Thursday, December 11, 2008

Ke kampus

Akhirnya hari ini saya ke kampus. Sudah hampir satu minggu saya tidak melihat satpam - satpam kampus yang selalu melihat pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara tanpa stiker kampus. Ada titah dari PD III untuk mengambil kupon jalan sehat, tapi eh...ternyata gak ada kupon buat LKM. Hanya ada undangan aja, itupun gak banyak jumlahnya. Dosenku juga minta data dikumpul besok...Waduh,,,puching. . . .
Ada suasana beda di kampus. Entah saya yang aneh atau mungkin kampus yang udah berubah ya. . .
Banyak yang kangen katanya...tapi saya merasakan kok. . .

Komunikasi itu penting


Komunikasi yang bagus dapat mengurangi pengeluaran. Mungkin kalimat itu akan membingungkan. Tapi yang saya alami hari ini seperti itu adanya. Saya tadi ke Kesbanglinmas untuk minta surat rekomendasi ke BMG Karangploso untuk minta data iklim sebagai penunjang skripsiku. Alhamdulillah langsung jadi hari ini juga, dan sebenarnya ada uang administrasinya, kata pegawainya yang bernama pak Warkum. Namun komunikasi yang saya lakukan bisa membuat Bapak Warkum merasa enjoy dan bahkan merasa VIP kali ya. . .Uang administrasi itu ditiadakan.
Pengalaman itu juga saya alami di dinas Pertanian Kota Batu. Modal wajah ramah dan komunikasi efektif, yang mulanya saya disuruh balik satu minggu berikutnya, ternyata tidak jadi dan data yang saya butuhkan diberi hari itu juga.
Kita semua harus bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar kita biar semua menjadi mudah. Baik itu komunikasi dengan manusia, alam, lingkungan dan semuanya. . .Komunikasi tidak hanya mempunyai arti sempit bicara. Bahkan kita juga dituntut komunikasi dengan Allah SWT, tuhan seru sekalian alam.

Wednesday, December 10, 2008

Hanya sebuah keinginan saja tidak cukup


Memang benar saya pingin cepat lulus dengan predikat sangat memuaskan. Hal itu yang menjadi pemikiran saya sejak awal aku masuk kuliah. Saya tambah yakin keinginan itu bisa terwujud ketika IP – ku sangat memuaskan. Bahkan sampai semester akhirpun saya hanya sekali mendapat IP kurang dari 3, itupun nyaris 3, yaitu 2,97. pada semester 6, SKS beban yang menjadi syarat kelulusan sudah saya lahap habis. Saya hanya memprogram skripsi dan satu mata kuliah saja, secara otomatif hanya ada satu mata kuliah saja dalam satu semester.

Namun dengan kesuksesan dalam perjalanan kuliah tidak menjadi jaminan lancarnya tahapan penyelsaian skripsi. Skripsi mempunyai sesuatu hal yang unik dan menjadi fenomena tersendiri. Meskipun bobotnya hanya 6 SKS, namun penyelasiannya sudah memakan waktu 3 semester. Bahkan sampai hari ini belum menunjukkan berakhirnya tahapan skripsi. Baru pelengkapan data saja, nanti dilanjutkan pembahasan.

Sebenarnya saya yakin bila semua saya kerjakan dengan maksimal dan mendapat ijin Allah, bisa diselesaikan tepat waktu sesuai dengan keinginan. Namun karena suatu kondisi yang mengharuskan saya seperti ini, dan atas ijin Allah saya belum bisa selesai bulan ini. Tapi ada keinginan kuat dalam diriku untuk segera menyelesaikan karya ini. Namun hanya sebuah keinginan saya rasa belum cukup ketika tidak dibarengi dengan aksi konkrit.

Monday, December 08, 2008

Pengalaman menarik


Lebaran kali hanya sepucuk surat yang ku layangkan ke ibu dan keluargaku. Semoga apa yang telah aku lakukan mendapat ridlo Allah SWT.

