Wednesday, October 15, 2008

Aku sendiri

Mungkin lebih baik saya begini, , ,

Sunday, October 12, 2008

Laskar Pelangi


Kemarin menjadi hari yang sangat menggembirakan sekaligus menyedihkan. Menyenangkan ketika saya bisa bareng dengan orang - orang yang kucintai dan yang sangat saya cintai. . .Sedih ketika saya harus menghabiskan kebersamaan dengan orang yang selama ini bersama aku, baik susah maupun bahagia.

Thursday, October 09, 2008

Tuesday, September 30, 2008

Akhirnya sampai rumah juga

Akhirnya saya pulang hari Minggu, lusa kemarin. Saya berangkat jam 08.30, padahal awalnya jam 06.00 saya sudah harus udah sampai di Landung sari. tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain.
Di tengah perjalanan, saya dapat SMS dari nomor yang tidak saya kenal. Ada ajakan untuk buka bersama Alumni Pramuka SMUDA Ngawi. Tempatnya di Jalan. Rajawali Ngawi. Sesampainya di rumah dengan dijemput masku di depan tempat usahanya Badar, saya minta ijin untuk ikut berbuka di sana untuk menghadiri undangan tersebut. Dilema memang, di saat saya kangen rumah, pulang langsung ke rumah teman tanpa buka bersama keluarga dahulu. Banyak yang hadir memang, sekitar 35 orang ada di sana. Acaranya bagus, tapi sayang suasana kurang hidup. Karena di samping ada pengklusyteran angkatan juga ada jarak antara ihwan dan ahwat, jadi tidak seakrab jaman saya aktif Pramuka dulu. Ada Intan dan saya sapa "Intan, apa kabar?" E..dia malah jawab "Kok manggilnya gak pakai Dek??..Iya kabar baik"Bercanda atau tidak saya gak ngerti. Takutnya menimbulkan salah paham.
Saya tidak langsung sholat terawih, karena tempat yang gak memungkinkan. Maka saya ngopi dengan Mbah Mad, Hery/Jack dan Arwig. Setelah dapat beberapa lama disusul Kemal, Dodi dan Mahful (Angkatan 10 yang nantinya dibaiat menjadi angkatan 7). Akhirnya kami kembali ke acara setelah jam 20.00. Di sana acara juga kurang hidup seperti semula. tidak ada acara saling kenalan dan hal ini yang membuat pengklusteran angkatan semakin kuat.
Setelah selesai, kami angkatan 7 dan Mahful ngopi di alun-alun terbesar se Jatim, Ngawi. Ngopi di pojok alun - alun terus pindah di depan LP. Sampai Sahur kami ngobrol di sana.
Ngawi, 29 September 2008

Meskipun semalam saya tidak tidur sama sekali, saya tidak membalas dendam kemarin. Saya beraktifitas seperti biasa dan bahkan membetulin pompa air yang bocor. Sorenya Utami, saudaraku datang untuk ater-ater istilah orang Jawa Ngawi.
Hari ini pas dengan hari pasaran yaitu Legi, Ya tepatnya hari Selasa Legi. jadi pasar sangat rame, apalagi bareng dengan "prepekan" atau hari terakhir pasar karena besok sudah lebaran. Saya bisa ngenet di sini juga.
Paron - Ngawi, 30 September 2008

Sunday, September 28, 2008

Sahur dan mudik sendiri


Rasanya sahur kalau sendirian. Aku harus masak sendiri, hanya ditemani oleh Rasyid dan ketika udah mau jadi datang tamu Nisa. Nisa kebingungan cari warung yang buka. Tapi mau cari kemana non? Semua pada tutup... Makanya saya ajak masak bareng di kontrakan. Nasib bukapun sama. Malah tambah parah, cuma ada aku dan Fery doank. Aku masak mie dan telur lagi..
Untuk mudik,,,,
Rencana saya mudik ialah hari ini. Ya, H-2 saya kan mudik, kaya orang bekerja aja ya...Padahal saya masih kuliah. Tapi saya harus juga memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa dunk. Kalau orang bekerja saat - saat seperti ini akan menerima 3 kali gaji, namun kalau mahasiswa??tiga kali kangen iya...

