Thursday, September 18, 2008

Buka puasa bareng LKM

Buka bareng dengan LKM kemarin berjalan sangat lancar. Namun parameter yang digunakan untuk bisa mengatakan kegiatan ini sukses atau tidak bukan dari tujuan awal yaitu esensi lain yang susah didapakan juga, yaitu kebersamaan. Kalau yang digunakan sebagai parameter keberhasilan ialah target awal maka mungkin kegiatan ini jauh dari rencana awal. Kesepakatan awal ialah acara dilaksanakan di dalam ruangan, yaitu HPT. Maka BEM menfasilitasinya dengan meminjam ke pihak fakultas, yaitu melalui birokrasi yang sangat panjang. Dari surat kepada pihak dekanat dan pihak dekanat akan memberi mandat kepada ketua TU untuk membantu dan menfasilitasi kegiatan mahasiswa. Tidak cukup sampai situ, melainkan ketua TU harus memberi memo ke karyawan di bawahnya lagi. Hal itu juga dialami oleh pengurus BEM, yang saat itu diurus oleh Siti dan Astri serta Fery. Siti dan Astri harus menunggu pihak dekanat di ruangannya lama. Kemudian alhamdulillah semua lancar bahkan akan disumbang kurma, H – 1 disuruh mengingatkan katanya. Namun janji hanyalah sebuah janji, kita tidak bisa menjusticenya. Karena saat dikonfirmasi ternyata beliau tidak ada. Itu baru dari satu meja di dekanat. Ada cerita lagi di meja berikutnya yaitu meja satu tingkat dibawahnya. Di meja birokrasi tata usaha lain lagi ceritanya. Setelah tahu maksud dari kami, maka dengan enteng ruangan yang akan kami pinjam yaitu gedung kuliah FP sudah digunakan dan tidak bisa dipinjam. Pengurus BEM punya inisiatif pinjem ruang kuliah HPT dan ternyata juga gak bisa juga, maka alternatif terakhir yaitu pinjam gazebo saja. Maka setelah saya dapat informasi seperti itu dari pengurus saya menghubungi Rifki selaku penanggung jawab acara buka bareng LKM FP. Maka diputuskan kegiatan diadakan di gazebo saja. Di saat bersamaan, salah satu pengurus BEM, Fery yang pinter nglobi, khususnya penjaga pintu HPT, dia konfirmasi ke saya bahwa HPT bisa digunakan dan dia sendiri yang bertanggung jawab.

Namun apa yang terjadi pada saat hari pelaksanaan. Kesepakatan jam 15.30 sudah dimulai, namun semua pada asyik memasak dan sepertinya kawan – kawan tidak antusias jika dilaksanakan di gedung HPT. Kawan – kawan lebih suka diadakan di panggung saja. Pun demikian, masih sulit juga bila diajak untuk diskusi, malah lebih suka memasak, memang mengasikkan sich memasak. Aku saja suka bahkan hobby memasak, namun hobby itu jarang saya lakukan seiring kesibukan saya. Diskusi tetap dilaksanakan dengan teman – teman canopy yang jadi media moderatornya. Antusiasme temen – temen mungkin bisa dibilang kurang kalau dinilai dari segi kuantitas pengurus LKM. Namun kalau dilihat dari kualitas diskusi kali ini memang lumayan. Karena minimal dari kawan – kawan ada pemikiran menggagas peran LKM ke depan supaya sesuai dengan kaidah dan peran dari LKM itu sendiri. Ada yang menganggap saat ini LKM lebih cenderung mengarah pada lembega semacam Even organization. Tidak dapat dipungkiri, Namun pendapat itu tidak semua benar. Ada miscommunication antara LKM dan masyarakat mahasiswa. Mungkin juga karena sistem yang ada yang membuat hal ini terjadi. Namun semua sepakat kalau LKM nantinya harus membawa manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat umumnya. Diskusi selesai setelah terdengar adzan Maghrib sebagai tanda berbuka puasa berkumandang. Tanpa babibu, cak-cek dengan lihai temen – temen menyiapkan ta’jil dan makanan. Yang lain sholat dulu di mushola.

