Tuesday, February 07, 2012
Banyak alasan vs satu alasan
Monday, February 06, 2012
Sabak hati
Friday, January 20, 2012
Hukum Berpikir Positif dalam Kehidupan
Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.” Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.
http://gokil-online.com/5563/hukum-berpikir-positif-dalam-kehidupan/
Saturday, January 14, 2012
Garis Tangan
Secara kesepakatan masih bisa diraih, walaupun berat. Namun secara potensi sangatlah jauh, karena potensi akan mengabaikan handicap yang ada. Semua yang saya tangani ialah handicap dan ini mungkin sudah menjadi garis tangan saya. Saya belum bisa nyenyak tidur kalau orang - orang melupakan handicap saya.
Thursday, December 29, 2011
Terpendam rasa
Sunday, December 11, 2011
Syukuri, nikmati
Hanya sedikit orang yang mampu mensyukuri nikmat Tuhan selama ini. Akupun hanya sebatas teori dan dalam tahap pelaksanaan harus perlu banyak belajar lagi. Pada hari ini pun aku juga masih galau. Mana mungkin ada kata galau dalam kamus orang - orang yang bisa bersyukur. Kapan perasaan ini hilang? Sudah beberapa hari ini rasa itu selalu menyelimuti hidupku. Support - support yang selama ini datang seolah hanya bisa sebagai obat penenang saja, jika obat itu hilang effectnya perasaan itu tak segan untuk datang lagi. Apalagi waktu ini sudah akhir tahun yang kebanyakan orang sudah memasang resolusi baru untuk masa depan lebih baik. Jangankan resolusi, aktifitas untuk besok saja masih banyak keraguan. Sungguh bersyukurlah orang - orang yang masih bisa bersyukur.
Saturday, December 10, 2011
Kebahagiaan
Pagi - pagi
Monday, December 05, 2011
Tinggalkan atau maj terus
Saatnya menggapai ridlo illahi, pagi - pagi bener selagi fajar belum menampakkan keindahannya, masih malu karena masih sedikit cahayanya. Jangan sampai rejeki dicaplok ayam karena kita terlambat beraktifitas. Setiap pagi seperti itu, dan rejeki secara nominal tetep sama, GP dan tunjangan lainnya. Berarti kalau ada istilah jangan sampai bangun telat nanti rejeki dicaplok ayam itu mengisaratkan bahwa kita harus kerja keras namun untuk diri sendiri. Tidak bekerja sebagai pesuruh orang. Posisiku saat ini adalah pesuruh atau orang yang disuruh untuk bertanggungjawab dengan GP yang pasti tiap bulan. Haruskah aku tinggalkan atau go a head. Jawabannya ialah setelah melihat hasil tahun ini.
Sunday, December 04, 2011
Wajar
Kondisi seperti ini kukira sudah tidak sehat dan harus dirubah. Pilihannya ialah harus dirubah dari dalam atau kita berubah dengan meninggalkannya. Makanya waktu kemarin saat di kantor ada pertanyaan tentang kondisi dan suasana di sini. Dan pernyataan suatu kewajaran keluar dari perkataan beliau. Mungkin beliau melihat aku selama di sini dan membuat kesimpulan yang mirip dengan realitas yang kualami.
Sunday, November 20, 2011
Pekerjaan Sosial
Di Indonesia yang benar yang menang dan itu yang terjadi saat ini. Kalimat itu pun seolah masih pantas disematkan karena kita tidak sadar dan dilenakan dengan kenyamanan yang kita dapat selama ini. Padahal yang merasakan demikian adalah hanya sebagian kecil dari masyarakat kita. Masyarakat kita juga harus belajar sendiri untuk sekadar bisa berjalan, berbicara. Tidak ada bimbingan maupun didikan yang diberikan oleh orang - orang yang dilenakan. Mereka berjalan tanpa arah karena tidak ada yang mengarahkan dan tidak tahu benar atau salah karena semua yang dia jalankan mereka anggap benar.
Sekarang kita butuh penggerak, pioner dan pematik kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah bagaimana cara kita memberi sesuap nasi bagi penggerak tersebut. Karena mereka sudah terlebih dahulu ditawarkan sepiring nasi sambil diperlihatkan segenggam berlian. Butuh konsep baru untuk membuat lowongan pekerjaan baru "pekerja sosial". Yang terjadi saat ini adalah setiap lowongan pekerjaan, tidak pernah kita temui pekerjaan jenis ini. Pekerjaan ini harus sama dengan pekerjaan - pekerjaan lainnya yang punya ukuran jelas didasarkan dari ilmu pengetahuan, ketrampilan dan nilai - nilai pekerjaan sosial. Tidak hanya sebagai voulenteer atau juga dikenal dengan sebutan relawan. Tugas teman - teman semua untuk merumuskan kembali dan membuat konsep baru tentang pekerjaan sosial ini.
