Thursday, March 26, 2009
Kakanda yang lagi belajar dari jauh
Tuesday, March 24, 2009
Kampus
Tapi ada kejadian lucu kemarin waktu aku ke kampus, aku kesandung di jalan masuk menuju gedung BP, SOSEK Tanah. Meski sakit aku tahan, pura-pura gak sakit, kalau ada yang tahu lak yo isin ta aku...baru satu minggu aja gak ke kampus sudah lupa kalau di situ ada pancang besi. Kaki jadi memar setelah sampai di kontrakan.
Tapi kok aneh, rahasia kok ditulis,,,heheh. Kemarin pura2 gak sakit, sekarang malah ditulis...Tapi yang tahukan cuman dikit, So . . .Take it easy
Sunday, March 22, 2009
Caleg
Semoga beliau bisa jadi dan akan terus berjuang. Kalau punya hak pilih di sana, pilihlah belia, bukan karena partai, tapi karena personnya yang dengan niatan lurus terus berjuang di jalan kebenaran.
Thursday, March 12, 2009
Kepalsuan
Tuesday, March 10, 2009
Ibu kontrakan

Seiring berjalannya waktu, tidak sampai satu setengah bulan, seolah lupa akan janji dan status. Dengan mudah dia berucap kata-kata yang bertentangan dengan janji maupun ucapannya. Aku hanya diam saja dan mengikuti kata hati tanpa kata.
Hari ini, air mata menetes di pipi ketika ada SMS yang isinya mau pinjaem uang. Padahal saya sendiri sudah 2 hari ini hanya ada uang Rp. 1.500,00. Aku juga heran, kenapa dengan uang itu kok bisa bertahan 2 hari. Saya tidak minta makan, uang bahkan apapun kepada orang lain. Namun uang itu sampai sekarang masih utuh. Benar kata orang 'alim bahwa rejeki makan, sandang dan papan itu merupakan rejeki mutlak yang diberikan kepada setiap makhluk yang bernapas. Aku juga bisa berempati dengan dia, namun aku belum bisa berbuat banyak. Ya Allah kuatkan diriku dan jadikan saya tetap istiqomah di jalan-Mu.
Berat pegang janji
Monday, March 09, 2009
Mungkin saja
Sunday, March 08, 2009
Mana yang pernah diucapkan?
Nyambung gak sich dengan judulnya,,,...
Jika Hati Nurani Diam
Saturday, March 07, 2009
Mie Ayam Cak Kribo
Saya melihat di warung tersebut sangat menjaga kebersihan, namun cara yang digunakan tidak membuat saya nyaman. Masak yang jadi cleaning service, receptionist, koky dan kasir dilakukan cuma satu orang. Jadi malah terkesan jorok. Setelah membersihkan lantai, lalu masak dan melayani konsumen yang malakukan pembayaran...Memang sistem dagang bakso, atau memang sistem itu diambil dari warung ini ya?
Kajian keperempuanan
Friday, March 06, 2009
Bahagialah orang yang pakai logika
Thursday, March 05, 2009
Semedi di Sengkaling
Hampir 38 jam aku di sana. Semoga menjadi berkah. . .
Tuesday, March 03, 2009
Tamu - tamu dari Ngawi
Sunday, March 01, 2009
Besuk orang sakit di Kediri
Friday, February 27, 2009
Perjuangan penelitian
Rapat harlah
Wednesday, February 25, 2009
Kajian Rutin HMI
Strategi Jitu Sukses Akademis dan Organisasi1)
Joko Widodo2)
Menjadi mahasiswa merupakan sebuah anugerah, apalagi menjadi mahasiswa di republik ini. Mahasiswa tergolong kelompok minoritas dan elite. Mayoritas lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) tak mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri (PTN), bahkan ke PT swasta (PTS) kecil dan murah sekalipun.
Status kita saat ini adalah mahasiswa, secara social – psikologis tentulah sangat bergengsi. Akan tetapi janganlah berlama-lama menikmati kebanggaan ini. Status kelompok elite ini tak perlu pula disombongkan. Ketika kita berada di atmosfir kampus yang kita alami saat ini, kita pasti tahu, masih sangat banyak lulusan SLTA yang mampu memasuki PT dalam/luar negeri yang jauh lebih bagus dan bergengsi daripada kita. Kita berada dalam sebuah arena pertarungan yang pasti sangat sengit, seru, asyik, dan melelahkan.