Setelah sholat maghrib semua kumpul di panggung dan menyantap makanan dengan lahap secara bersama. Metode yang dipakai yaitu nasi yang ditaburi lauk ditaruh di daun pisang memanjang bahkan sampai 10 meter lebih dan nantinya dikelilingi oleh peserta dari kanan dan kiri. Kalau tempat kurang, maka peserta harus memposisikan badannya miring supaya teman yang lainkebagian tempat. Sungguh asyik melihat buka bareng kali ini. Semua marasa lahap dan habis jatah nasi yang ditaruh di panggung.

Setelah itu semua photo bareng di depan panggung. Dari cowok dan cewek, semua jadi satu untuk diambil gambarnya. Gak ada kesan normal maupun formal, yang ada hanya kebersamaan.


Buka puasa bareng LKM FP UB

Buka puasa bareng di panggung. Masak sendiri dan diskusi tentang LKM fungsi dan perannya

Gathering with LKM


Today we're gathering with LKM FP UB in PKM podium. We're eating together. Consist of Government organization like BEM, DPM, MPM and HMJ. Gathering is followed by Non Government organization in agriculture. We're calling them with UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
The atmosphere is full of friendliness. Although consist of GO ang NGO we're one. Always number one...

Wednesday, September 17, 2008

Go a head

When we have a plan, we must effort to realizing. Don't be afraid to make a mistake. Go a head our plan. It's like my experience yesterday.
I love some one, but I'm not yet telling my heart. Just via writer I'm telling my heart in blog. So may be she don't know what happen to me. I'm telling to my partner, my soul mate and ask to them about it. They'd say "go a head" and showing my expression to her. They believe I'll get her heart.

Tuesday, September 16, 2008

Buka bareng pengurus


Gak ada rencana untuk ketemuan ma pengurus untuk bahas all abaut BEM. Tapi berbekal keinginan dan tekad akhirnya pengurus cowok ada rencana buka bareng di tempat Dzul. Tapi yang ikut cuma ada aku, Iman, Angga, Fery dan Dzu sendiri. Banyak sekali topik yang kami bicarakan, terutama aku berani cerita ke Angga maslah biologisku dengan seorang yang aku cintai. Namun aku belum bisa menghilangkan rasa ketkutan untuk bilang. Bahkan cerita pun aku harus mengumpulkan banyak keberanian. Angga jadi tahu kisah perjalanan cintaku. Paling tidak jadi lega, semoga Allah memihak....

Panen apel lagi


SMS itu datang tiba – tiba, bahwa besok kebun pak Nasib dipanen. Kontan saja saya harus mempersipakan segala sesuatunya untuk besok. Saya SMS ke partnerku, ada balasan malamnya, namun yang satu gak bales sampek detik ini saya nulis blog ini.

Pagi sekali saya bangun dan langsung mandi. Aku persiapkan si baron untuk menemani ke Batu. Aku langsung ke kampus dulu untuk jemput temenku. Aku berangkat jam 08.00 dan sekitar 30 menit saya sudah sampai Tlekung, Batu. Dua pohon langsung dipanen dan temenku nyatetin pada cabang sub sekunder ke berapa? Tapi pada pohon yang ke-2 hanya panen satu kresek, padahal pohonnya besar. Hanya pakai kaos poster 2004 dan jaket koldore. Celana abu – abu yang sudah aku pakai jaman SMA tapi saat ini jarang aku pakai kecuali kalau ke lapang. Aku langsung ke kampus dengan model seperti itu, dari hanya pakai sandal jepit. Hasilnya belum saya timbang, rencananya besok sekalian aku ngukur intensitas matahari dan geometri cabang.

to be continued...

