Tuesday, February 07, 2012

Banyak alasan vs satu alasan

Banyak alasan untuk tidak di sini dan hanya satu alasan untuk tetap di sini. Namun kekuatan satu alasan tersebut mengalahkan seribu satu alasan lainnya. Sungguh sangat besar kekuatan satu alsan tersebut, meskipun alasan itu masih bisa dimentahkan oleh orang - orang bijak lainya. Harus lebih banyak mencari alasan untuk menemani alasan yang sendirian. Sulit memang, namun kekuatan itu saya rasa sudah cukup karena didukung oleh orang - orang berpengaruh di duniaku.

Monday, February 06, 2012

Sabak hati

Banyak sekali cerita yang bisa ditulis di blog ini. Namun saya minta maaf kepada kisahku yang saat ini masih tersimpan dalam sabak hatiku. Bukan karena apa - apa, hanya kesempatan dan fasilitas yang kurang mendukung sehingga kisah sedap malam itu terkubur bersama tumpukan kisah kisah baru lainnya. Setiap hari pasti ada cerita unik yang bisa ditulis dan pasti akan membuat yang membaca akan menyempatkan diri untuk senyum demi membaca kisah - kisah menarik. Biarlah kisah itu terkenang sekali dan hilang seiring penghapus menghapusnya dan diganti dengan kisah - kisah menyenangkan berikutnya.

Friday, January 20, 2012

Hukum Berpikir Positif dalam Kehidupan

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.” Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

http://gokil-online.com/5563/hukum-berpikir-positif-dalam-kehidupan/

Saturday, January 14, 2012

Garis Tangan

Pagi yang penuh berkah ini, di saat hujan mengguyur seolah mau menghabiskan air yang ada di langit. Semua rencana tinggal rencana yang ada adalah pengalihan rencana ke sesuatu yang tidak terencanakan. Hari Sabtu yang berjadwal olahraga sepakbola, harus digantikan dengan kegiatan pekerjaan yang terlihat aneh. Seolah bukan kita yang bekerja kalau hasil yang ditunjukkan masih warna merah semua dengan distribusi tidak merata, sangat jomplang. Dalam setengah bulan ini, ada yang sudah mencapai 90 %, namun masih ada yang tertinggal di angka 3%. Meskipun ini yang terjadi secara realitas, namun ini bukan yang seharusnya. Kita harus bisa menempatkan posisi pada masing-masing tempatnya.
Secara kesepakatan masih bisa diraih, walaupun berat. Namun secara potensi sangatlah jauh, karena potensi akan mengabaikan handicap yang ada. Semua yang saya tangani ialah handicap dan ini mungkin sudah menjadi garis tangan saya. Saya belum bisa nyenyak tidur kalau orang - orang melupakan handicap saya.

Thursday, December 29, 2011

Terpendam rasa

Perasaan ini telah ada sejak saya kali pertama datang ke sini. Namun semua bisa saya simpan di dalam hati dan tidak ada yang tahu. Kalaupun ditanya saya selalu bilang tidak sebenarnya. Dan itu tersimpan dalam palung hati yang paling dalam. Keluarga, teman dan saudara tidak tahu. Pada akhirnya saya juga cerita pada mereka. Namun banyak saran dan masukan yang semua tidak sama. Ada yang menyayangkan, ada yang mendukung dan ada yang melarang. Sama dengan awal keputusan saya pergi ke sini.