Saturday, September 27, 2008

Sendirian di kontrakan

Kalau saja lebaran masih satu minggu lagi, mungkin keadaan tidak seperti ini. Aku harus masak sendiri untuk sahur dan sendirian di kontrakan. Teman - teman udah pada pulang.

Friday, September 26, 2008

Suasana kampus

Hari ini merupakan hari terakhir aktivitas kampus Universitas Brawijaya. Maka banyak sekali teman - teman saya yang mudik hari ini. Namun bagiku, merupakan hal yang harus kulalui dengan sepi saya berangkat ke kampus. hanya ada beberapa yang hadir di kampus dengan keterpaksaan. pun demikian dengan aku.

Stress

Sepertinya saya sedang stress dengan skipsiku...

Menjadi pemateri di Oryza FM


Sore kemarin saya diundang Radio Oryza FM Fakultas Pertanian. Diundang dalam rangka mengisi materi KURMA (Kultum Ramadhan) yang diadakan tiap hari jam 17.00 - 17.30. Tema kemarin ialah Bulan Syawal bulan kemenangan. Banyak SMS yang masuk setelah saya menjadi pemateri tersebut. Untuk lebih jelasnya saya akan menulisnya di Blog ini, di keseharian syeh. .



Kemenangan yang sebenarnya ialah melestarikan nilai-nilai Ramadhan

Oleh : Joko Widodo*

Berakhirnya bulan Ramadhan memunculkan dua perasaan sekaligus, yakni sedih dan gembira. Sedih karena Ramadhan terasa begitu cepat berlalu, padahal belum banyak rasanya amal shalih yang kita lakukan, belum banyak shadaqah yang kita berikan, belum banyak ayat-ayat Qur’an yang kita lantunkan, dan belum banyak sujud yang kita kerjakan. Padahal, tahun depan belum tentu kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan yang mulia ini. Siapa yang bisa memberikan jaminan, bahwa Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan Malaikat maut tidak datang menjemput kita? Siapa yang bisa memberikan kepastian bahwa ajal kita tak kan tiba mendahului Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan ?

Bulan Syawal ialah saatnya kita kembali pada fitrah kita, kembali pada kesucian kita. Kita dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci dan cenderung pada kebenaran yang hakiki. Akan tetapi, setelah kita menginjak dewasa, pergaulan kita semakin luas, kebutuhan hidup kita semakin banyak, angan-angan kita semakin menerawang, jiwa yang suci tadi terkontaminasi dengan virus-virus kemaksiyatan, dengan debu-debu dosa kepada Allah. Semua anggota tubuh kita memberikan kontribusi dalam berbuat dosa. Lisan kita, berapa banyak orang yang telah tersakiti oleh lidah kita ? Mata kita, berapa banyak pendangan haram yang telah dilakukan oleh mata kita? Hati kita, berapa banyak penyakit hati telah bersemayam dalam hati kita, seperti iri, dengki, buruk sangka, sombong, dsb? Tangan kita, berapa banyak dosa yang telah dilakukan akibat tangan kita.

Ramadhan sebagai lembaga pendidikan istimewa bagi orang beriman. Bagi orang beriman, Ramadhan merupakan training center atau kawah candradimuka, tempat penggemblengan jiwa agar menjadi pribadi yang paripurna. Selama satu bulan, kita dilatih untuk melakukan pensucian jiwa melalui tarbiyah dengan nilai-nilai Ramadhan yang diharapkan dapat kita jadikan bekal untuk memasuki 11 bulan yang akan datang. Otak kita dibersihkan, emosi kita dicerdaskan, spiritual kita dicerahkan, dan religiusitas kita dimantapkan. Hal itu tidak lain untuk mengantarkan kita sebagai insan muttaqin (manusia bertaqwa), sebagaimana dinyatakan Allah dalam Qs Al Baqarah: 183 yang sudah sangat popular setiap bulan Ramadhan.