Nah, agar kita bisa meraih hasil yang optimal dan lulus tepat waktu serta punya keunggulan disemua bidang, perlu strategi jitu yang ampuh untuk mewujudkannya, diantaranya ialah :
Pertama, harus memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Konsekuensinya, harus selalu rajin bertanya, baik melontarkan pertanyaan-pertanyaan informatif maupun pertanyaan-pertanyaan kritis dan skeptis. Selama ini sangat banyak mahasiswa yang suka mencari-cari alasan, tak membaca karena harga buku mahal. Padahal, di perpustakaan – perpustakaan komisariat, jurusan, fakultas, universitas, kampus-kampus lain, dan di perpustakaan umumpun sangat banyak. Selanjutnya untuk memperkaya kosa kata dan pengetahuan umum, kita harus rajin membuka berbagai kamus umum dan khusus serta ensiklopedia. Harus tekun mengikuti perkembangan daerah, nasional, dan internasional dari berbagai media massa.
Kedua, harus mampu menentukan skala prioritas kegiatan sehari-hari. Prioritas pertama dan terutama pastilah kegiatan akademik, yakni kuliah, berdiskusi (formal dan informal), mengerjakan tugas-tugas, membaca serta mencari bahan-bahan rujukan dari sumber-sumber lain
Biasakan menyelesaikan tugas kuliah sebelum tenggat waktu tiba. Kerjakanlah apa yang dapat dikerjakan sekarang, sebab nanti kita tak tahu apa yang terjadi. Jangan pernah mengeluh terhadap tugas-tugas yang diberikan tiap dosen tiap minggu. Ini konsekuensi logis pilihan kita sendiri.
Prioritas kedua tentulah aktif berorganisasi. Pengalaman berorganisasi selama kuliah sangatlah besar manfaatnya kelak, terutama ketika kita sudah bekerja. Karena bekal yang kita peroleh ketika berorganisasi menjadi sebuah alat serta senjata yang mutlak kita butuhkan.
Ketiga, harus idealis (bercita-cita tinggi) dan berperilaku baik. Harus dibiasakan hidup dengan sportif, jujur, disiplin, berani, sopan, rendah hati, ramah kepada siapapun, dan bersikap kritis. Harus berani berkata jujur kepada siapapun. Sebagai insan akademik, perlu dibiasakan penerapan komunikasi konteks tinggi (bicara terus terang, langsung ke tujuan). Harus disiplin, baik yang menyangkut manajemen waktu dan kegiatan, mampu berbahasa nasional, internasional, dan daerah dengan baik, dan benar, menjaga kesehatan jasmani, rohani, emosi, dan sosial.
Keempat, harus peka terhadap lingkungan, mulai dari lingkungan terdekat dan terkecil hingga lingkungan terjauh dan terbesar. Harus tanggap terhadap lingkungan alam dan sosial. Contoh kecilnya, selalu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. Juga harus tanggap terhadap situasi dan perkembangan negara kita.
Kelima, harus rajin dan jangan pernah sungkan berkomunikasi dengan dosen-dosen di fakultas/jurusan/PS (don’t be afraid to make a mistake). Oleh karena jumlah mahasiswa terlalu banyak, komunikasi dan pendidikan berlangsung massal. Jadi, kita harus rajin berdiskusi informal dengan para dosen/asisten di luar jam kuliah. Berakrab dengan para dosen sama sekali bukan dalam rangka menjilat. Agar dosen mau menerima dengan senang hati, maka kita haruslah selalu tampil dan berpakaian rapi dan bersih, dan beretiket (bersopan santun). Ini termasuk komunikasi nonverbal. Penampilan, dandanan dan pakaian yang kita kenakan tergolong pesan nonverbal. Kesan pertama orang lain terhadap kita pastilah ditentukan oleh penampilan fisik (luar), terutama dandanan, busana, cara berpakaian, dan gerak tubuh. Sebelum menjadi pembicara yang baik, Anda terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik (cepat menyimak dan perseptif).
Keenam, Biasakanlah berpikir positif terhadap siapapun dan apapun. Jadikanlah selalu tiap pengalaman sebagai guru terbaik, baik pangalaman baik (sukses) maupun pengalaman buruk (gagal), baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain.
Ketujuh, perlu belajar wirausaha, baik teori maupun praktiknya (banyak sekali peluang di PT). Jangan pernah menjadikan kemiskinan sebagai alasan untuk tidak kuliah atau tidak jadi sarjana.
1). Disampaikan pada Kajian Rutin HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian UB tanggal 24 Pebruari 2009 di Hall Room Komperta UB
2). - Ketua Umum HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian UB periode 1429 – 1430 H / 2008 – 2009 M
- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa FP UB Periode 2007 - 2008
- Mahasiswa Berprestasi FP UB tahun 2007
Tuesday, February 24, 2009
gejolak di hati
Saya bilang kepada dosenku bahwa bulan Maret 2009 saya sudah ujian. Hal ini sudah menjadi targetan saya, meskipun agak berat. Tapi aku yakin semua bisa saya lewati.
Sorenya ada rapat presidium membahas kepengurusan, harlah HMI dan Musyawarah KOHATI. Alhamdulillah, meskipun hujan deras rapat tetap bisa dilaksanakan setelah 30 menit dari jadwal yang direncanakan.