Sunday, December 11, 2011

Syukuri, nikmati

Nikmat Tuhan itu misterius dan memang dibikin seperti itu oleh Tuhan. Kadang kala kita merasa nikmat itu tidak ada dan Tuhan tidak adil dalam memberi nikmat pada kita. Padahal kalau kita punya kepercayaan dan keimanan sebagai landasan dasar kita hidup adalah janganlah kita menghitung nikmat Tuhan karena kita tidak akan pernah bisa. Kita hanya bisa bersyukur dari nikmat yang kita rasakan itu minimal. Karena banyak yang tidak kita sadari bahwa kita tetap punya keimanan dan bisa selalu bertaqwa itu juga merupakan nikmat yang tidak kita sadari. Hanya sebagian contoh kecil saja.
Hanya sedikit orang yang mampu mensyukuri nikmat Tuhan selama ini. Akupun hanya sebatas teori dan dalam tahap pelaksanaan harus perlu banyak belajar lagi. Pada hari ini pun aku juga masih galau. Mana mungkin ada kata galau dalam kamus orang - orang yang bisa bersyukur. Kapan perasaan ini hilang? Sudah beberapa hari ini rasa itu selalu menyelimuti hidupku. Support - support yang selama ini datang seolah hanya bisa sebagai obat penenang saja, jika obat itu hilang effectnya perasaan itu tak segan untuk datang lagi. Apalagi waktu ini sudah akhir tahun yang kebanyakan orang sudah memasang resolusi baru untuk masa depan lebih baik. Jangankan resolusi, aktifitas untuk besok saja masih banyak keraguan. Sungguh bersyukurlah orang - orang yang masih bisa bersyukur.

Saturday, December 10, 2011

Kebahagiaan

Sejak tadi malam hati ini deg-degan menanti kelahiran keponakanku. Apalagi ibuku, rasa was-was, cemas dan semua rasa menjadi satu. Mungkin cucu pertama atau kah selalu seperti ini? Meman sepertinya ceritanya panjang, dari Bidan dirujuk ke UGD Puskesmas, dan tadi siang dirujuk lagi ke RSU Ngawi karena harus dilakukan operasi.Tapi barusa dapat sms kalo sudah lahir keponakanku jam 14.45 WIB dengan jenis kelamin lak-laki. Bahagia rasanya mendengar kabar itu. Jadi anak yang sholeh ya le,...

Pagi - pagi

Semakin hari rasa ini semakin membayangi diriku. Kuusir dengan sekuat tenaga, namun tenagaku tak sekuat rasa ini. Siapa yang bisa membuat kuat?Pagi - pagi lagi setiap hari.

Monday, December 05, 2011

Tinggalkan atau maj terus

Saat pagi mendengar alarm dan dengan mata yang agak berat melihat HP sudah menunjukkan waktu seperti biasanya. Berat dan malas kalau sudah seperti itu. Adzan subuh belum berkumandang menguatkan alasan bagi selimut untuk minta ditarik lagi untuk menghangatkan dinginnya pagi hari. Sungguh kuat godaan selimut meskipun rupanya tidak begitu rupawan. Dia setia sejak aku masih di rantauan pertama waktu menimba ilmu dulu. Waktu - waktu seperti itulah waktu yang sangat berharga karena 5 menit saja buat meneruskan tidur, rasanya sangat nikmat sekali. Rasanya tidak tergantikan kalau sudah bisa menikmati waktu - waktu seperti itu. Namun sebagai manusia yangmempunyai tanggung jawab aku harus bangkit dan langsung menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitas pagi hari. Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi kata anak - anak dalam lagu -lagunya.
Saatnya menggapai ridlo illahi, pagi - pagi bener selagi fajar belum menampakkan keindahannya, masih malu karena masih sedikit cahayanya. Jangan sampai rejeki dicaplok ayam karena kita terlambat beraktifitas. Setiap pagi seperti itu, dan rejeki secara nominal tetep sama, GP dan tunjangan lainnya. Berarti kalau ada istilah jangan sampai bangun telat nanti rejeki dicaplok ayam itu mengisaratkan bahwa kita harus kerja keras namun untuk diri sendiri. Tidak bekerja sebagai pesuruh orang. Posisiku saat ini adalah pesuruh atau orang yang disuruh untuk bertanggungjawab dengan GP yang pasti tiap bulan. Haruskah aku tinggalkan atau go a head. Jawabannya ialah setelah melihat hasil tahun ini.