Dalam agama kita, taqwa adalah ultimate goal seluruh rangkaian peribadatan: perintah shalat, ujungnya adalah taqwa, perintah zakat ujungnya adalah taqwa, perintah puasa ujungnya adalah taqwa, perintah haji ujungnya adalah taqwa. Taqwalah yang menentukan posisioning kita di hadapan Allah Yang Maha Agung, bukan harta kita—seberapa banyak pun harta yang kita miliki, bukan gelar akademik kita, seberapa hebat dan panjang pun gelar kita, bukan jabatan kita, seberapa tinggi pun kedudukan kita, bukan pula afiliasi kepartaian kita, apapun partai yang kita anut. “Inna aqramakum ‘indallahi atqaa kum” (Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang-orang yang bertaqwa” (QS Al Hujurat: 13). Begitu pentingnya taqwa, sampai Nabi berwasiat agar kita menjaga ketaqwaan, di manapun kita berada “Ittaqullah, khaitsumma kunta” (Bertaqwalah kepada Allah, di manapun kalian berada).”

Bulan ramadhan boleh berlalu, tetapi satu hal tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita, yaitu spirit dan moralitas shiyamu ramadhan. Inilah yang harus mangisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita, sebagai pribadi, keluarga, warga masyarakat, ummat dan bangsa. Prestasi yang kita capai dengan ‘ibadat ramadhan hendaklah kita jadikan modal untuk meraih “shiyamuddahri” , yakni nilai, pahala serta kebaikan puasa sepanjang masa. Agar hidup kita tidak pernah lepas dari keberkahan, dari maghfirah dan rahmat Allah SWT.

Dalam rangka meraih nilai shiyauddahri itu maka Rasulullah saw menganjurkan ummatnya untuk melanjutkan shiyamu ramadhan dengan puasa sepekan di bulan syawal. Sebagaimana sabda beliau:

( مَنْ صَامَ رَمَضَان ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر )

“Barang siapa menunaikan shiyamu ramadhan dan diikuti puasa enam hari pada bulan syawal, maka nilainya seperti puasa sepanjang masa” (HR Muslim)

Adapun akhlaqiyah atau nilai-nilai moralitas Ramadhan yang penting untuk tetap dipertahankan pasca ramadhan adalah sbb:

  1. Suasana Religius

Suasana yang bernuansa agama selama Ramadhan sangat terasa, baik di rumah kita, di lingkungan kita, di masjid kita dan bahkan di televisi kita. Cobalah lihat, masjid, mushola dan surau jamaahnya penuh saat Ramadhan. Kita yang sebelum ramadhan jarang berjamaah shalat di masjid, saat Ramadhan ringan betul melangkahkan kaki bersama anak-anak ke masjid. Karena itu, meski Ramadhan telah berlalu, mari tetap kita hidupkan masjid-masjid kita dengan melestarikan shalat berjamaah di masjid.

  1. Kemampuan mengendalikan diri

Esensi dari puasa (ash-shiyam) adalah al-imsak, yang artinya mengendalikan diri. Kemampuan pengendalian diri ini merupakan kunci sentral terwujudnay tatanan yang baik dalam masyarakat. Sebaliknya, kegagalan mengendalikan diri dari godaan nafsu syaitan, akan meninimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan. Seorang penguasa yang gagal mengendalikan dirinya, akan menyalahgunakan kekuasaannya. Tidak heran KKN, masih marak di negeri yang mayoritas muslim ini. seorang pebisnis yang gagal mengendalikan diri akan melakukan berbagai cara pintas untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, meskipun merugikan orang lain dan melanggar nilai-nilai agama. Seorang remaja yang gagal mengendalikan diri dalam pergaulanmnya, akan terjebak dalam pergaulan bebas yang merusak moralitas dan masa depannya. Pelajaran pengendalian diri selama puasa Ramdahan hendaklah kita hidupkan setelah Ramadhan usai.

