan hari pahlawan nasional. Namun kemarin fakultas merayakan HUTnya tidak bertepatan dengan hari tersebut, melainkan dipaskan dengan agenda fakultas yaitu hari Rabu yang notabene fakultas tidak ada kegiatan ajar mengajar. Sekalian Penyerahan reward bagi dosen, karyawan dan dosen yang telah membawa nama baik Fakultas. Tidak hanya itu, juga waktu yang tepat untuk purna tugas dari Dosen Budidaya Pertanian.

Pemberian reward kepada para dosen jatuh pada dosen SOSEK dan HPT. Sedangkan untuk karyawan ditujukan pada karyawan TANAH dan HPT. Kalau untuk mahasiswa bukan hanya karena prestasi saja yang dijadikan prioritas, melainkan azaz pemerataan. Awalnya saya diminta tolong untuk merekomendasikan nama – nama, namun karena terbatasnya dana maka tidak semua yang saya rekomendasikan masuk. Yang menjadi saya kurang sepaham ialah bukan karena prestasi yang menjadi titik point penilaian untuk mahasiswa, melainkan azaz pemerataan yang saya pikir ini merupakan politisasi dan bukan dalam ranah ideal lagi. Saya khawatir nanti tidak ada gairah kompetisi di Fakultas untuk berprestasi. Karena memang sangat mencolok sekali perbedaan itu.

Semoga hal ini tidak mengurangi pengembangan ide – ide cerdas demi kemajuan dan kejayaan Fakultas Pertanian. Happy birthday Fakultas Pertanian UB. Go a head. . . .

Wednesday, November 12, 2008

Demisioner

"Bulan ini saya demisioner". Yups, kalimat itu yang muncul di hatiku. Sudah lama kalimat itu mengganggu tidurku. Karena saya sudah lebih dari satu tahun menjabat di BEM.

Tuesday, November 11, 2008

Tak menyangka panen lagi

Pagi ini gak ada rencana panen. Awalnya untuk mengamati jumlah daun dan mencari petani. Eee.. malah panen 17 kg.
habis itu nyersiv baron...

Ke UMM

Sebelum ke kampus saya ditelp PD III untuk persiapan Dies Natalis FP UB. Akan diberikan reward bagi mahasiswa berprestasi.
Hari ini setelah saya ikut seminar proposalnya Ermach, saya nganter bang Ardiansyah ke perpus pusat untuk mencari referensi jerami nangka. Namun kami gak bisa masuk. Akhirnya kami ke perpustakaan UMM gedung III. Di sana saya ketemu Anwar, mantan ketua BEM FP UMM. Dia juga lagi nyusun skripsi, saya dan dia ngopi di depan gerbang utama, sedang bang Ardiansyah masuk perpus.
Malamnya kami ngobrol menggagas CADS kedepan. apakah harus berdiri sendiri atau masih ingin tetep jadi UKM di fak. Pertanian. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. . .

Sunday, November 09, 2008

Periksa kesehatan

Pagi ini aku olahraga pagi di lapangan rektorat UB. Namun tidak seperti biasanya, di sana rame banget. Karena ada pemereksiaan kesehatan gratis, namun bayar bagi yang pingin tahu gula darahnya. Saya ikut juga periksa kesehatan dan termasuk periksa gula darah. Menurut hasil yang diperoleh, kesehatanku alhamdulillah normal saja. Yang penting pola makan yang teratur dan berimbang...

Saturday, November 08, 2008

Panen Apel 44 kg


Hari ini saya panen 2 pohon dapat 44 kg. Cuapekkkk...

Panen, kebahagiaan buat mereka, musibah buat aku

Kenapa hal ini harus terjadi. . .?
Aku harus melihat kenyataan ni. Petani yang nyarinya susah, kemarin memanen apelnya tanpa bilang ke saya. Padahal sudah ada janji kalau mau dipanen akan diberitahu. Hal ini mengakibatkan dataku ilang. . .Dan gak hanya satu petani saja yang panen,,,

Waktu rapat BEM kemarin, lagi - lagi penggurus ada yang merayakan HUTnya. Kue tart dengan tiga lilin di atasnya ditiup seiring dengan lagu Happy birthday. . .Saya dapat potongan kue pertama lagi...Bahagia rasanya,,,,Thanks ya. . .