Sunday, December 04, 2011

Wajar

Liburan kali ini tidak beda dengan libur - libur sebelumnya. Hanya beda sedikit dengan hari kerja biasa, yaitu hari libur = hari tidak kerja. Hanya tidak kerja saja tanpa ada refresh yang lain apakah bisa membuat kebutuhan rohani terpenuhi? Libur diisi istirahat dan kadangkala juga tidak terlepas dari urusan kerja, apalagi posisi istirahat masih di lingkungan pekerjaan. Masih mengaktifkan HP dan sangat mudah diakses tuntutan. Mau keluar tidak ada teman dan aksesnya pun susah.
Kondisi seperti ini kukira sudah tidak sehat dan harus dirubah. Pilihannya ialah harus dirubah dari dalam atau kita berubah dengan meninggalkannya. Makanya waktu kemarin saat di kantor ada pertanyaan tentang kondisi dan suasana di sini. Dan pernyataan suatu kewajaran keluar dari perkataan beliau. Mungkin beliau melihat aku selama di sini dan membuat kesimpulan yang mirip dengan realitas yang kualami.

Sunday, November 20, 2011

Pekerjaan Sosial

Saat ini yang berkuasa itulah pemenangnya. Aku menjadi salah satu pelaku atas pembenaran kalimat tersebut yang saat ini sedang berjalan. Banyak alasan yang membuat sistem ini berjalan namun dengan balutan kalimat dan permainan kata - kata, sistem ini seolah - olah tertutupi oleh sedikit dari super sedikit keuntungan mereka. Di saat susahnya orang - orang mencari sesuap nasi di lingkungan ini, mereka tambah mempersulit dengan tambah mencengkeram segenggam berlian yang dihasilkan oleh orang - orang yang dikasih sesuap nasi.
Di Indonesia yang benar yang menang dan itu yang terjadi saat ini. Kalimat itu pun seolah masih pantas disematkan karena kita tidak sadar dan dilenakan dengan kenyamanan yang kita dapat selama ini. Padahal yang merasakan demikian adalah hanya sebagian kecil dari masyarakat kita. Masyarakat kita juga harus belajar sendiri untuk sekadar bisa berjalan, berbicara. Tidak ada bimbingan maupun didikan yang diberikan oleh orang - orang yang dilenakan. Mereka berjalan tanpa arah karena tidak ada yang mengarahkan dan tidak tahu benar atau salah karena semua yang dia jalankan mereka anggap benar.
Sekarang kita butuh penggerak, pioner dan pematik kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah bagaimana cara kita memberi sesuap nasi bagi penggerak tersebut. Karena mereka sudah terlebih dahulu ditawarkan sepiring nasi sambil diperlihatkan segenggam berlian. Butuh konsep baru untuk membuat lowongan pekerjaan baru "pekerja sosial". Yang terjadi saat ini adalah setiap lowongan pekerjaan, tidak pernah kita temui pekerjaan jenis ini. Pekerjaan ini harus sama dengan pekerjaan - pekerjaan lainnya yang punya ukuran jelas didasarkan dari ilmu pengetahuan, ketrampilan dan nilai - nilai pekerjaan sosial. Tidak hanya sebagai voulenteer atau juga dikenal dengan sebutan relawan. Tugas teman - teman semua untuk merumuskan kembali dan membuat konsep baru tentang pekerjaan sosial ini.

Tuesday, November 15, 2011

Mundur Selangkah

Kadang kala dalam melakukan sesuatu, kita harus menggunakan cara yang tidak lazim dan cenderung gila dalam rangka mencapai tujuan. Umumnya orang awam akan menganggap kita gila dan aneh bila melihat sesuatu yang kita lakukan itu tidak lazim dilakukan. Padahal itu adalah syarat untuk bisa menjadi orang yang unggul dibanding orang lainnya. Orang unggul jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan orang standart - standart saja. Hanya sedikit orang yang mempunyai keberanian untuk menjadi beda. Resiko pastinya akan lebih besar dan hal ini akan sebanding dengan hasil yang akan kita peroleh. Semakin besar resiko yang kita ambil ada kecenderungan semakin besar pula keuntungan yang akan kita dapat. Dalam melakukan aktifitas, secara nalar kita harus maju terus. Namun sebenarnya kalau maju terus tanpa melihat kanan kiri, sudut pandang kita terbatas. Untuk mendapat sudut pandang yang lebih luas, kita harus mundur ke belakang dan akhirnya kita mempunyai sudut pandang yang lebih luas. Jika sudah mempunyai sudut pandang yang luas, kita bisa mempunyai banyak alternatif untuk membuat pekerjaan kita jadi lebih efektif. Mundur selangkah juga menjadi ancang - ancang bagi kita untuk mengumpulkan tenaga dan kita bisa mendapat langkah yang lebih panjang dibandingkan dengan cara yang standart tadi. Jika ingin menjadi orang besar, maka beranilah mengambil keputusan yang tidak populer karena setiap orang besar dilahirkan dari keputusan - keputusan mereka yang tidak populer.

Sunday, November 06, 2011

Status beda

Hari ini hampir semua up date status tentang makanan, terutama makanan dari kurban hari ini. Dari sate, gule, dan semua makanan yang terbuat dari bahan daging sapi dan kambing. Sebenarnya ingin juga up date status yang sama dengan yang lain tapi statusku beda untuk hari ini. Meskipun hari ini menjadi hari kolesterol sedunia, namun aku tidak ikut merayakannya. Hanya opor ayam dengan lontong sebagai penggantinya dan nasi kuning ala resep keluarga yang bisa mengobati rasa itu.

Takbiran di kebun

Gema takbir terus berkumandang sejak kemarin menambah syahdunya saat ini. Banyak yang bersuka cita menyambut datangnya hari raya Iedul Adha tahun ini, 1432 H. Banyak ekspresi yang ditunjukkan untuk mewujudkan rasa rindu surga tepat di hari raya ini. Berduyun - duyun datang ke masjid sambil mengumandangkan takbir. Anak - anak menyalakan kembang api di depan rumah, Ibu - ibu mempersiapkan makanan untuk santapan abis sholat ied hari ini. Hal itu juga terjadi di tempatku saat ini. Meskipun tempatku jauh dari hingar bingarnya kota, tidak mengurangi rasa syukur menyambut datangnya hari raya iedul adha. Tidak seramai di kota, namun tetap khidmad alunan takbir yang terdengar di masjid dan surau. Dag dug irama teratur yang terdengar dari bedug sederhana yang ada di masjid menambah meriahnya malam takbiran di kebun.
Meskipun tidak bisa seperti dahulu bersama - sama dengan saudara - saudara dan teman - teman lama, ada teman - teman dan saudara - saudara baru yang menggantikannya di sini. Sungguh luar biasa rasanya bisa bersama di tengah - tengah mereka. Rasa rindu yang menggebu seolah tertutupi dengan candaaan mereka. Tetes air mata yang akan jatuh tertahan oleh keakraban kami malam ini. Hanya sebuah rasa kebersamaan yang bisa membendung rasa ini tidak keluar.
Hari raya kurban dirayakan sebagai wujud kemenangan dari Nabi Ibrahim yang dengan cintanya kepada Allah mau menyembelih putra kesayangan, Nabi Ismail. Wujud apakah pengorbanan kita demi cinta kita pada tuhan kita? Selain berkurban hewan kurban sebagai wujud manivestasi dari cinta pada tuhan, banyak makna lainnya yang ada di dalamnya. Sedangkan kita apakah sudah mengorbankan kepentingan pribadi kita demi kepentingan sosial dan umat? Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan tindakan nyata.

Sunday, October 23, 2011

timbang tak bedil koen

Bangun tidur dengan beauty sleep sunguh nikmat. Apalagi di pagi hari langsung mandi dan di meja makan sudah ada rawon lengkap dengan tauge mentah dan kerupuk udang. Tidak lupa sambal dan tempe goreng yang digoreng agak tebal, wow,...minggu yang nikmat. Di kamar yang selalu kelihatan rapi dan bersih membuat penghuni tambah nyaman untuk lebih lama bermalas-malasan di kamar. Apalagi sekalian bisa hotspotan sambil ditemani secangkir kopi panas di meja kecil yang kutarih di sebelah almari. Hanya saja hari ini kujalani sendirian saja, tidak aada yang menemani. Hanya sedikit terobati ketika tadi malam aku maen PES dengan tetangga baru depan rumah.
Namun ada sedikit yang membuat semua itu jadi g nikmat, yaitu ketiga indikator signal ind**at ada tulisan "sos" yang berarti tidak bisa digunakan untuk apa-apa. operator lainpun ikut-ikutan menambah emosi hari ini, yup telk*m*el juga ikut menambah kemangkelan pagi ini. Buat daftar Tarif Miskin g bisa dan untuk menghubungi susahnya minta ampun. Kata sandi macan "Ampun bosssss!, ampunnn bos!!!, ampun - ampun matamu!", hahahahah. Jadi ingat Sandi, "kandanio", timbang tak bedil koen, dasar preman nusakambangan....". Kal lihat video itu masih ketawa sendiri dan mengobati rasa rindu di Malang.

Tuesday, October 11, 2011

SKS (Sistem Kebut Sehari)


"Tanggal 11 September akan kedatangan tamu istimewa, top leader di perusahaan ini". Kalimat itu yang sering terdengar di obrolan kami. Dengan kedatangan tamu tersebut, maka sudah seharusnya dan sepantasnya kita berbenah dari segala bidang. Semua lini mempersiapkan diri dan berbenah diri. Memang benar ajaran para pintar bahwa tamu adalah raja. Namanya raja, maka kita harus memperlakukannya se"VVIP" mungkin. Jangan sampai ada kekecewaan dari kunjungannya kali ini dan senyum khasnya harus keluar di sini. Maka apapun dilakukan demi mendapat simpati dari sang tamu istimewa hari ini. Sudah sejak lima hari yang lalu semua jalur dan jalan yang akan dilewati dibenahi dan dibuat mengkilat. Semua tenaga dikerahkan di sana, pekerjaan rutin masih jalan namun tidak semasiv biasanya. Semua demi 5 menit tamu lewat di jalan wilayahku. Puncak kerja ialah kemarin ketika semua bahu mebahu membenahi apa yang aneh dan janggal diubah menjadi keadaan yang super normal. Sistem Kebut Sehari mungkin istilah itu cocok buat menggambarkan kejadian kemarin. Semua lini dari atas sampai bawah memastikan kondisi, kalau ada yang tidak beres cepet diactionkan. Alhamdulillah tidak ada komplainan dan berarti pekerjaan sementara ini aman. Sekarangtinggal nunggu hari ini dan besok, apakah kondisi masih bisa kukendalikan ataukah aku yang dikendalikan keadaan. Jawaban itu akan muncul malam ini dan besok.

Monday, October 10, 2011

Telephone kawan


Kemarin sore, tiba-tiba dapat telp dari temen satu angkatan OP-31. Dia mengabarkan akan resign dari sini. Karena suasana pekerjan yang tidak cocok, menyebabkan dia tidak nyaman kerja. Meskipun tempat kerja dia dekat dengan kota Balikpapan, hanya membutuhkan waktu perjalanan 1 jam saja dari site. Dia bertekad bulan depan akan menulis surat pengunduran diri dari jabatan assisten teknik. Bukan mengajak, namun sekadar curhat, namun dengan kejadian itu juga membuat aku berpikir sejenak. Apa yang membuat aku betah di sini. Sungguh luar biasa dan istimewaa saya bisa di sini sampai hari ini.
"Bulan depan saya akan resign ndoro", kalimat dari seberang itu jelas di Hand phone saya. Awalnya saya kaget dan tidak mengira akan mendapat kabar itu. Saya hanya bisa mengangguk dan sharing tentang cita dan asa dan tahapan hidup sampai saya ada di sini hari ini. Sebenarnya semua sama merasakan perasaan tersebut, hanya saja cara penerimaan saja yang berbeda. Kalau temenku ini memang bukan dunianya katanya. Dia cerita kondisi pekerjaannya dan mengeluhkan jam kerja yang tidak umum di tempat kerja lain. Jam istirahat yang tidak teratur dan selalu tidur larut malam untuk mengurusi urusan orang lain. Aku pingin tahu pantat orang yang suka dimarah, dikomplain dan disalahkan itu jawabku padanya namun dengan nada rendah sambil guyon. Namun kalau itu sudah menjadi pilihan, saya hanya bisa mendoakan untuk kesuksesan temenku ini.