  1. Kesadaran akan pengawasan Allah (ma’iyatullah).

Saat kita sendirian di suatu tempat yang tidak ada orang lain melihat, kita sebenarnya bisa saja makan atau minum dan kemudian berpura-pura puasa kembali. Tidak ada orang yang tahu. Akan tetapi hal itu tidak dilakukan karena orang-orang yang berpuasa sadar akan kebersamaan Allah dalam hidupnya (ma’iyatullah). Meskipun orang lain tidak melihat, tetapi kita sadar bahwa Allah melihat kta. Berbagai penyelewengan yang terjadi dalam masyarakat, termasuk korupsi dan kolusi, dikarenakan tidak adanya kesadaran pelakunya bahwa Allah melihat perbuatan dan tingkah lakunya. Mereka merasa aman dapat merekayasa agar orang lain tidak tahu, agar terbebas dari pemeriksaan auditor. Padahal ada auditor Yang Maha Agung dan Maha Melihat yang mengawasi dan mengetahui seluruh perbuatan mereka.

Sifat ini telah disebutkan di dalam banyak tempat dalam Al-Quran. Di antaranya, firman Allah:

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dia bersama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Hadid: 4)

Inilah sikap ikhsan. Kalau sikap ini kita lestarikan pasca Ramadhan, khususnya oleh politisi, pejabat public dan pelaku bisnis, insya Allah berbagai penyimpangan yang terjadi akan bisa diminimalisir.

  1. Al shidqu yakni kejujuran.

Dimensi kejujuran dalam puasa sangat ditekankan. Kejujuran merupakan bukti paling niscaya bahwa seseorang dalam suasana taqwa. Sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (التوبة :119)

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan pastikanlah kamu sekalian bersama orang-orang yang jujur”

Kejujuran adalah gerbang menuju segala kebaikan, sedangkan ketidak jujuran akan membawa kepada pelbagai penyimpangan dan kejahatan. Orang harus berlatih untuk jujur, sekali dua kali tiga kali dan seterusnya, sehingga ia dicatat oleh Allah sebagai pribadi yang jujur (AL SHIDDIEQ). Kemudian telah ada jaminan dari Allah, bahwa orang jujur akan mujur, sedang yang tidak jujur cepat atau lambat akan hancur. Bukti empirik telah begitu banyak membenarkan korelasi ini.

5. Al tathahhur yakni membersihkan diri

Ramadhan adalah bulan suci, dan bagi yang menjalankannya dengan baik akan membersihkan dirinya dari segala noda dan dosa, sebab sebulan penuh orang yang puasa menjalani proses pembersihan yang menyeluruh. Hanya dengan cara demikian puasa seseorang diterima, dan do’anya dikabulkan. Kemudian bersama ‘idul fithri sepenuhnya kembali kepada kondisi fithrah. Adalah penting kita ingatkan kepada diri, janganlah apa yang sudah suci kita nodai lagi, sikap perilaku yang sudah bersih jangan kita kotori lagi.

Penghasilan yang sudah halal dan thayyib jangan sampai kita campuri lagi dengan yang remang-remang (syubhat) apalagi yang jelas-jelas haram. Puasa ramadhan melatih kita bersabar dan kuat menahan lapar, dan menegaskan bahwa kita tidak akan pernah kuat menahan panasnya api neraka.

6. Al mujahadah, membanting tulang

Dalam keadaan lapar dan dahaga shiyamu ramadhan memacu insan beriman untuk lebih giat lagi melakukan aktifitas taqarrub ilallah seperti shalat, tilawatil quran dan kegiatan yang bemanfaat bagi kehidupan sosial, seperti shilaturahim, infaq shadaqah, mengajarkan ilmu, memberi makanan berbuka bagi yang puasa, bahkan berjihad di jalan Allah menumpas pelbagai bentuk agresi terhadap Islam dan ummat Islam. Wajarlah sejarah mencatat di antara hasil mujahadah ramadhan berupa kemenangan gemilang di perang badar pada tahun ke-2 Hijriyah, pembebasan Makkah (fathu Makkah) pada tahun ke-6 Hijriyah, dan kemenangan perang Amoria yang meluluh lantahkan pasukan Romawi di Byzantium pada tahun 214 H pada masa Al Mu’tashim Billah. Memang semangat ramadhan adalah semangat juang untuk meraih pelbagai kemenangan.

7. Mempertahankan surplus spiritual (Al faidhu wal insyirah)

Shiyamu ramadhan mendidik surplus spiritual dan moral, menjaga diri agar tidak terjebak pada kekerdilan jiwa dan kenihilan moral. Mendidik para shaimin untuk mengokohkan jiwanya serta melapangkan dadanya. Dengan menegaskan pada dirinya “inni shaimun” aku ini sedang puasa, ia mampu menggagalkan setiap provokasi negatif yang akan merusak hubungan sosial menjadi konflik yang menghancurkan semua pihak. Bahkan semakin surplus jiwanya insan puasa yang telah memantapkan statusnya sebagai “’ibadurrahman/hamba Allah yang Rahman” sanggup membalas hal-hal yang buruk dengan kebaikan, tarikan negatif dengan ajakan yang positif. Ketika orang-orang jahil yang sedang jadi hamba syetan atau hawa nafsunya menyerang dengan ucapan yang tidak baik, maka hamba Arrahman membalasnya dengan do’a keselamatan.



Semoga dari uraian sedikit ini bisa menambah ketaqwaan kita. Amin


Thursday, September 25, 2008

Buka Puasa bareng pengurus


Aha..... akhirnya sampai di rumah fery, meski tersesat. Agenda pengurus selain untuk konsolidasi juga untuk buka bersama. Selain itu pas berteptan dengan Ultah Angga. Jadi kami kerjain aja dia. Dia sebenarnya curiga ketika yang ngomong Rosy, tapi ketika saya yang ngomong, dikira beneran. Suerr...Kena dech....diakhiri sama Iman. Happy birth day Angga. Salah satu pengurus yang sangat loyal dan taat dengan aturan organisasi. Saya bangga dengan kamu Angga. Semoga kamu membaca blog ini.

Wednesday, September 24, 2008

Persiapan Idul Fitri


Hari raya kali ini semoga bisa menjadi hari raya yang paling membahagiakan selama hidup saya yang telah saya alami. Mungkin itu merupakan doa setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa bahkan yang tidak menjalankan ibadah puasa pun saya yakin juga akan berdoa demikian.
Pengurus BEM tadi rapat. Pembahasanya ialah persiapan demisioner dan buka bersama dirumah salah satu pengurus.
setelah itu dilanjutkan buka bersama dengan Komunitas Arek Agroekoteknologi (KANO) dan anak jalanan. Saya secara khusus diundang oleh Firda, selaku ketua pelaksana. Di sana ada kahim dari jurusan BP, Tanah dan HPT. PD III serta KPS Agroekoteknollogi juga hadir

Haji Syaichon

Ingat kejadian di Pasuruan yang 21 orang mati gara - gara berebut zakat?
Kita tidak bisa menyalahkan siapa - siapa dari kejadianitu. Baik bapak Haji Syaichon selaku muzaqqi maupun para mustahiq. Kita harus bijak dalam melihat kejadian itu. Memang dalamnya laut bisa dikira - kira, namun dalamnya hati siapa tahu. Apakah niatan asli dari pak Haji, ataukah memang para mustahiq memang meminta haknya. Karena meskipun dari pak haji tidak percaya kepada amil selain amil bentukannya sendiri, ada peluang bahwa hal ini dijadikan gaya - gayaan saja. Karena di Pasuruan hal kaya gini sudah menjadi kebiasaan. orang kaya memang jor - joran dan saingan supaya mendapat pengakuan dari masyarakat. Dari pihak miskinpun, banyak yang menghitung untung rugi kalau datang ke sana. Jauh-jauh datang dari luar kota, nyater hanya untuk mendapatkan berkah Ramadlan.
Rp 30.000; dikurangi Rp 10.000; biaya transportasi. Jadi masih untung Rp 20.000; sehari dengan pekerjaan hanya antri menunggu giliran dikasih zakat. Dan setelah mendapat dari Haji Syaichon, biasanya mereka mendatangi rumah - rumah haji lainnya unttuk meminta zakat dengan terang - terangan. Jadi itulah kondisi kehidupan sosial kita hari ini.
Sepertinya kita harus mengkaji Surat Al-Ma'un lagi.

Tuesday, September 23, 2008

Hari ini, antara akademis dan organisatoris

Gak jadi pengamatan intensitas karena saya gak bisa pinjem ligh meter hari ini, malah saya konsultasi dengan dosen pembimbing saya
Follow up LK dengan buka bersama di komisariat, banyak yang datang. Sekitar 30 kader, semua mengungkapkan pesan dan kesan pada HMI.
Rapat kali ini bukan rapat biasa, melainkan luarr biasa...karena hanya lokal saja, meskipun pembahasan sangat berat, sampai jam 24.00 bahkan dengan materi sangat berbobot. Pesertanya ada cewek satu. Tapi itu kami lakukan demi kemaslahatan ummat.

Monday, September 22, 2008

Diklat kepemimpinan dan Basic Training

Tulisan belum bisa ditampilkan, karena masih ada dalam perbaikan. Maaf

Thursday, September 18, 2008

Buka puasa bareng LKM

Buka bareng dengan LKM kemarin berjalan sangat lancar. Namun parameter yang digunakan untuk bisa mengatakan kegiatan ini sukses atau tidak bukan dari tujuan awal yaitu esensi lain yang susah didapakan juga, yaitu kebersamaan. Kalau yang digunakan sebagai parameter keberhasilan ialah target awal maka mungkin kegiatan ini jauh dari rencana awal. Kesepakatan awal ialah acara dilaksanakan di dalam ruangan, yaitu HPT. Maka BEM menfasilitasinya dengan meminjam ke pihak fakultas, yaitu melalui birokrasi yang sangat panjang. Dari surat kepada pihak dekanat dan pihak dekanat akan memberi mandat kepada ketua TU untuk membantu dan menfasilitasi kegiatan mahasiswa. Tidak cukup sampai situ, melainkan ketua TU harus memberi memo ke karyawan di bawahnya lagi. Hal itu juga dialami oleh pengurus BEM, yang saat itu diurus oleh Siti dan Astri serta Fery. Siti dan Astri harus menunggu pihak dekanat di ruangannya lama. Kemudian alhamdulillah semua lancar bahkan akan disumbang kurma, H – 1 disuruh mengingatkan katanya. Namun janji hanyalah sebuah janji, kita tidak bisa menjusticenya. Karena saat dikonfirmasi ternyata beliau tidak ada. Itu baru dari satu meja di dekanat. Ada cerita lagi di meja berikutnya yaitu meja satu tingkat dibawahnya. Di meja birokrasi tata usaha lain lagi ceritanya. Setelah tahu maksud dari kami, maka dengan enteng ruangan yang akan kami pinjam yaitu gedung kuliah FP sudah digunakan dan tidak bisa dipinjam. Pengurus BEM punya inisiatif pinjem ruang kuliah HPT dan ternyata juga gak bisa juga, maka alternatif terakhir yaitu pinjam gazebo saja. Maka setelah saya dapat informasi seperti itu dari pengurus saya menghubungi Rifki selaku penanggung jawab acara buka bareng LKM FP. Maka diputuskan kegiatan diadakan di gazebo saja. Di saat bersamaan, salah satu pengurus BEM, Fery yang pinter nglobi, khususnya penjaga pintu HPT, dia konfirmasi ke saya bahwa HPT bisa digunakan dan dia sendiri yang bertanggung jawab.

Namun apa yang terjadi pada saat hari pelaksanaan. Kesepakatan jam 15.30 sudah dimulai, namun semua pada asyik memasak dan sepertinya kawan – kawan tidak antusias jika dilaksanakan di gedung HPT. Kawan – kawan lebih suka diadakan di panggung saja. Pun demikian, masih sulit juga bila diajak untuk diskusi, malah lebih suka memasak, memang mengasikkan sich memasak. Aku saja suka bahkan hobby memasak, namun hobby itu jarang saya lakukan seiring kesibukan saya. Diskusi tetap dilaksanakan dengan teman – teman canopy yang jadi media moderatornya. Antusiasme temen – temen mungkin bisa dibilang kurang kalau dinilai dari segi kuantitas pengurus LKM. Namun kalau dilihat dari kualitas diskusi kali ini memang lumayan. Karena minimal dari kawan – kawan ada pemikiran menggagas peran LKM ke depan supaya sesuai dengan kaidah dan peran dari LKM itu sendiri. Ada yang menganggap saat ini LKM lebih cenderung mengarah pada lembega semacam Even organization. Tidak dapat dipungkiri, Namun pendapat itu tidak semua benar. Ada miscommunication antara LKM dan masyarakat mahasiswa. Mungkin juga karena sistem yang ada yang membuat hal ini terjadi. Namun semua sepakat kalau LKM nantinya harus membawa manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat umumnya. Diskusi selesai setelah terdengar adzan Maghrib sebagai tanda berbuka puasa berkumandang. Tanpa babibu, cak-cek dengan lihai temen – temen menyiapkan ta’jil dan makanan. Yang lain sholat dulu di mushola.

Setelah sholat maghrib semua kumpul di panggung dan menyantap makanan dengan lahap secara bersama. Metode yang dipakai yaitu nasi yang ditaburi lauk ditaruh di daun pisang memanjang bahkan sampai 10 meter lebih dan nantinya dikelilingi oleh peserta dari kanan dan kiri. Kalau tempat kurang, maka peserta harus memposisikan badannya miring supaya teman yang lainkebagian tempat. Sungguh asyik melihat buka bareng kali ini. Semua marasa lahap dan habis jatah nasi yang ditaruh di panggung.

Setelah itu semua photo bareng di depan panggung. Dari cowok dan cewek, semua jadi satu untuk diambil gambarnya. Gak ada kesan normal maupun formal, yang ada hanya kebersamaan.


Buka puasa bareng LKM FP UB

Buka puasa bareng di panggung. Masak sendiri dan diskusi tentang LKM fungsi dan perannya

Gathering with LKM


Today we're gathering with LKM FP UB in PKM podium. We're eating together. Consist of Government organization like BEM, DPM, MPM and HMJ. Gathering is followed by Non Government organization in agriculture. We're calling them with UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
The atmosphere is full of friendliness. Although consist of GO ang NGO we're one. Always number one...

Wednesday, September 17, 2008

Go a head

When we have a plan, we must effort to realizing. Don't be afraid to make a mistake. Go a head our plan. It's like my experience yesterday.
I love some one, but I'm not yet telling my heart. Just via writer I'm telling my heart in blog. So may be she don't know what happen to me. I'm telling to my partner, my soul mate and ask to them about it. They'd say "go a head" and showing my expression to her. They believe I'll get her heart.

Tuesday, September 16, 2008

Buka bareng pengurus


Gak ada rencana untuk ketemuan ma pengurus untuk bahas all abaut BEM. Tapi berbekal keinginan dan tekad akhirnya pengurus cowok ada rencana buka bareng di tempat Dzul. Tapi yang ikut cuma ada aku, Iman, Angga, Fery dan Dzu sendiri. Banyak sekali topik yang kami bicarakan, terutama aku berani cerita ke Angga maslah biologisku dengan seorang yang aku cintai. Namun aku belum bisa menghilangkan rasa ketkutan untuk bilang. Bahkan cerita pun aku harus mengumpulkan banyak keberanian. Angga jadi tahu kisah perjalanan cintaku. Paling tidak jadi lega, semoga Allah memihak....

Panen apel lagi


SMS itu datang tiba – tiba, bahwa besok kebun pak Nasib dipanen. Kontan saja saya harus mempersipakan segala sesuatunya untuk besok. Saya SMS ke partnerku, ada balasan malamnya, namun yang satu gak bales sampek detik ini saya nulis blog ini.

Pagi sekali saya bangun dan langsung mandi. Aku persiapkan si baron untuk menemani ke Batu. Aku langsung ke kampus dulu untuk jemput temenku. Aku berangkat jam 08.00 dan sekitar 30 menit saya sudah sampai Tlekung, Batu. Dua pohon langsung dipanen dan temenku nyatetin pada cabang sub sekunder ke berapa? Tapi pada pohon yang ke-2 hanya panen satu kresek, padahal pohonnya besar. Hanya pakai kaos poster 2004 dan jaket koldore. Celana abu – abu yang sudah aku pakai jaman SMA tapi saat ini jarang aku pakai kecuali kalau ke lapang. Aku langsung ke kampus dengan model seperti itu, dari hanya pakai sandal jepit. Hasilnya belum saya timbang, rencananya besok sekalian aku ngukur intensitas matahari dan geometri cabang.

to be continued...