Friday, November 07, 2008

Walk alone

Saat ini saya merasa gak ada gairah lagi. Saya merasa sendirian, gak ada semangat bahkan kalau bahasa ekstrim mungkin bosan hidup kali ya. . .
Akademis, organisasi, ideologis dan biologis yang saya hadapi dalam keadaan akut kali ya, atau cara pandang saya saja yang terlalu. Jangan kau campurkan masalah - masalah tadi sehingga akan ditemukan kedinamisan kehidupan.
Ke kampus ngurus surat pengantar, sorenya mau rapat tapi gak ada yang datang kecuali orang 3 itu. Makan nasi goreng sambil nunggu rapat, eh tetap gak jadi malah ada SMS titip salam buat arek - arek. Ke kost pengurus dan mengucapkan happy birthday malam - malam di kost salah satu pengurus. Nah di sana sangat saya rasakan bahwa kerealistisan kesadaran saya mendekati kebenaran.

Thursday, November 06, 2008

Sangkal putung


Waktu aku pulang kemarin saya berobat ke orang yang ahli pengobatan tulang "sangkal putung". Di sana kaki dan tanganku di "urut". Klak - kluk suaranya . dan gak hanya sekali, rasanya suakiiit...dari telentang, miring dan tengkurap. kakiku di tekuk, di tarik dan pokoknya gak diperlakukan sebagai kaki. Tapi saya yakin kaki dan tanganku akan kembali normal. Karena yang ngobati bilang kalo udah agak lama dan hampir lengket tulangnya.
Siangnya saya nyoblos PILKADA. . .

Sunday, November 02, 2008

Kesadaran yang realistis


Dengan kondisi seperti saat ini, saya sadar dengan sesadar - sadarnya. namun salahkah kalau aku mengekspresikan apa yang aku rasakan saat ini. Mungkin Allah mencoba kekuatan yang aku miliki untuk selalu bersyukur pada-Nya.

Saturday, November 01, 2008

Persiapan LPJ

Sudah satu tahun lebih kepengurusan BEM kabinet intelek dan bermoral telah berjalan. SAat ini kami, pengurus BEM sudah mempersiapkan LPJ meskipun dari DPM belum meminta. Karena semua yang kami lakukan ialah amanah.

Wednesday, October 29, 2008

80 Tahun Sumpah pemuda


Sudah 80 Tahun Sumpah Pemuda diikrarkan oleh pemuda - pemudi Indonesia. Sungguh keinginan yang kuat untuk persatuan dan dibarengi dengan tindakan nyata. BEM FP UB mencoba mengekspresikan bentuk wujud cinta negeri dengan menyebar tulisan 80 Tahun Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 - 28 Oktober 2008 dan dilampirkan tulisan pernyataan sikap BEM FP UB. Inilah lampiran tersebut.

Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda

“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”

Gerakan Mahasiswa yang didominasi oleh para pemuda yang memiliki watak menginginkan perubahan. Sesuai dengan fungsinya sebagai agent of change dan agent of social control seharusnya kita mampu mengawal roda pemerintahan dan selalu memihak pada rakyat dan faham terhadap masyarakat dan persoalan-persoalannya. Dapat kita lihat betapa tidak pedulinya mahasiswa Pertanian sendiri terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah (Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 01 tahun 2008) yang pada implementasinya terlihat sangat menindas petani, dan masih banya isu lain yang hingga kini tidak terselesaikan.

Cobalah melihat dari hal-hal sederhana kerusakan dunia mahasiswa kita sekarang. Sikap hedonis yang tidak mungkin dikontrol lagi, sikap tidak perduli pada lingkungan sekitar, tidak menghargai waktu, pembelajaran korupsi dengan memperbesar anggaran proposal kegiatan kemahasiswaan secara menggila, seolah hal ini tidak dapat terselesaikan lagi.

Mencermati permasalahan yang kita hadapi sekarang, apabila tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari kita sebagai pemuda Indonesia, tidak menutup kemungkinan keterpurukan bangsa akan selalu menjadi bayang-bayang yang tidak mungkin pernah hilang. Keadaan pada diri anak bangsa pada satu dasawarsa pasca reformasi ini mulai pudar dan hampir pada jurang kehancuran, ikatan nilai-nilai kebangsaan yang berhasil mempersatukan bangsa sudah mulai longgar, yang muncul hanya kepentingan individu, kelompok ataupun golongan. Hanya dengan jati diri bangsa inilah, melalui semangat kebangsaan yang menjiwai rasa nasionalisme, dengan pencapaian hasil prestasi yang bisa diunggulkan niscaya bangsa ini akan mampu menjaga dan memelihara kehormatan dan martabatnya dalam kancah percaturan antar bangsa-bangsa di dunia.

“Hai anak bangsa yang berselimut pilu, bangunlah dari tidur panjangmu, sibakkan tirai kemalasan atas dirimu, tataplah masa depan dengan penuh harap, gapailah, majulah dalam satu tekad semangat juang dan satu tujuan, bekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, ayo bangkit demi kejayaan Indonesia tercinta”

Presented by BEM Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya