Tuesday, June 02, 2015

Docking Nilai

Setiap satu semester di perusahaan tempat aku bekerja dilakukan penilaian karya. Penilaian ini dikhususkan pada karyawan yang sudah golongan yaitu mulai dari operator, driver, supervisi (mandor), kerani dan level staff ke atas. Penilaian ini akan digunakan sebagai pertimbangan dan syarat untuk mendapatkan point yang akhirnya dijadikan dasar untuk kenaikan golongan. Dan bila semester dua dijadikan acuan pemberian besaran bonus. Golongan didasarkan pada kelompok jabatannya. Nilai ditentukan dari hasil kinerja kita yang terukur secara jelas target dan realisasinya setiap semester. Sistem penilaian juga diseragamkan dari pusat (Head Office). Sehingga karyawan yang bersangkutanpun bisa mengira nilai yang didapatkan. Meskipun demikian hak prerogratif atasan masih ada di penilaian bagian proses. Karena penilaian didasarkan pada Result dan Proses. Result sudah ada ketentuan angka yang terukur jelas, sedangkan proses dinilai dari atasan langsung. Pertama kali karyawan yang bersangkutan diberi format dan tata cara penilaian. Kemudian diisi oleh karyawan yang bersangkutan. Setelah itu ditandatangani dan diserahkan ke atasan langsung untuk diputuskan. Keputusan hasil akhir dimeetingkan oleh atasan 2 level di atasnya dan kami mengistilahkan dengan kata "docking". Jadi disini semua dimintai pendapat dan masukan untuk diputuskan hasil akhir penilaian.
Besok adalah waktu docking untuk Golongan 1-3. Meskipun hari Minggu, namun kami tetap masuk kerja karena besok adalah ganti hari untuk libur lebaran. Saya didelegasikan atasan saya yang lagi cuti untuk menggantikan peran tersebut. Tugas yang berat namun harus aku lakukan karena sebagai kewajiban. Semoga saya bisa amanah dan hasilnya bisa diterima semua orang karena ini menyangkut karier, rejeki dan nasib orang. Niat saya adalah objektif tanpa ada kepentingan apapun di dalamnya. Semoga bernilai ibadah. Amin

Terkenal di pasar - pasar

Tanpa aku sadari, jabatan yang aku emban saat ini ternyata menjadi perhatian orang - orang di lingkungan sekitar tempat aku bekerja. Bahkan rata - rata orang di pasar, baik pembeli maupun penjual diam - diam mengenali aku. Awalnya aku tidak menyadarinya, namun ketika aku berani bantu aktifitas pekerjaannya ternyata dia mengenaliku. Terus bercerita banyak tentang pekerjaan dia dan masa lalunya yang juga bekerja di tempat aku bekerja sekarang. Namun dia memilih berhenti dan jualan cilok telur goreng. Bahkan waktu aku mengajak istri waktu belanja juga ada satu pedagang yang comment tumben ada gandengannya, biasanya sendirian dia bercerita ke kami. Ini membuktikan secara diam - diam mengenaliku. Bahkan orang - orang kalau melihat kami, seolah menatap ingin menyapa, makanya sekarang kalau di pasar aku pasang muka senyum siap disapa dan menyapa. Apalagi aku kalau ke pasar bersama istri dan dengan romantisnya aku membawakan bawa belanjaannya.
Pagi ini pun kami pergi ke pasar Tungging lagi. Disamping memanfaatkan hari libur juga untuk belanja kebutuhan sehari - hari kami. Didukung cuaca yang mendung dan kemarin selesai gajian para karyawan, pasar sangat ramai pagi ini. Banyak kami jumpai orang - orang yang kami kenal, di sana. Hal yang berkesan hari ini adalah kami diberi seekor belut sama pedagang ikan di sana. Awalnya sich kami antri untuk membeli lele titipan tetangga. Namun di sana ada belut dan aku pingin beli belut, sekalian lama gak makan sambal belut pikirku. Akan aku jadikan sambal belut untuk sarapan pagi ini. Untuk diketahui, istriku sangat takut dengan belut dan menunjukkan ekspresi takut ke aku dan pedagannya. Jadi ketika aku tanya harga belut yang aku pilih, dia bilang sudah bawa saja untuk mainan mbaknya. hehehe lumayan dapat gratis belut. Mungkin karena atas dasar psikologi antara pedagang dan pembeli.
Sesampai kami di rumah istri memasak sayur bening dan aku membakar belut untuk aku jadikan sambal sedap belut. Sangat nikmat dipadu dengan hangatnya nasi membuat pikiran melayang layang.

Sunday, May 31, 2015

Pasar Tungging

Di dunia ini banyak sekali kita jumpai jenis pasar. Bahkan keberadaan pasar sudah ada sejak jaman dahulu kala sebelum manusia mengenal uang. Sampai sekarangpun keberadaan pasar sangat dibutuhkan dan bentuk serta macamnya beragam. Dari pasar tradisional yang bisa kita lihat nyata sampai pasar modern yang hanya bisa kita bayangkan tanpa kita bisa melihat secara langsung barang maupun orang secara langsung. Hanya sebuah transaksi sepakat dan deal. Bahkan sekarang sudah jamannya internet, orang berbelanja sudah menggunakan sistem online.
Namun di sini aku akan bercerita tentang pasar yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya daerah orang Banjar. Namanya pasar tungging, istilah tungging adalah berasal dari bahasa Banjar yang artinya jongkok. Pasar tungging hanya ada sekali dalam seminggu dan jadwalnya berpindah - pindah. Misalnya di Desa Hayup, ada pasar tungging setiap hari Sabtu malam Minggu. Di Haruai setiap Senin sore dan di desa Mahe setiap hari Selasa sore. Kalau di Mabuun setiap Jumat sore jadwal pasar tunggingnya dan jadwal lainnya saya belum hapal. Pasar Tungging rotasinya adalah mingguan, mirip dengan pasaran di Jawa, hanya kalau di Jawa pasaran atau rotasinya 5 hari sekali didasarkan pasaran yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan Legi. Dagangan yang dijual di pasar tungging bermacam - macam, dari semua jenis pakaian, ikan segar, telur, bumbu - bumbu, sayuran, saprodi dan kosmetik. Bahkan sering dijumpai operataor seluler juga menjajakan dagangannya di sana menggunakan mobil. Kebanyakan pedagang bumbu dapur, pakaian dan ikan serta telur membawa mobil. Mereka keliling setiap hari, jadi mereka berjualan setiap hari namun harus berkeliling menyesuaikan rotasi pasar tungging.
Suasana Pasar Tungging di Kec. Haruai
Kalau anda berkunjung ke Kalimantan Selatan jangan lewatkan pergi ke pasar Tungging dan nikmati sensasinya.

Saturday, May 30, 2015

Soto ayam khas Rumah Ngawi

Sebelum menulis tentang soto, aku akan bercerita tentang diriku yang sangat menyukai makanan soto. Tapi meskipun suka makanan ini, lidahku sangat selektif dalam menilai rasa soto. Bahkan sepanjang perjalananku mengarungi kehidupan, hanya ada beberapa yang berhasil menaklukan lidahku untuk memberi nilai enak. Soto yang paling aku suka adalah soto bikinan rumah Ngawi, dan kebanyakan soto yang dibikin pada saat acara hajatan di daerahku. Kedua soto Lamongan cak Ir di jalan Kerto-kertoan Malang. Dan baru saja menemukan tempat nyoto enak di kota Tanjung, tepatnya soto Surabaya cak Doel. Rasanya mengingatkan soto ayam Lamongan cak Ir saat di hidup di Malang.
Semua soto tersebut tentunya mempunyai rasa yang berbeda dan pasti bumbu, cara masaknya pasti berbeda. Saya gak tahu rahasia dari masing - masing warung tersebut. Hanya saja saya akan berbagi bumbu soto rumah Ngawi. Soto di rumahku, berbeda dengan soto kebanyakan di Ngawi, jadi benar - benar spesial. Meskipun sama dengan kebanyakan soto di kampungku saat warga ada hajatan maupun selamatan. Bumbu soto yang aku ceritakan tadi ialah hampir sama dengan kebanyakan soto lainnya, mungkin cara dan dosisnya saja yang berbeda.
Bumbu - bumbu tersebut adalah :
1. Garam
2. Ketumbar
3. Merica
4. Jintan
5. Kemiri
6. Daun salam
7. Sere
8. Daun jeruk purut
9. Jahe bakar
10. Kelapa sewawar (untuk santan)
11. Tomat
12. Bawang prei
13. Kayu manis
14. Kapulaga
15. Pala
16. Bawang putih
17. Bawang merah (hampir kelupaan)
16. Penedap masakan (royco/masako)
Sedangkan untuk sayurnya, sebagai topping nya adalah:
1. Mihun/soon
2. Kobis
3. Sledri
4. Kecap
5. Tauge kacang hijau (caparcilik)
6. Bawang goreng
7. Kentang goreng
8. Sambal bagi yang suka pedas
Cara membuatnya ialah mengulek bumbu - bumbu, pertama garam, ketumbar, merica,jintan, bawang putih, bawang merah, kunir (ukuran satu kelingking) yang sudah dikukus. Selanjutnya memarut kemiri dan dicampurkan pada bubu yang sudah diulek tadi. Dan tambahkan jahe bakar pada racikan bumbu tersebut. Kemudian bumbu tersebut digoreng gongso (minyak sedikit sekali). Kemudian merebus air untuk kuah sotonya, bila ada kuah dari kaldu akan menambah kenikmatan soto. Biarkan sampai mendidih kemudian masukan bumbu, santan, (daun salam, sere, jeruk purut, laos) yang diikat rafia  biar gak ambyar, penyedap masakan, 1 buah tomat iris dibagi 4, bawang prei. Kayu manis, kapulaga, pala sedikit saja, karena kalau kebanyakan rasanya tidak enak. Demikian kuah soto sudah siap disajikan. Kemudian siapkan toppingnya dan sambalnya. Sayur - sayuran tadi diiris iris sesuai selera. Untuk sambal ialah sambal bawang tapi untuk cabenya dikukus dulu dan setelah diuleg diberi kuah soto akan membuat rasana nendang. demikianlah cara membuat soto ayam ala rumah di Ngawi. Dijamin enak, karena saya, orang yang pilih - pilih makanan saja bilang enak.  Selamat mencoba dan selamat merasakan tendangan kenikmatan soto ayam khas rumah Ngawi.

Sunday, November 23, 2014

Kota Tanjung

Sudah hampir 5 bulan saya tinggal di Kota Tanjung, Kalsel. Tepatnya di Kabupaten Tabalong. Sudah lama pula aku tidak menulis di blog ini. Tiba - tiba hari ini keinginan nulis di blog dan didukung dengan adanya fasilitas wifi keinginan itu bisa terpenuhi. Sebenarnya untuk tinggal saya, berjarak kurang lebih 45 menit perjalanan darat dari kota Tanjung. Lebih tepatnya di Kecamatan Haruai. Di sini penduduk didominasi oleh suku Banjar dan bahasanya pun rata - rata memakai logat Banjar. Lain dengan waktu di Kaltim dulu, meskipun ada suku Dayak di sana, bahasa Dayak tidak banyak digunakan dalam percakapan sehari - hari. Pembangunan infrastruktur jalan di sini bisa dibilang bagus dan hal ini yang membuat perekonomian masyarakat lebih maju. Kebanyakan mereka mempunyai kebun karet sebagai mata pencaharian mereka. Komoditas ini tidak berdampak signifikan terhadap kerusakan jalan. Maka banyak jalan kebun yang sudah diaspal.
Kota Tanjung merupakan ibu kota Kabupaten Tabalong, Propinsi Kalimantan Selatan. Di Kalimantan rata - rata sebuah Kabupaten mempunyai kota sebagai ibu kotanya. Lain dengan propinsi di wilayah Indonesia lainnya yang nama kabupaten juga merupakan nama kotanya. Kota Tanjung sangat pesat perkembangannya meskipun kota ini ialah kota perbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Tugu obor menjadi ikon kota Tanjung yang obor tersebut dahulunya bisa mengeluarkan api dari alam. Namun saat ini api tersebut padam dan hanya tampak tugu dengan kokohnya berdiri di tengah kota. Di sini ada tempat karaoke Inulvista, hotel berbintang, yaitu hotel Aston Tanjung dan hotel Jelita dan banyak hotel melati sebagai parameter disebut kota. Banyak rumah makan yang layak dikunjungi, salah satunya ayam bakar wong solo, warung kalijo (Kalimantan Jowo) yang menyajikan bebek goreng sebagai menu andalannya. Kalau berkunjung ke sini, jangan lupa sempatkan mampir di sana untuk kuliner.

Wednesday, March 05, 2014

Omong kosong mutasi

Janji yang pernah diucapkan oleh manajemen adalah maksimal 3 tahun kerja di sini, akan dimutasi. Tempat baru harus mau menerima apapun yang terjadi kalau dapat mutasian dari perusahaan multi dahsyat ini. Sangat dahsyat kengerian perusahaan ini sampai setiap orang yang dimutasikan ke sini pasti dijanjikan promosi dan kehidupan yang lebih layak. Hal tersebut saya kira sudah cukup untuk menggambarkan kengerian di sini.
Banyak sekali tempat ini melahirkan orang - orang melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Journey the next level istilah kerennya. Jadi prestasi nyata ialah pernah menyeberang sungai dengan ces ialah sudah cukup. Hal ini menciptakan iklim kerja yang tidak sehat, namun hanya iklim saja yang dampaknya hanya bisa dirasakan oleh kawasan terdampak. Yaitu di areal remote area zona neraka saja yang nyata masuk dalam kategori wilayah terdampak ring satu. Setiap orang yang datang, pasti orang tersebut dijanjikan sesuatu, itu yang menjadi pikiran penghuni wilayah terdampak. Hanya weekend dan PES yang membuat orang - orang penghuni wilayah terdampak bisa survive. Utang koperasi juga menjadi alasan untuk survive. Hanya tuhan yang tahu teriakan dan isi hati orang - orang luar biasa tersebut.
Sudah 3 tahun lebih aku di sini dengan segala kesenangan dan kesedihannya. Menunggu 3 tahun untuk dimutasi menunggu janji yang pernah terucap. Namun omong kosong dan bullshit  dengan segala janji. Mungkin janji itu adalah sebagai obat tidur sementara bukan obat penyakit yang sesungguhya. Setelah bangun tidur penyakit itu datang dan terasa lagi, begitu dan seterusnya. 
Tambah sakit lagi ketika sudah mati - matian memikirkan kewajibannya, namun nasib tidak dipikirkan sama sekali. Lebih dari 3 tahun, stagnan, tetap, tidak ada perubahan di status golongan. Padahal di lain tempat perubahan golongan itu sudah terjadi setahun lalu. Jadi ada apa tempat ini? Ataukah ada apa dengan aku? Kalau aku, berarti maafkan aku dosen-dosenku, guru-guruku, teman-temanku yang selama ini kenal aku. Kalian semua salah menilai aku.
Hanya satu yang masih bisa menggerakkan langkahku maju. Harapan, satu kata itu yang masih memaksa aku menatap ke depan. Jangan main - main dengan harapanku, kalau sudah kau mainkan dan kamu padamkan, aku memilih jalanku sendiri.

Sunday, January 06, 2013

Tidak ada gaji ke-12

Kalau orang ramai - ramai cerita tentang gaji ke-13, maka kami di sini ramai - ramai meratapi nasib karena tidak menerima gaji ke-12, bukan gaji ke-13.

Awal tahun

Di tahun 2013 pasti banyak harapan baru yang dijadikan resolusi tahun 2013.

Monday, October 08, 2012

Monday, September 24, 2012

Weekend di sini



Kata weekend malah bikin saya ngenes memikirkan hidup. Saat ini di saat semua merayakan hari kemerdekaan saya harus terkungkung di rumah. Tidak bisa menikmati hari yang seharusnya digunakan untuk liburan. Cost untuk bisa menikmati liburan adalah mahal. Mahal di sini tidak berarti hanya nominal yang besar tapi lebih dari itu. Tidak sebanding dengan apa yang kita keluarkan untuk mendapatkan sedikit kenikmatan. Kita harus menempuh jarak kurang lebih 45 menit untuk sekadar sampai ke kota kecamatan. Di sana jangan dibayangkan sebuah tempat rekreasi yang berisi orang piknik atau sekadar santai di tempat wisata. Namun hanya sebuah pasar tradisional yang menawarkan barang belanjaan kebutuhan sehari – hari kita. Dan memang di sana satu – satunya tempat belanja yang lebih murah disbanding kita tidak keluar. Harga barang – barang di sana seperti iblis yang diusir dari tanah Jawa kalo saya membahasakannya . Karena mahalnya harga barang – barang di sini. Bisa selisih 40 – 50 %, bahkan untuk harga bensin bisa mencapai 100 % lebih mahal dibandingkan dengan bandrol pemerintah. Banyak orang antri di POM bensin dan banyak yang tidak dapat namun di sekitaran tempat tersebut berjajar orang jual bensin eceran. Pertanyaan saya ialah, kenapa orang –morang bisa mengecer dan stoknya dia dapat dengan mudah.  Lain lagi kalo kita tengok ke pasar, harga buah dan sayur sangat mahal, apalagi yang tidak bisa ditanam di tanah Borneo. Namun tidak ada pilihan bagi saya untuk tidak pergi ke sana kalau pingin sedikit lebih hemat. Pergi ke sana juga tidak hanya dibatasi jarak yang jauh, namun juga harus menyeberang sungai dengan menggunakan jasa ces dan setiap menyeberang kita harus mengeluarkan uang Rp. 25.000,00 – Rp 40.000,00 sekali menyeberang tanpa ada jaminan keselamatan konsumen.  Jangan coba – coba berani menyeberang kalau tidak punya nyali. Ada teman saya yang bergemetaran sampai di tengah sungai dan sampai digantikan temen satunya sebagai joki memegang motor yang di seberangkan. Sebenarnya ada janji dari perusahaanku untuk memberi waktu khusus tiap 3 bulan sekali untuk pergi ke kota Samarinda dan disediakan mobil dari perusahaan. Namun janji itu sampai sekarang masih bisa kita tagih karena belum terpenuhi janji tersebut. Kapan janji itu terpenuhi, mungkin hanya Tuhan saja yang tahu.
Sungguh sangat ngenes kalau dipikir dalam – dalam, makanya saya gak mau mikir dalam – dalam supaya tidak ngenes. Kita nikmati hidup ini dengan memandang orang – orang di sekitar kita dan menatap masa depan dengan optimis.

Sunday, September 23, 2012

Weekend di sini



Kata weekend malah bikin saya ngenes memikirkan hidup. Saat ini di saat semua merayakan hari kemerdekaan saya harus terkungkung di rumah. Tidak bisa menikmati hari yang seharusnya digunakan untuk liburan. Cost untuk bisa menikmati liburan adalah mahal. Mahal di sini tidak berarti hanya nominal yang besar tapi lebih dari itu. Tidak sebanding dengan apa yang kita keluarkan untuk mendapatkan sedikit kenikmatan. Kita harus menempuh jarak kurang lebih 45 menit untuk sekadar sampai ke kota kecamatan. Di sana jangan dibayangkan sebuah tempat rekreasi yang berisi orang piknik atau sekadar santai di tempat wisata. Namun hanya sebuah pasar tradisional yang menawarkan barang belanjaan kebutuhan sehari – hari kita. Dan memang di sana satu – satunya tempat belanja yang lebih murah disbanding kita tidak keluar. Harga barang – barang di sana seperti iblis yang diusir dari tanah Jawa kalo saya membahasakannya . Karena mahalnya harga barang – barang di sini. Bisa selisih 40 – 50 %, bahkan untuk harga bensin bisa mencapai 100 % lebih mahal dibandingkan dengan bandrol pemerintah. Banyak orang antri di POM bensin dan banyak yang tidak dapat namun di sekitaran tempat tersebut berjajar orang jual bensin eceran. Pertanyaan saya ialah, kenapa orang –morang bisa mengecer dan stoknya dia dapat dengan mudah.  Lain lagi kalo kita tengok ke pasar, harga buah dan sayur sangat mahal, apalagi yang tidak bisa ditanam di tanah Borneo. Namun tidak ada pilihan bagi saya untuk tidak pergi ke sana kalau pingin sedikit lebih hemat. Pergi ke sana juga tidak hanya dibatasi jarak yang jauh, namun juga harus menyeberang sungai dengan menggunakan jasa ces dan setiap menyeberang kita harus mengeluarkan uang Rp. 25.000,00 – Rp 40.000,00 sekali menyeberang tanpa ada jaminan keselamatan konsumen.  Jangan coba – coba berani menyeberang kalau tidak punya nyali. Ada teman saya yang bergemetaran sampai di tengah sungai dan sampai digantikan temen satunya sebagai joki memegang motor yang di seberangkan. Sebenarnya ada janji dari perusahaanku untuk memberi waktu khusus tiap 3 bulan sekali untuk pergi ke kota Samarinda dan disediakan mobil dari perusahaan. Namun janji itu sampai sekarang masih bisa kita tagih karena belum terpenuhi janji tersebut. Kapan janji itu terpenuhi, mungkin hanya Tuhan saja yang tahu.
Sungguh sangat ngenes kalau dipikir dalam – dalam, makanya saya gak mau mikir dalam – dalam supaya tidak ngenes. Kita nikmati hidup ini dengan memandang orang – orang di sekitar kita dan menatap masa depan dengan optimis.

Weekend di sini



Kata weekend malah bikin saya ngenes memikirkan hidup. Saat ini di saat semua merayakan hari kemerdekaan saya harus terkungkung di rumah. Tidak bisa menikmati hari yang seharusnya digunakan untuk liburan. Cost untuk bisa menikmati liburan adalah mahal. Mahal di sini tidak berarti hanya nominal yang besar tapi lebih dari itu. Tidak sebanding dengan apa yang kita keluarkan untuk mendapatkan sedikit kenikmatan. Kita harus menempuh jarak kurang lebih 45 menit untuk sekadar sampai ke kota kecamatan. Di sana jangan dibayangkan sebuah tempat rekreasi yang berisi orang piknik atau sekadar santai di tempat wisata. Namun hanya sebuah pasar tradisional yang menawarkan barang belanjaan kebutuhan sehari – hari kita. Dan memang di sana satu – satunya tempat belanja yang lebih murah disbanding kita tidak keluar. Harga barang – barang di sana seperti iblis yang diusir dari tanah Jawa kalo saya membahasakannya . Karena mahalnya harga barang – barang di sini. Bisa selisih 40 – 50 %, bahkan untuk harga bensin bisa mencapai 100 % lebih mahal dibandingkan dengan bandrol pemerintah. Banyak orang antri di POM bensin dan banyak yang tidak dapat namun di sekitaran tempat tersebut berjajar orang jual bensin eceran. Pertanyaan saya ialah, kenapa orang –morang bisa mengecer dan stoknya dia dapat dengan mudah.  Lain lagi kalo kita tengok ke pasar, harga buah dan sayur sangat mahal, apalagi yang tidak bisa ditanam di tanah Borneo. Namun tidak ada pilihan bagi saya untuk tidak pergi ke sana kalau pingin sedikit lebih hemat. Pergi ke sana juga tidak hanya dibatasi jarak yang jauh, namun juga harus menyeberang sungai dengan menggunakan jasa ces dan setiap menyeberang kita harus mengeluarkan uang Rp. 25.000,00 – Rp 40.000,00 sekali menyeberang tanpa ada jaminan keselamatan konsumen.  Jangan coba – coba berani menyeberang kalau tidak punya nyali. Ada teman saya yang bergemetaran sampai di tengah sungai dan sampai digantikan temen satunya sebagai joki memegang motor yang di seberangkan. Sebenarnya ada janji dari perusahaanku untuk memberi waktu khusus tiap 3 bulan sekali untuk pergi ke kota Samarinda dan disediakan mobil dari perusahaan. Namun janji itu sampai sekarang masih bisa kita tagih karena belum terpenuhi janji tersebut. Kapan janji itu terpenuhi, mungkin hanya Tuhan saja yang tahu.
Sungguh sangat ngenes kalau dipikir dalam – dalam, makanya saya gak mau mikir dalam – dalam supaya tidak ngenes. Kita nikmati hidup ini dengan memandang orang – orang di sekitar kita dan menatap masa depan dengan optimis.

Sunday, September 16, 2012

Cuti tahun ini

Untuk tahun 2012 ini, hak cuti saya saya sisakan 1 hari saja. Jadi lumayan lama aku di Jawa karena sejak tanggal 14 Agustus - 10 September 2012 saya tidak berada di tempat kerja. Cuti kali ini banyak sekali agenda yang aku kerjakan. Berkumpul dengan keluarga, silaturahmi, nikahan saudara, silaturahmi ke Banyuwangi, bertemu sahabat lama dan Silatnas HmI di Malang. Masih banyak lagi agenda yang tidak saya tulis di sini karena lagi malas nulis dan males mikir.
Ada pula tawaran untuk kembali ke kampusku dulu. Back toCampus untuk meneruskan jalanku yang sebenarnya.

Thursday, August 02, 2012

Info Lowongan CPNS tahun 2012

Meskipun saya sudah bekerja, saya mau share info lowongan kerja CPNS tahun 2012. Test akan dilaksanakan serentak pada tanggal 8 September 2012 untuk menghindari calon mendaftar lebih dari satu instansi yang membuka lowongan kerja. Diharapkan kesempatan semakin terbuka.
Silakan yang berminat menjadi PNS (Pegawai Negara Sendiri)

Daftar Nama 23 Instansi Pusat yang ditetapkan melakukan rekruitmen CPNS 2012 :
1. Kemenko Polhukam www.polkam.go.id
2. Kementerian Dalam Negeri (IPDN) www.depdagri.go.id
3. Kementerian Luar Negeri https://e-cpns.kemlu.go.id/recruitment/berita/detail/61
4. Kementerian Hukum dan Ham http://cpns.kemenkumham.go.id/cpns/
5. Kementerian Keuangan http://rekrutmen.depkeu.go.id/Pengumuman_reghtml.asp
6. Kementerian Perdagangan http://www.kemendag.go.id/files/banners/file_ina/Pengumuman%20Rekrutmen%20CPNS%20Kemendag%20Tahun%202012_5.pdf
7. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi http://www.depnakertrans.go.id/ayamjago/doc/Pengumuman.pdf
8. Kementerian Kesehatan http://www.ropeg-kemenkes.or.id/cpns2012.php
9. Kementerikan Pendidikan dan Kebudayaan (khusus dosen) http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/sites/default/files/cpns_10Juli2012.pdf (Pengumuman lebih lanjut pada awal Agustus 2012)
10. Kementerian Sekretaris Negera http://www.setneg.go.id/images/stories/image-news/kontributor/kepegawaian/072012_pengumuman_penerimaan_cpns_2012.pdf
11. Setjen BPK www.bpk.go.id
12. Sektetariat Mahkamah Agung http://mahkamahagung.go.id/rnews.asp?bid=3172
13. Badan Pusat Statistik (BPS) www.bps.go.id
14. Badan Intelejen Negara http://www.bin.go.id/karir/detil/107/9/28/06/2012/penerimaan-calon-pegawai-negeri-sipil-badan-intelijen-negara
15. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) http://rekrutmen.bpkp.go.id/
16. Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) http://lowongan.bppt.go.id/
17. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) http://www.bkpm.go.id/img/cpns_2012.pdf
18. Badan Pertanahan Negera (BPN) http://www.bpn.go.id/Beranda/Berita—Artikel/Berita/PENERIMAAN-CALON-PEGAWAI-NEGERI-SIPIL-BADAN-PE-%281%29.aspx
19. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) www.pom.go.id
20. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Sestama/Biro_Umum/PENERIMAAN_CALON_PEGAWAI_NEGERI_SIPIL_-_CPNS_BMKG_TAHUN_2012.bmkg
21. BNP2TKI http://bnp2tki.go.id/info-mainmenu-281/6996-pengadaan-cpns-di-lingkungan-bnp2tki-2012.html
22. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) http://www.lkpp.go.id/v2/files/content/file/13072012170838pengumuman%20cpns%202012.pdf
23. Badan Narkotika Nasional (BNN) www.bnn.go.id

Daftar nama 21 Pemda yang ditetapkan melakukan rekruitmen CPNS 2012
1. Kabupaten Labuhan Batu Selatan www.labuhanbatuselatankab.go.id
2. Kota Sungai Penuh http://www.sungaipenuhkota.go.id/
3. Kabupaten BanyuAsin http://www.banyuasinkab.go.id/
4. Kabupaten Musi Rawas http://www.musi-rawas.go.id/
5. Kabupaten Empat Lawang http://www.empatlawangkab.go.id/
6. Kota Lubuk Linggau http://www.lubuklinggau.go.id/
7. Kabupaten Lebong http://www.lebongkab.go.id/
8. Provinsi Bangka Belitung http://www.babelprov.go.id/
9. Kabupaten Bangka Barat http://www.bangkabaratkab.go.id/
10. Kabupaten Bangka Tengah http://www.bangkatengahkab.go.id/
11. Kabupaten Anambas http://www.anambaskab.go.id/
12. Kabupaten Bogor http://www.bogorkab.go.id/
13. Kota Bandung http://www.bandung.go.id/
14. Provinsi Kalimantan Tengah http://www.kalteng.go.id/
15. Provinsi Bali http://www.baliprov.go.id/
16. Kabupaten Badung http://www.badungkab.go.id/
17. Kota Balikpapan http://www.balikpapan.go.id/
18. Kabupaten Tojo Una Una http://www.tojounaunakab.go.id/
19. Kabupaten Manggarai Timur http://www.manggaraitimurkab.go.id/
20. Kabupaten Tulang Bawang http://www.tulangbawangkab.go.id/
21. Provinsi Jawa Timur http://www.jatimprov.go.id/

Monday, July 30, 2012

Mutasi Internal

Kemarin saya diberitahu oleh atasan saya bahwa saya akan dimutasi dari Afdeling Echo ke Afdeling Mike. Saya diminta oleh Kepala Kebun Rayon 3 untuk mengisi jabatan Kepala Afdeling Mike yang kepala afdeling terdahulu dimutasi ke Afdeling Fanta. Permintaan itu memang khusus oleh Kepala Kebun rayon 3. Saya tidak tahu motivasi dan tujuan dari mutasi internal PT ini. Namun berita ini memang melegakan hati karena sudah hampir 2 tahun saya memegang afdeling Echo dengan segala handicap nya, baik manusia maupun arealnya.
Semoga dengan adanya perubahan tempat kerja, saya lebih bisa menunjukan potensi yang selama ini belum optimal. Saya akan bertekad untuk membuktikan bahwa saya bisa. Banyak pekerjaan rumah yang menjadi perhatian saya ketika banyak informasi bahwa Man Power di Afdeling Mike hampir sama dengan Afdeling Echo, tempat kerja saya dulu. Berarti saya harus bekerja keras untuk membuat kebun saya settle. Manusia adalah kunci keberhasilan suatu perkebunan. Kalau berhasil membina sumber daya manusia kebun dan sistem bisa kita ciptakan, maka pekerjaan kita akan menjadi ringan.

Sunday, April 22, 2012

Syukuran Ayam Bakar

Kemarin sepulang kerja, tiba - tiba ada telp yangmengajak ke acara syukuran makan ayam bakar di blok. Dan ayam bakar ini pun bukan sekadar ayam bakar yang dijial di pasaran melainkan ayam bakar yang dibakar sendiri dan dilakukan di dalam areal tanam kelapa sawit di kebunku. Di dalam blok 20 Afd. OJ. Ada pembantaian 8 ekor ayam kampung yang selanjutnya dibakar lengkap dengan bumbu-bumbunya. Sungguh luar biasa nimatnya sore kemarin. Semoga kenikmatan - kenikmatan seperti ini bisa saya rasakan terus dengan growth di atas 50% tiap bulannya. Amin

Thursday, April 19, 2012

Sebuah desa pedalaman


Pernah juga waktu pernikahan kerani umum dengan kerani pabrik di salah satu desa di pedalaman Kalimantan saya ikut hadir di sana. Saya seolah jalan mundur ke zaman yang pernah dipelajari waktu sekolah di MTs dahulu. Diceritakan di pelajaran waktu itu bahwa orang dahulu memilih menetap di pinggir sungai. Hal ini juga masih terjadi di sini. Dan transportasi utama ke sini adalah masih menggunakan kapal yang lewat sungai besar. Ada beberapa rumah di sana dan diisi dalam satu suku dan agama.
Photo itu menunjukan saya lagi berphose dengan hasil karya seni orang sana dan berlatar belakang sungai. Sepasang patung itu harganya ialah Rp. 50.000.000,00. Sangat mahal untuk seukuran orang seperti saya, namun menjadi wajar menurut mereka. Jangan pernah meniru patung itu walau mudah menirunya apalagi untuk kita komersilkan. Kita bisa dituntut oleh mereka. Setiap suku mereka mempunyai ciri khas ukiran tersendiri, dan kalau kita tidak bisa menunjukannya maka kita bisa dituntut. Itulah yang dijal mereka sehingga harnganya bisa mencapai segitu.

Tuesday, April 17, 2012

Long Melah

Hari ini saya ke desaLong Melah, sebuah desa di pinggiran sungai Telen, Kalimantan Timur. Ada orang tua dari mandor yang meninggal dunia hari ini. Saya dan rombongan ta'ziah ke sana. Jarak 30 km dari tempat tinggal saya sekarang kami meluncur ke sana di siang hari di mana jalan sangat berdebu hingga membuat gak nyaman dalam perjalanan. Sampai di sana, saya harus menyeberang sungai melalui jembatan gantung. Di desa tersebut didominasi oleh warga Dayak Kayan dan sebagian pendatang. Agama yang dianut kebanyakan ialah Kristen Protestan dan sebagian Islam. Namun mereka hidup berdampingan damai. Dapat cerita dari mereka bahwa warga Dayak Kayan itu masih ada hubungan keturunan Korea. namun mereka merasa bahwa kondisinya jauh berbeda karena mereka merasa tertinggal dan hanya menguasai hutan. Sedangkan sadara mereka menguasai technologi dan mengikuti zaman.
Semenjak banyak perusahaan dibangun di sana, kehidupan mereka juga meningkat. Namun kadangmereka masih merasa tidak sadar dan tidak merasa puas dengan apa yang dicapai saat ini.

Sunday, April 15, 2012

Pak Poh Islam pulang



Kemarin saya dapat berita melalui SMS dari keluarga di rumah bahwa pak Poh ku meningal dunia. Pak Poh biasa saya manggilnya dengan nama asli Islam. Beliau adalah kakak tertua dari keluarga ibuku. Beliau yang selalu tidak jenuh membimbing dan mengarahkan keluarga kami sebagai anak yang paling bungsu. Apalagi semenjak bapak meninggal tahun 2006 yang lalu. Pak Poh ini mempunyai pemikiran ke depan dan mengutamakan pendidikan anak - anaknya. Beliau mengidamkan cucu laki - laki dan alhamdulillah sudah dikaruniai 1 cucu laki - laki dari 10 cucunya. Karena dari ke empat anakna semua berjenis kelamin perempuan. Dan setiap menerima cucu, pasti jenis kelaminnya perempuan.
Sekarang beliau sudah meninggal dunia dan meninggalkan cerita manis untuk dikenang. Banyak nasehat yang tak lekang oleh zaman. Selamat jalan pak Poh, semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amin