Tour de east Java


Biar keren kugunakan istilah Tour de East Java untuk mengawali penjelajahanku di seluruh wilayah Jatim. Saya awali ke Bondowoso

Thursday, December 04, 2008

Visitasi PHK A-2


Rencana hanya sebuah rencana, hal demikian terjadi pada diriku kemarin. Ketika saya mau ke Batu untuk sebuah step penelitian, yaitu pengamatan dan pengambilan data sekunder di dinaspertanian Kota Batu. Tiba - tiba ada SMS masuk ke HPku pagi - pagi buta dari dosenku. Isinyamengharap kehadiran pada rapat koordinasi Visitors assessor PHK A-2 ke kampus. Dan kami selaku penerima dana penelitian juga harus mensukseskan kunjungan itu. Minimal saat ditanya, kami akan jawab bahwa A - 2 bermanfaat bagi mahasiswa, dosen maupun karyawan.
Hari kemaren juga bertepatan dengan seminar proposal temenku, Suhadi mahasiswa Tanah. Jadi saya harus membagi diriku untuk hadir di sana. Sudah ada Ir. Didik Suprayoga, MSc, Ph. D dam Dr. Ir. Budi P, MS selaku pembimbing yang tampak hadir. Banyak nasehat yang diberikan. ternyata gak hanya skripsi menjadi tujuan akhirnya, namun menjadi manusia yang sebenarnya. Kalau hanya pimgin buat skripsi, 2 minggu akan dibuatkan oleh pak. Didik dan akan langsung dijanjikan lulus. Namun yang menjadi tujuan ternyata bukan itu, lebih dari sekadar nilai transkrip melainkan banyak nilai lebih dalam proses pencapaian sebuah cita.
Sudah barang tentu, menjadi publik figur harus bisa bergaul dengan siapapun. Gak hanya terkesan ekslusif membatasi pergaulan dengan golongan kecil saja. Hal itu saya sadari juga sebagai seorang publik figur, walaupun di level Fakultas. Saya harus pandai memahami apa yang menjadi keinginan dan kemauan semua. Itu yang saya dapat dari aktivitas yang saya lakukan di kantin pertanian kemarin setelah dari seminar dan koordinasi Visitasi PHK A - 2.

Tuesday, December 02, 2008

Hari yang panjang. . .


Aku sudah berencana ke kampus hari kemarin, tapi apa yang terjadi?Aku gak jadi ke kampus...

Monday, December 01, 2008

RAK BUKAN SEMATA LPJ


19 bulan bukanlah waktu yang singkat untuk berbuat dan menghasilkan sesuatu yang banyak manfaat. Demikian juga dalam perjalanan kepengurusan HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian Universitas Brawijaya. Pada tanggal 14 April 2007 telah dilakukan pelantikan pengurus oleh Ketua Umum HMI Cabang Malang di Rumah Makan Ayam Lodho, Hj. Soetri. Banyak undangan yang hadir waktu itu. Mereka menjadi saksi betapa hebatnya kepengurusan waktu itu. Mereka percaya 101 % bahwa kepengurusan kali ini lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.

Ada enam mantan Ketua Umum serta satu Ketua Umum terpilih. Sungguh pemandangan yang luar biasa dan sangat langka moment seperti itu. Mereka banyak berharap pada kepengurusan kali ini. Mereka melihat kepengurusan kali ini sebagai generasi emas yang akan siap memperjuangkan nilai – nilai perjuangan yang nantinya akan mewujudkan cita – cita HMI.

Cerita itu benar terjadi dan banyak anggota yang menjadi saksi sejarah. Sejarah telah tercatat selama perjalanan kepengurusan yang telah berjalan selama 19 bulan. Saat ini sudah saatnya pengurus mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi kewajibannya. Moment Rapat Anggota Komisariat yang merupakan forum tertinggi di level Komisariat, salah satu agendanya ialah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus. RAK dihadiri oleh Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Komisariat (MPKPK), pengurus dan seluruh anggota, baik anggota muda dan anggota biasa.

Untuk RAK kali ini, MPKPK ada dua yang bisa hadir dari lima MPKPK yang seharusnya. Mereka ialah Sukodim, SP dan Dwi Retnoningsih, SP. Mereka berdomisili tidak di Malang namun menyempatkan diri hadir dalam forum yang mulia. Sedangkan MPKPK yang lain tidak bisa hadir karena terhalang oleh kondisi waktu dan tempat. Semua di pulau luar Jawa yaitu mereka sudah bekerja di Kalimantan. Namun tidak menjadi hambatan untuk tetap dilanjutkannya RAK.

Saya dan Halim Kurniawan sebagai Steering Committee dari pengurus memilih Rhomsia Nur Kholifah, Sugeng Rianto dan Darmawan P. J. sebagai presidium tetap melalui mekanisme yang telah ditetapkan bersama forum. Sebenarnya RAK mempunyai banyak agenda, namun LPJ merupakan point of interest selain pemilihan formatur dan mide formatur. Agenda – agenda tersebut ialah salah satunya pembahasan GBPK, Rekomendasi – rekomendasi dan lain – lain masih banyak lagi yang lainnya.

Salah satu penilaian MPKPK yang disampaikan pada agenda pandangan umum ialah kaderisasi yang tidak berjalan sehingga tidak ada pengganti ketua umum. Namun saya rasa penilaian ini sangat subjektif MPKPK saja. Mungkin karena pengalaman yang mereka lalui.

Saturday, November 29, 2008

7 bulan lalu RAK

Sungguh gak kebayang bahwa hari ini ialah Rapat Anggota Komisariat (RAK). Jika saja aku bisa memulai sendiri, sudah tujuh bulan yang lalu RAK saya lakukan. Tapi banyak komponen dan perlengkapan yang harus tersedia. Baik itu peserta, anggota, pengurus dan MPKPK. Semua harus duduk dalam satu majelis yang terhormat guna menelurkan Rekomendasi untuk dijalankan kepengurusan selanjutnya untuk mencapai visi dan misi. Namun apa daya, di saat kebutuhan akan semua komponen itu berbeda dan tentunya orientasinya juga berbeda maka sangat langka ketika mewujudkan hal demikian.
Hari ini setelah 19 bulan berjalannya kepengurusan, sudah saatnya menjalankan mekanisme pengkaderan melalui RAK demi kebaikan bersama. Tapi tetap saja masalah klasik tetap ada. Quorum yang belum terpenuhi dan harus menunggu 1x24 jam untuk memulai sudah menjadi pandangan umum dala, setiap RAK. Pun demikian di RAK kali ini. Meskipun tadi malam sudah menghasilkan Tatib sidang dan kesepakatan hari ini jam 09.00 di balai kelurahan Ketawanggede untuk memulai kandas di tengah jalan.

Friday, November 28, 2008

Proses yang luar biasa

Mungkin saat ini ialah proses yang luar biasa yang aku lewati. Saya harus LPJan BEM, LPJ RAK, SKRIPSI, BIOLOGIS dsb.

Thursday, November 27, 2008

LPJan BEM

Akhirnya setelah 518 hari saya menjabat, saya telah melakukan pertanggungjawaban BEM di hadapan seluruh mahasiswa FP UB. Dengan kehadiran seluruh pengurus BEM bisa menunjukkan kesiapan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kami kerjakan selama satu periode kepengurusan.

Wednesday, November 26, 2008

Antara bahagia dan tidak

Sungguh luar biasa makna sebuah motivasi dan rasa bahagia. Kemarin rasa bahagia dan tidak menjadi satu dalam sebuah step kehidupan. Dari rapat rumah yang sama sekali gak ada yang datang seorang penguruspun. Namun rasa kejengkelan dan kesedihan segera berganti ketika saya ketemu dengan orang - orang luar biasa di BEM. Kemarin juga Magang Kabinet kumpul di BEM untuk bersama lagi mewujudkan impian bersama. Dalam forum itu. sangat terasa betapa luar biasanya pengurus dalam menempatkan saya sebagai top leader mereka. Bukan tujuan saya untuk itu, namun karena mereka luar biasa hal demikian secara otomatif tercipta. mereka membuat saya berada di VIP class. Thanks. . .