Sunday, September 14, 2008

Kakak ipar

Kakak Ipar buat adikku

Ada yang aneh hari ini. Hari ini aku menerima SMS dari adekku yang ada di Ngawi. Dia Tanya kabar dan bilang kangeen. Padahal dia belum pernah SMS seperti itu, pernah sih tapi karena intensitas SMS yang agak sering. Tapi saat ini aku jarang sekali SMSan ma dia. Makanya aku telephone dia, mumpung operatornya sama. Jadi “lumayan murah lah”..… Masak ”ya iya dong?” Mulan saja, Mulan Jameelah, bukan Mulan Jameedong. Ada hal yang membuat saya agak jengkel, bukan karena di SMS seperti itu, malainkan karena di kontrakanku, yang notabene HPnya Nokia semua, chargernya gak ada sama sekali dari kemarin. Punyaku ketinggalan di rumah temenku. Makanya saya pergi ke kontrakan temenku untuk ngecharge HP aku. Makanya saya bisa menghubungi dia. Cukup lama saya ngobrol dengan dia, dari kabar masing – masing, aktivitas, kegiatan, puasanya dan sebaginya. Dia juga menanyakan kapan balik ke Ngawi. Ya saya jawab lebaran balik, masih setengah bulan lagi saya pulang. Tapi yang membuat aku jadi terperanjat ketika dia menagih kakak ipar. Dia menanyakan kakak ipar, apakah saya sudah punya kakak ipar untuknya ataukah belum. Memang dulu pernah bilang bahwa akan mencarikan kakak ipar buat dia. Tapi sampai saat ini saya belum bisa memenuhi keinginannya.

Cukup lama saya ngobrol dengan tema ini. Saya curahkan saja yang saya alami selama ini. Cukup sulit mendapatkan seorang kakak ipar buat dia, apalagi yang sesuai dengan ”krentek ati”. Sangat banyak wanita, tapi yang sesuai dengan hati itu yang merupakan menjadi pertanyaan lanjutan. Ada yang sudah sesuai dengan hatiku sejak saya tahu sang wanita itu untuk kali pertama, tapi saat ini saya hanya bisa menunggu skenario Tuhan yang memihak kepadaku. Bahkan sampai saya menyerah sebelum saya berperang, karena yang saya tahu wanita ini disenengi orang yang saya anggap punya potensi luarrr biasa untuk mendapatkanya. Dan saya yakini bahwa semua itu merupakan skenario Tuhan juga. Sejak lama saya tahu itu dan bukan hanya saya saja, tapi semua orang yang dekat dengan aku ataupun sang wanita idaman hati tersebut. Ditambah lagi aku type orang yang menerima apa adanya, kalau istilah Jawa menyebutnya ”Narimo ing pandom”. Maka aku harus tertunduk malu untuk mengatakan dan tertindas bukan bangkit untuk mengatakan cinta dan tersenyum. Apalagi saya tahu bahwa teman – teman dekat dan soulmate nya sepertinya mendukungnya. Selain itu saya juga dapat informasi lagi bahwa dia juga jalan dengan cowok Fakultas lain. Benar – benar falsafah Jawa lagi yang membuat aku masih bisa tersenyum dan bisa berjalan.

Suatu saat di BEM pada siang hari di saat saya masih bersama dengan salah satu pengurus. Kami cerita kondisi pengurus, tapi ceritanya gak beresensi ke kepengurusan malinkan dalam wilayah Konsolidasi Internal Lembaga. Dia menceritakan bahwa sang wanita tersebut belum punya gandengan dan pasangan. Hati ini ”deg” begitu mendengar kalimat itu. Semoga skenario Tuhan memihakku. Tapi seolah gak terjadi perubahan sama sekali dalam ekspresi saya. Maka yang ada di hadapankupun tidak tahu gemuruh hati ini sebagi wujud ekspresi dalam diri.

Mungkin ada skenario Tuhan yang pingin membuat perjalanan cinta saya tampak lebih indah. Sebelum saya mendengar cerita itu dan tahu yang sebenarnya, saya kadung terjebak dan terhimpit dengan keadaan. Karena saya orang yang sudah putus asa dengan keadaan, saya sempat dekat dengan orang lain. Padahal orang lainpun sebenarnya hanya sekadar dekat saja. Kami hanya sekadar dekat tanpa ada ikrar karena orang itu sudah berikrar untuk orang lain. Tapi image yang terbangun ialah orang tersebut merupakan pacar aku. Bahkan sampai sekarang pun orang akan susah menghilangkan image tersebut. Tapi saya memang tidak akan pernah merasa kecewa ataupun menyesal dengan yang saya lakukan. Bahkan kemarinpun saya masih sempet pulang bareng dia, karena secara gak sengaja ketemu di jalan.