Tuesday, November 15, 2011
Mundur Selangkah
Sunday, November 06, 2011
Status beda
Takbiran di kebun
Meskipun tidak bisa seperti dahulu bersama - sama dengan saudara - saudara dan teman - teman lama, ada teman - teman dan saudara - saudara baru yang menggantikannya di sini. Sungguh luar biasa rasanya bisa bersama di tengah - tengah mereka. Rasa rindu yang menggebu seolah tertutupi dengan candaaan mereka. Tetes air mata yang akan jatuh tertahan oleh keakraban kami malam ini. Hanya sebuah rasa kebersamaan yang bisa membendung rasa ini tidak keluar.
Hari raya kurban dirayakan sebagai wujud kemenangan dari Nabi Ibrahim yang dengan cintanya kepada Allah mau menyembelih putra kesayangan, Nabi Ismail. Wujud apakah pengorbanan kita demi cinta kita pada tuhan kita? Selain berkurban hewan kurban sebagai wujud manivestasi dari cinta pada tuhan, banyak makna lainnya yang ada di dalamnya. Sedangkan kita apakah sudah mengorbankan kepentingan pribadi kita demi kepentingan sosial dan umat? Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan tindakan nyata.
Sunday, October 23, 2011
timbang tak bedil koen
Namun ada sedikit yang membuat semua itu jadi g nikmat, yaitu ketiga indikator signal ind**at ada tulisan "sos" yang berarti tidak bisa digunakan untuk apa-apa. operator lainpun ikut-ikutan menambah emosi hari ini, yup telk*m*el juga ikut menambah kemangkelan pagi ini. Buat daftar Tarif Miskin g bisa dan untuk menghubungi susahnya minta ampun. Kata sandi macan "Ampun bosssss!, ampunnn bos!!!, ampun - ampun matamu!", hahahahah. Jadi ingat Sandi, "kandanio", timbang tak bedil koen, dasar preman nusakambangan....". Kal lihat video itu masih ketawa sendiri dan mengobati rasa rindu di Malang.
Tuesday, October 11, 2011
SKS (Sistem Kebut Sehari)
Monday, October 10, 2011
Telephone kawan
Friday, October 07, 2011
Rasa kangen

Ternyata mitos itu kebetulan sama dengan cerita ku, dia juga sering melihat jam dengan angka kembar. Dan seolah itu menceritakan bahwa ada yang kangen dia, dan orang itu adalah aku sendiri. Belum ada satu minggu, kami berpisah rasa itu terlalu prematur hadir di sudut ruang rinduku. Menggelayut manja sesekali menggerlingkan mata indah bola pingpongnya membuat mata ini tertahan untuk menatapnya. Suatu perasaan yang bikin hati berkecamuk. Tuhan tolong jadikan rasa ini sebagai jalan menuju ridlo - Mu. Amiin.
Tuesday, October 04, 2011
Pengukuhan Sarjana
Rasa luar biasa yang tidak bisa digambarkan saya alami setelah tiga detik sehabis rektor UB mengucapkan, "Dengan mengucapkan بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØْمنِ الرَّØِيمِِ , dengan ini saya nyatakan dilantik". Langsung kalimat sakral itu saya jadukan status di facebook ku. Dan ada 18 comment di bawahnya yang berisi ucapan selamat dan doa - doa dari teman - teman. Tidak sampai di situ saja kebahagiaan itu, di luar sudah menunggu keluarga, adek2ku di komisariat dan teman - teman kuliah dulu. Ambil photo seolah menjadi menu wajib waktu wisuda di samping bisa dijadikan ajang silaturahmi. Senang dan bangga rasanya waktu itu, karena banyak yang dikorbankan oleh orang - orang luar biasa demi menghadiri acara prosesi wisudaku. Datang jauh dari luar kota, meninggalkan pekerjaan, dan segala bentuk aktifitas rutin demi datang untuk memberi ucapan selamat.
Seperti yang banyak ditanyakan oleh teman - teman bahwa waktu wisuda umumnya waktu yang tepat untuk memperkenalkan pendamping wisuda. Dan hari itu saya termasuk orang pada umumnya, ya saya mempunyai pendamping wisuda. Sungguh luar biasa hari bersejarah itu, sekaligus saya memperkenalkan kepada orang tua, teman, saudara dan sahabat - sahabat terdekatku. Saya sangat bersyukur pada Tuhan karena masih diberi hidayah untuk selalu bersyukur. Saya meyakini, bahwa dengan bersyukur, maka Tuhan akan menambah nikmat yang diberikan. Saya membuktikan itu, pun demikian dengan pendampingku yang selalu membisikkan kalimat itu di telingaku.