Friday, October 07, 2011

Rasa kangen


Akhir - akhir ini seringkali aku melihat jam dengan angka kembar. Menurut mitos, itu pertanda bahwa ada yang ngangenin. Apakah itu berlaku buat aku ya, pasalnya aku secara tidak sengaja melihat angka2 itu di jamku tanpa kusetting supaya angka kembar. Memang benar, kemarin ada yang bilang kalau ada yang kangen, alhamdulillah ya, ada yang kangen. Menjadi sesuatu banget dech bisa dikangenin orang istimewa.
Ternyata mitos itu kebetulan sama dengan cerita ku, dia juga sering melihat jam dengan angka kembar. Dan seolah itu menceritakan bahwa ada yang kangen dia, dan orang itu adalah aku sendiri. Belum ada satu minggu, kami berpisah rasa itu terlalu prematur hadir di sudut ruang rinduku. Menggelayut manja sesekali menggerlingkan mata indah bola pingpongnya membuat mata ini tertahan untuk menatapnya. Suatu perasaan yang bikin hati berkecamuk. Tuhan tolong jadikan rasa ini sebagai jalan menuju ridlo - Mu. Amiin.

Tuesday, October 04, 2011

Pengukuhan Sarjana


Pada hari itu, tepatnya hari Sabtu di mana hari yang banyak dijadikan janji oleh teman - teman untuk menjawab pertanyaan "kapan wisuda?". Tanggal 24 September 2011 menjadi hari istimewa buatku, orang tuaku, saudaraku, pendampingku dan semua yang telah mengenal aku karena di hari itu saya dinyatakan syah menjadi Sarjana Pertanian melalui pengukuhan di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang.
Rasa luar biasa yang tidak bisa digambarkan saya alami setelah tiga detik sehabis rektor UB mengucapkan, "Dengan mengucapkan بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِِ , dengan ini saya nyatakan dilantik". Langsung kalimat sakral itu saya jadukan status di facebook ku. Dan ada 18 comment di bawahnya yang berisi ucapan selamat dan doa - doa dari teman - teman. Tidak sampai di situ saja kebahagiaan itu, di luar sudah menunggu keluarga, adek2ku di komisariat dan teman - teman kuliah dulu. Ambil photo seolah menjadi menu wajib waktu wisuda di samping bisa dijadikan ajang silaturahmi. Senang dan bangga rasanya waktu itu, karena banyak yang dikorbankan oleh orang - orang luar biasa demi menghadiri acara prosesi wisudaku. Datang jauh dari luar kota, meninggalkan pekerjaan, dan segala bentuk aktifitas rutin demi datang untuk memberi ucapan selamat.
Seperti yang banyak ditanyakan oleh teman - teman bahwa waktu wisuda umumnya waktu yang tepat untuk memperkenalkan pendamping wisuda. Dan hari itu saya termasuk orang pada umumnya, ya saya mempunyai pendamping wisuda. Sungguh luar biasa hari bersejarah itu, sekaligus saya memperkenalkan kepada orang tua, teman, saudara dan sahabat - sahabat terdekatku. Saya sangat bersyukur pada Tuhan karena masih diberi hidayah untuk selalu bersyukur. Saya meyakini, bahwa dengan bersyukur, maka Tuhan akan menambah nikmat yang diberikan. Saya membuktikan itu, pun demikian dengan pendampingku yang selalu membisikkan kalimat itu di telingaku.