Saturday, January 10, 2009

Aksi Palestine



Tidak dikira aksi kali ini sangat banyak pesertanya, khususnya dari komisariat Pertanian. Apalagi para KOHATInya...aneh-aneh, ada yang kostum artis, ada yang fatayat ada yang lain juga...

Pemilwa FP



Aku all out dalam moment pemilwa kali ini. Saya pulang dalam rangka 1000hari meninggalnya bapak cuma 28 jam. Kelurga sayapun gak ngira kalo hanya pulang sebentar saja. Berangkat dari rumah pukul 07.00 dan sampai Malang pukul 13.30. Sampai di komisariat dengan keadaan terkuncin dan lengang. Untung saya tahu letak kunci disembunyikan, jadi saya bisa masuk dan langsung mandi. Sekalian sholat Dhuhur saya mesan mie ayam, karena ternyata bikin laper juga dalam kendaraan. Saya langsung ke kampus setalah mendapat telephon dari ranah juang kawan - kawan. Di sana saya dapati semua all out dalam pemilwa dan tanpa tedeng aling - aling dalam merapatkan barisan untuk pemenangan capres dari kita. Saya melihat perjuangan kawan - kawan sangat luar biasa. Saya berpikir bagaimana menjaga kondisi seperti saat ini...

1000 hari yang lalu


Banyak kenangan manis saya lewatkan bersama Bapak. 1000 hari yang lalu Bapak meninggalkan dunia ini. Tanpa ada firasat atau tanda apa - apa dengan cepat beliau menghadap sang Khalik mendahului kami. banyak yang kaget dengan proses meninggalnya bapak. Namun semua berkeyakinan bahwa hal ini menandakan kebaikan. Saudara kami datang semua untuk memberi pengjormatan terakhir kepada beliau.
Makanya sebagai keluarga kami mendokan beliau dengan bersama warga masyarakat. Tepat pada 1000 harinya, kami melakukan dzikir fida'. Diyakini hal ini akan membebaskan dari api neraka karena dari arti Fida'i min an-nnar yang berarti pembebasan api neraka. Saudara, tetangga semua datang ke rumah untuk membantu. Semoga Allah meridloi.

Pulang kampung

Perjuangan pulang yang sampai ketinggalan bus, jadi aku pulang lewat Surabaya yang jaraknya lebih jauh dan normalnya waktu yang ditempuh selisih 2 jam. Namun malam itu saya naik bis Sumber Kencono yang lajunya bagai sang bayu dan hanya 5,5 jam saya sudah sampai rumah. Padahal butuh 7 jam lebih bila waktu normal. Dalam perjalanan, saya pacu jantung terus...

Tuesday, January 06, 2009

Footsaal


Kegiatan kaya gini ini merupakan kegiatan yang seolah - olah hura - hura tapi sebenanya banyak sekali manfaatnya. Bahkan lebih sekadar olahraga, namun lebih dari itu semua. Manfaat silaturrahmi terangkum di kegiatan seperti ini.
Semua Anggota, alumni dan saudara - saudara lain jadi satu penuh kebersamaan di lapangan. Lupakan kepenatan sejenak, raih prestasi kemudian. Agenda seperti ini akan saya rutinkan setiap tiga bulan sekali. Semoga manfaatnya akan menjangkau seluruh umat di nusantara.

Monday, January 05, 2009

Rapat Senat UB


Dalam rangka rapat senat terbuka. . .Saya datang bersama dengan Rasyid, dia mewakili ketua DPM FP UB. Upacara keprotokoleran resmi membuat kami jenuh di dalam. Namun itung - itung latihan jadi senat, harus betah duduk....heheh, , ,

Friday, January 02, 2009

Susahnya setiap saat

Tahun baru yang sangat menyedihkan...

Tuesday, December 30, 2008

Kampus yang sepi

Hingar bingar pra pemilwaFP UB tidak dibarengi dengan keadaan kampus yang sepi mampring. .