Tuesday, November 25, 2008

Rapatkan barisan

Rapat. Ya, kata itu seolah ada dalam telingaku akhir- akhir ini. Dari BEM, komisariat dan dari apapun yang saya geluti, tidak jauh dari yang namanya rapat. Tapi hal itu saya yakin akan menjadi kenangan indah untuk kehidupan masa yang akan datang.
Sebelum rapat, aktivitas saya juga sangat padat. Bukan hanya urusan organisasi namun akademis juga menuntut perhatian. Kehidupan sosialku juga meminta aku untuk terlibat. Saya harus bayar tagihan PDAM yang udah telat. Untung aku gak mengikuti saran dari Rasyid yang harus ke lavalet, tempat yang jauh dan kalau pakai baron mungkin butuh 1 liter premium. Untung di kantor pos Dinoyo bisa menerima pembayaran. Setelah itu saya ke Batu dengan Supermansyah untuk pengamatan pohon apel. Namun ditengah perjalanan, baron minta diservice. Putus koplingnya menjadi biang keroknya. Kemudian perjalanan kami lanjutkan, ke atas dekat dengan Hotel Victory. Di sana kami gak menemukan petani apel. Nah, pada saat itu saya mampir ke pak Mindarto untuk pesan Madu murni. Kami diberitahu bahwa apel yang udah dipanen belum dibayar. Wah pelanggaran berat nich pikirku...Tapi harus bagaimana lagi, saya bingung. Harus bilang ma dosen atau ke orangnya langsung untuk diberesin langsung.

Lupa
Hari jumat aku ditelp oleh Humas EM UB bahwa hari Senin ini mau silaturahmi. karena tidk ada surat maka aku lupa dan parahnya saya gak ngasih tahu pengurus. Jadi tidak ada sambutan istimewa. Namun saya melihat dari cerita sangat menarik kok bahasannya..


Sunday, November 23, 2008

ah. .

Mungkin aku pusing

Friday, November 21, 2008

yaaaa

apa yaaa

Bunga rampai BEM FP UB

MAHASISWA, ANTARA AKADEMIK DAN ORGANISASI

Joko Widodo 1).

Jati diri bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Untuk itu diperlukan kader terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi, sikap dan mental prima, daya juang dan daya saing tinggi, kemampuan handal, serta nasionalisme sejati. Salah satu elemen penting yang mempunyai peran vital dalam menunjang kualitas SDM bangsa ialah dunia mahasiswa dengan segala aktivitasnya.

Mahasiswa, akademik dan organisasi, kalimat ini memang sudah sangat singkron dan sudah begitu melekat untuk disandingkan menjadi elemen kata yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan semua aktivitas kampus yang ada saat ini pasti ada kaitannya antara dunia akademik dan organisasi. Kampus merupakan kawah candradimuka bagi para mahasiswa sebagai insan kampus yang masih idealis yang akan menentukan kemajuan masa depan sebuah bangsa. Mahasiswa harus bisa memahami fungsi serta perannya. Mahasiswa sebagai insan akademis harus bisa menunjukkan keintelektualanya dibuktikan dengan prestasinya. Sedangkan mahasiswa sebagai insan pencipta dan pengabdi bisa ditunjukan dengan salah satunya aktif di organisasi. Karena dengan ikut organisasi jiwa – jiwa sosial, pengembangan soft skill akan terbentuk.

Namun dari dulu hingga sekarang ada stigma bahwa antara organisasi dan akademik tidak bisa berjalan bersama. Sehingga jika seorang unggul di bidang organisasi maka akademiknya akan kalah. Pun demikian sebaliknya jika seorang mahasiswa mempunyai IPK tinggi, jiwa organisasinya tidak jalan. Sebenarnya stigma tersebut terbentuk hanya berdasarkan kepada sedikit kasus aja. Terkesan subjektif dalam menyimpulkannya. Jadi stigma tersebut malah akan menjadi penghambat dari jiwa kreatifitas mahasiswa. Mahasiswa akan mandeg dan takut untuk berorganisasi. Mahasiswa yang sudah terlanjur ikut organisasi akan ogah belajar karena sudah terpatri dalam alam pikirnya bahwa tidak mungkin akan mendapat prestasi yang bagus betapapun hebatnya ihtiar yang dilakukan. Stigma di atas tidak benar adanya dan hanya menjadi alasan pembenar bagi orang – orang yang malas dan orang yang tidak mau berubah. Sudah banyak bukti di sekeliling kita bahwa mahasiswa bisa berprestasi dan unggul dalam organisasi secara bersamaan.