Penentuan proporsional kepengurusan

Apakah konstitusi ataukah perkaderan yang harus saya jadikan pijakan? Suatu pilihan yang sangat rumit memang, ketika keduanya tidak berjalan sinergis.

Sunday, December 28, 2008

Ke Ponorogo


Kemarin saya ke Ponorogo ke nikahannya mas Doni. Berangkat bersama mas, mbak, dek. Puassss makan sate ponorogo.

Saturday, December 27, 2008

Formatur


Ya, saya formatur. Banyak yang memberi selamat ataupun ada yang takut juga untuk memberi selamat. Karena mereka paham posisiku

Friday, December 26, 2008

banyak alasan

setelah beberapa hari dibahas, habis magrib itu air mata mengalir deras seiring ku menyatakan kesediaanku.

Tuesday, December 23, 2008

Pamer alasan

Tak kira mau menyelesaikan, eh,,,ternyata hanya pamer alasan. Aku sampai menangis dibuatnya.

Wednesday, December 17, 2008

Konsolidasi

Memang sudah menjadi aturan, kalau segala sesuatu itu harus sesuai dengan Role of The Game. Akan menjadi mudah, efektif dan efisien serta orientasi proses sekaligus hasil. Namun yang membuat saya heran, kenapa kita merasa sulit untuk menyesuaikan dengan aturan. Bukan karena sulitnya aturan tetapi kemauan. Ya, kemauan yang berperan sangat besar. Terbukti kemarin waktu konsolidasi, yang datang hanya sebagian dan mulainya juga molor 2,5 jam. Meskipun kemoloran itu diisi dengan diskusi, namun hal itu tidak sesuai dengan rencana, maka saya tetap menilai itu gagal dalam menerapkan aturan. Tapi mendapat nilai lebih ketika dilihat dari ranah daya kreatif.

Monday, December 15, 2008

Tanyao Joko. . .!

Pagi ini saya ada rencana ke Batu untuk mengurusi masalah keuangan panenan apel yang belum dibayar. Namun karena salah komunikasi dengan teman saya maka niatan itu urung dilaksanakan. Karena tidak ada SMS sampai pukul 09.00, maka saya menyimpulkan bahwa tidak jadi, namun ternyata dugaan itu salah karena saya dapar SMS pada waktu tersebut. Namun karena ada agenda dating ke seminar hasilnya Retno dan sekaligus rapat dengan para pengurus. Saya menawarkan untuk ke Batu besok hari, namun kalau besok temanku malah gak bisa karena mau menghadap dosen. Tapi Insya Allah saya tetap akan ke Batu besok sekaligus ke Karangploso untuk mengambil data iklim. Entah sama siapa saya tidak tahu, namun akan aku lalui sendiri meskipun tidak ada teman. Pelan tapi pasti, itu kata – kata yang membuat saya masih tetap semangat untuk menyelesaikan skripsi.

Akhirnya saya datang ke seminarnya Retno, jalan kaki sendirian sambil ngeprint undangan kader sekaligus poto copy untuk acara besok. Sesampainya di laboratorium Ekologi Umum, tempat Seminar Hasilnya Retno, sudah nampak banyak teman – temanku yang datang. Retno pun sudah mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Sangat lancar dan kesan siap bisa ditunjukan oleh Retno. Apalagi dimoderatori oleh Amor yang spesialis moderator di Hortiezzz 2004. tampak hadir dosen Pembimbing I dan II. Setelah selesai sesi pembahas mahasiswa yang dipandegani okleh Dinon, tibalah saatnya sesi tanya jawab pada audien. Entah karena penjelasan yang diberikan oleh Retno terlalu jelas, maka tidak ada yang bertanya ataukah malah sebaliknya saya kurang paham. Tidak ada pertanyaan sama sekali dari peserta sampai dosen Pembimbing I memanggil nama saya dan bilang ”tanyao Joko!”, kalimat perintah yang sangat berat untuk ditolak. Mengingat beliau adalah dosen yang kenal saya sejak saya semester awal sampai sekarang. Apalagi kemarin kami antri soto bareng di rektorat setelah jalan sehat. Maka dengan terpaksa saya mengangkat tangan dan memperkenalkan diri kemudian bertanya tentang berapa sudut yang dipakai untuk posisi miring pada perbanyakan vegetatif cabang di anggur yang merupakan topik penelitian. Bermutu atau tidak pertanyaan yang saya ajukan tidak masalah, namun saya melihat bahwa saya masih dikenal di tataran dosen BP.

Selesai seminar hasil saya langsung ke BEM untuk menandatangani proposal kegiatan PERMASETA. Ada Up – Grading dan magang kerja yang akan dilaksanakan oleh PERMASETA. Memang saya melihat HMJ ini sangat banyak kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini bisa dijadikan parameter maju – mundurnya sebuah organisasi. Meskipun maju – mundurnya organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tapi minimal itu salah satu parameter.

Sambil menunggu teman – teman pengurus yang sedianya mau ada pertemuan, saya pulang saja. Siapa tahu saya lebih produktif bila di kontrakan. Namun tetap saja ternyata, saya jadi bingung dengan kondisi seperti ini. Pengurus gak asyik, gak O.K, gak cool dan menjengkelkan. Saya tinggal makan saja di Soto babon Lamongan. Kemudian hendra datang ke komisariat. Kami ngobrol banyak dengan dia mengenai semuanya wis. Dari semua lini kami bahas tuntas, karena dia akan ke Lumajang sorenya. Cabainya perlu diperhatikan karena bila tidak demikian bisa gak lulus jadinya. Memang semua punya masalah sendiri – sendiri menurut kemampuan. Allah memang maha adil. Hanya manusia saja yang kadang belum bisa melihat letak keadilan itu.


Magnet Jalan Sehat


Dies Natalis ke – 46 Universitas Brawijaya tepat jatuh pada tanggal 5 Januari 2009. Namun gegap gempita kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun tersebut diawali pada hari ini. Jalan sehat sebagai kegiatan awal pembuka dari banyaknya rangkaian acara dies natalis ke – 46. jalan sehat yang dilaksanakan hari ini mampu menrik animo masyarakat di Malang Raya. Bukan hanya dari civitas akademika Universitas Brawijaya saja yang memeriahkan jalan sehat, namun masyarakat umum juga ikut andil besar dalam kesuksesan jalan sehat tadi. Saya tidak tahu kenapa antusias masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan ini. Motif apa yang kemudian menjadi bahan pertimbangan utama mereka berbondong – bondong jalan bersama dengan peserta lainnya. Ada beberapa yang mampu menjadi magnet yang menurut saya menarik keinginan mereka. Magnet itu tidak hanya berupa materi saja melainkan juga media untuk bersama menambah intensitas keakraban dengan keluarga, teman, mitra dan sebagainya.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa hadiah yang akan dibagikan menjadi magnet bagi semua peserta. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta yang menunggu pengundian jumlahnya sangat banyak. Dapan kupon gratis makan juga dibagikan kepada seluruh peserta. Hal ini sangat berarti bagi banyak peserta apalagi kalangan mahasiswa. Saya melihat yang demikian terjadi pada kluster ekonomi menengah ke bawah dari golongan peserta. Sedangkan untuk golongan menengah ke atas, saya yakin bukan itu tujuan utama. Mungkin rasa nasionalisme ke institusi Brawijaya ataukah sebuah kewajiban atau rasa sungkan pada mitra kerja. Apalagi ada absennya, wah jadi gak enak dua kali kalau gak ikut jalan sehat.