Menurut saya, dunia akademik dan organisasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Laiknya uang logam yang mempunyai dua sisi dimana masing – masing sisi menunjukan gambar dan menunjukan nilai nominal uang tersebut. Jika salah satu gambar atau nilai nominal dalam salah satu sisi uang logam tersebut hilang, maka secara otomatis uang tersebut tidak akan laku, berapapun nilai uang tersebut. Hal demikian berlaku juga di atmosfer kemahasiswaan. Ibarat menonton pertunjukan, IPK bisa dianalogikan dengan tiket masuk suatu pertunjukan dan kemampuan organisasi merupakan posisi yang akan ditempati. Apakah mendapat tempat kelas VIP ataukah kelas ekonomi.

Jadi kemampuan akademik merupakan suatu syarat mutlak sebagai parameter kualitas SDM. Kemampuan organisasi menjadi absolut dibutuhkan guna optimalisasi kinerja. Setiap orang ada zamannya, setiap zaman ada orangnya. Yang membedakan ialah momentum. Mari gunakan momentum ini sebaik – baiknya. Mahasiswa dianggap kelas elit yang kesempatan tersebut jarang diperoleh oleh anak bangsa lainnya. Jadikan momentum ini dengan berprestasi dan mengabdi pada bangsa.

1). - Presiden BEM FP UB periode 2007 – 2008

- Mahasiswa Berprestasi Utama IV Tahun 2007 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Thursday, November 20, 2008

Aku

Aku harus memilih apa?
Apakah saya perlu sholat istikhoroh?

Tuesday, November 18, 2008

Persiapan LPJ

Hari Senin pagi harus udah dibendel, itu merupakan permintaan dari MPM. Makanya kami harus kebut demi capai target itu. Hari Minggu kami semua pengurus di BEM untuk menyelesaikan LPJ tersebut. Semua pengurus kumpul tanpa kecuali.

Saturday, November 15, 2008

Kiriman Tuhan

Sudah berapa banyak orang yang saya ajak ke Batu untuk membantu saya panen apel. Namun jawaban - jawaban yang ada semua pada gak bisa. Akhirnya saya dikirimi oleh Tuhan, seorang teman seperjungan Hortiezzz 2004. Waktu sarapan tiba - tiba dia juga lagi makan di belakangku. ketika saya ajak alhamdulillah dia mau. Benar Allah maha adil.
Saya panen 2 pohom dan sekaligus menghitung daunnya sekalian.

Kaderisasi dan Konstitusi

Tadi malam saya ditelephone oleh kakanda yang ada di salah satu kota industri di Jawa Timur. Sebelum menelephone juga SMS saya. Isi SMS tersebut meminta saya untuk menjadi top leader di salah satu organisasi yang saya geluti saat ini. Banyak alasan yang diutarakan, tapi muaranya ke arah konstitusi. Bahkan beliau menganalogikan konstitusi ibarat wasit. Kalau menurut saya konstitusi bukanlah dewa yang mempunyai sifat mutlak, bahkan setengah dewapun belum cukup. Wasit juga harus tahu kondisi luar dn dalam pemain. Jangan karena mengejar 12 ronde baru dianggap selesai, padahal dalam 10 ronde salah satu pemain sudah mau mati.
Tidak hanya satu kakanda, tapi lebih dan bahkan kakanda yang lain meminta dengan sangat kepada saya untuk datang ke sana. Di tengah kesibukan mereka, saya sangat memberi apresiasi kepada mereka karena jiwa dan semua masih terlekat di salah satu ikatan keluarga yang terbentuk di Kota Malang tercinta. Beliau meminta saya untuk datang dengan sangat. Bahkan saya diminta untuk mengutarakan 3 alasan terkuat untuk tidak datang. Mungkin saya bukan ahli wacana maupun ahli beretorika yang semua alasan saya seolah dimentahkan begitu saja. Saya harus panen hari ini, lagipula saya sendiri. Mengajak teman semua pada gak bisa (hanya Allah maha adil, saya dikirimi teman seperjuangan di Hortiezzz 2004). Persiapan LPJ BEM yang hari Senin pagi harus diserahkan ke MPM (Jadi hari Minggu sore harus sudah dibendle). Saya dimintai dosen untuk menghadap hari Senin sekaligus laporan pengamatan. Semua dimentahkan. . .Tapi saya punya prinsip saya fokus dulu di Malang. Apa yang saya lakukan semoga diridloi Allah SWT.
Waktu pagi tadi saya dapat SMS lagi yang isinya berupa penegasan keberagkatan saya ke kota tersebut. Namun saya juga tegas menjawab tidak ke sana.