Waktu makan di rektorat, saya bertemu dengan beberapa dosen saya. Mereka juga antri untuk sarapan pagi juga sama dengan aku. Aku datang dengan segenap pengurus BEM dan beberapa teman kontrakan. Ketika makan dosen saya menawarkan untuk melanjutkan kuliah S – 2. namun bukan di Brawijaya melainkan di Universitas Jember karena di sana sangat jelas orientasi dan pendanaannya beasiswa penuh. Kemudian juga menceritakan internal fakultas terutama di level dosen dan karyawan. Ternyata tidak di mahasiswa saja yang ada gap – gap/ kelompok – kelompok yang mereka tidak memikirkan bagaimana untuk memajukan Universitas Brawijaya. Maka harus dimasukkan paham bahwa di sini kita harus semangat mengabdi pada negara. Bukan kelompok atau golongan tertentu saja. Kalau kita hanya memikirkan kepentingan golongan atau kelompok tertentu maka kita tidak bisa menjadi orang besar. Bisa besar maksimal di tataran golongan tersebut. Apakah kita mau besar di kandang namun kecil di luar kandang?

Saya tidak mengikuti pengundian sampai selesai, habis makan langsung pulang gara – gara dapat SMS dari temenku untuk rapat. Saya sebenarnya sudah agak bosan dengan kehidupan yang saya alami, namun saya yakin ini merupakan bagian dari proses yang luar biasa. Dan saya mau melakukan proses yang luar biasa tersebut. Terlepas dari keterpaksaan atau kerelaan, karena keyakinan saya ihlas bisa diawali dengan keterpaksaan lalu menjadi terbiasa kemudian keikhlasan bisa terwujud.




Pemilwa FP

Rapat hari ini menjadi sangat penting ketika yang dibahas tentang kondisi kepengurusan dan Pemilwa FP. Sangat sulit membuat keputusan memunculkan nama yang akan diusung untuk menduduki eksekutif dan legislatif. Belum lagi teknis pemilwa itu sendiri. Namun ketika hal ini menjadi kebutuhan dan demi kemaslahatan ummat mahasiswa maka keputusan sudah dapat ditentukan hari ini.

Untuk penentuan calon, peran subjektif dan objektif menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Terjadi gejolak batin karena ternyata calon yang akan diusung ternyata komplementer, saling melengkapi. Hari ini merupakan awal aksi nyata dari pengurus untuk melakukan perbaikan di semua lini.


Saturday, December 13, 2008

Sebuah tanggungjawab

Apakah itu tanggungjawab itu? Pertanyaan itu mungkin tidak terpikirkan oleh kita semua. Karena mungkin terlalu sering kita bersinggungan dengan kata – kata itu, sehingga tak terpikirkan oleh kita. Biasanya sesuatu hal yang paling dekat dengan kita malah jarang mendapat perhatian dari kita. Hal itu juga terjadi dalam sebuah kata berjuta makna “tanggungjawab”.

Kata tanggungjawab banyak sekali dipakai dalam dimensi apapun. Agama, sosial, politik, budaya dan dari segi kehidupan apapun tak dapat dilepaskan dari kata ini. Sebuah tanggungjawab dapat menciptakan sebuah energi yang luar biasa yang dapat menggerakkan turbin – turbin sendi kehidupan. Seorang akan bekerja giat banting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarga. Bahkan pekerjaan yang dilakukan terpaksapun dengan banyak tekanan dari sisi kanan – kiri pun juga demi memenuhi tanggungjawab. Bagi saya tidak menjadi sesuatu masalah sesuatu dilakukan dengan ihlas atau terpaksa ketika mengerjakan sesuatu. Senyampang sudah mau melaksanakan tanggungjawabnya. Namun perlu diingat bahwa hasil akhir akan selalu beda, Walau angka nominal yang dihasilkan sama. Orang akan memberi apresiasi lebih ketika dilakukan dengan ihklas tanpa pamrih. Sikap ini juga akan mempengaruhi sikap lingkungannya.

Kemarin juga saya melihat orang yang berjuang demi memperjuangkan pelaksanaan tanggungjawabnya sebagai presidium sidang. Kondisi hujan, tanpa kendaraan, tanpa teman yang ada hanya tanggungjawab presidium sidang yang akan memimpin jalannya persidangan. Dia datang ke tempat persidangan yang nota bene jauh dari kostnya. Bahkan saya melihat hanya dia yang datang tepat waktu dan sendirian saja. Hanya aku, dan beberapa yang memang terpaksa ada di situ. Kemudian datang satu orang membawa jas hujan naik sepeda motor yang datang dari kontrakannya yang berada beda kecamatan. Beberapa jam kemudian datang juga seorang perempuan yang kelihatan sangat terpaksa hadir ke sana. Sebenarnya saya juga termasuk orang – orang luar biasa seperti di atas ketika saya mau menyombongkan diri. Karena saya yakin orang luar biasa lahir dari proses yang luar biasa pula.

Beberapa hal diatas merupakan sebagian kecil gambaran orang – orang yang bertanggungjawab. Orang yang rela melakukan sesuatu apapun demi sebuah tanggungjawab. Sudah berapa energi yang dikeluarkan untuk merubah energi tersebut menjadi energi dalam bentuk lain. Jadi dari contoh di atas bebas dari nilai terpaksa atau tidak. Karena tanggungjawab tidak menuntut keterpaksaan atau keihklasan tapi aksi konkrit. Karena hal itu akan menjadi urusan pribadi masing – masing. Sesuatu akan kembali pada pribadi masing – masing. Jadi hukum Newton akan terjadi pula di sini.

Apakah masih panjang jalanku?

Sudah saya serahkan data yang diminta oleh dosenku. Saya kumpulkan dalam bentuk soft copy dalam CD dan saya tempatkan dalam tempat CD. Data itu diminta kemarin dan harus jadi hari ini. Belum komplit memang, namun ini merupakan bagian dari step skripsiku. Masih panjang gak ya perjalananku?

Apakah saya bisa katakan bahwa ini pembelajaran

Benar yang dikatakan banyak orang. Bahwa pembelajaran ataupun pengalaman ialah guru yang terbaik. Siapapun orangnya, tidak akan ada yang membantah pernyataan ini kecuali orang - orang bodoh ataupun malah sekelas ma'rifat. Namun apakah dengan alasan seperti ini, bisa dijadikan sebuah rasionalisasi pembenar terhadap apa yang terjadi. RAK yang rencana diadakan hari ini apakah bisa dikatakan pembelajaran atau kekurangajaran.
Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa hari ini jam 19.00 akan dimulai, namun apa yang terjadi. Hanya ada ketum, sekum, kabid PA, kabid UPP, seorang kader dan satu orang presidium sidang. Mau dibawa ke mana kalau aparaturnya saja seperti ini. Namun siapa yang peduli, ketika kebutuhan dari masing - masing individu telah terpenuhi. . . Apakah ini makna dari sebuah kesadaran parsial terhadap organisasi ini.
Saya salut pada presidium yang datang hari ini. Hujan tidak menjadi rintangan untuk sebuah tanggungjawab. Bila saja 50% aparatur seperti ini, saya jamin kejadian ini tidak akan terjadi.

Thursday, December 11, 2008

Ke kampus

Akhirnya hari ini saya ke kampus. Sudah hampir satu minggu saya tidak melihat satpam - satpam kampus yang selalu melihat pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara tanpa stiker kampus. Ada titah dari PD III untuk mengambil kupon jalan sehat, tapi eh...ternyata gak ada kupon buat LKM. Hanya ada undangan aja, itupun gak banyak jumlahnya. Dosenku juga minta data dikumpul besok...Waduh,,,puching. . . .
Ada suasana beda di kampus. Entah saya yang aneh atau mungkin kampus yang udah berubah ya. . .
Banyak yang kangen katanya...tapi saya merasakan kok. . .