Oh Tuhan, aku akan dibawa kemana? Apakah saya akan bersama dengan wanita idamanku ataukah dengan yang lain? Akan aku terima dan akan saya jalani skenario – Mu. Tapi jangan lupa, saya tetap yakin dengan kekuatan cinta akan merubah segalanya. Saya tetap akan mengejar ridlo Illahi dengan tetap berihtiar mencintai dia, sang wanita idaman hati.

Mungkin kakak ipar yang ditagih adikku akan terpenuhi dan akan membawa kemaslahatan keluarga dan umat. Saya menulis demikian, sang pujaanku tahu gak ya? Tapi dia punya peluang untuk membaca suara hati ini karena dia juga dalam jaringan lokal blog ini. Semoga...

Saturday, September 13, 2008

Rekor tercipta di Seminar Proposalku


Rekor baru di FP UB
Pagi kemarin, saya seminar proposal. Apa yang membuat seminar proposal aku jadi istimewa?
Seminar proposal saya dihadiri lebih dari 70 orang mahasiswa dan ada juga 1 Sarjana Pertanian. Bertindak sebagai dosen pembimbing utama Ir. Endang Moerdiati, MS. Namun beliau belum bisa datang karena beliau sakit. Kemudian Ir. Sittawati, MS. menggantikan beliau. Banyak masukan khususnya dalam metodologi dan referensi yang saya ajukan.
Dr. Ir. Roedy Soelistyono, MS. selaku pembimbing II juga bisa hadir ditengah kesibukannya. Apalagi sang mertua juga lagi sakit. Beliau sebenarnya tidak bisa hadir, namun ketika tahu bahwa pembimbing I tidak bisa datang, beliau hadir. Banyak nasehat yang diberikan kepada audien dan khususnya saya. Tidak hanya dari isinya saja, melainkan dari etika penulisan. Di pendahuluan beliau menanyakan kenapa ucapan terimakasih yang pertama ditujukan kepada Prof. Ir Sukur Makmur Sitompul, Ph. D? Beliau bertindak selaku apa? Seharusnya dosen pembimbing I. Beliau mengatakan bahwa sya ini banyak pengemarnya, terbukti yang datang pada seminarku sangat banyak. Dilanjutkan oleh dosen pembahas saya, Ir. Ninuk Herlina, MS. Sangat banyak beliau memberi masukan pada proposalku.
Temen - temenku banyak yang heran, khususnya mengenai peserta yang datang sangat banyak. Saya sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada semuanya. Tanpa kehadiran kawan - kawan semua, tidak berarti apa - apa.
Aku merasa sangat bangga pada kalian semua.
Siangnya saya sholat Jumat di masjid Nurul Falah dan bercengkerama dengan anak - anak di BEM.
Ketika harus ngurus berkas, ternyata nilai belum masuk, maka aku harus nunggu sampai senin minggu ini. Sorenya aku ketemu dengan salah satu adik tingkat. Dia bercerita bahwa seminar tadi bukan seminar mahasiswa, melainkan seminarnya seminarnya artis. Pesertanya over load, harus antri sampai luar. Ditambahi dengan kamera yang selalu jeprat - jepret. Di luar banyak sekali peserta yang ingiun masuk ceritanya. Bahkan temen deketku cuma mau setor muka saja selorohnya. Dari mahasiswa lain bahkan telephon bahwa dia bercerita tentang bukti bahwa saya selalu tebar pesona di mana saja. Tapi itu bukan keinginanku, aku harus baik pada setiap orang tidak pilah - pilih.

BUKA BARENG HORTIEZZZ 2004
Buka bareng dilakukan di rumah dinon, sangat menyenangkan. Yang tidak hadir ada 7 orang, karena memang kondisi yang gak memungkinkan. Banyak pengumuman di sana, ada yang mau nikah, ada yang diterima double degree dan Hortiezzz 2004 udah punya keluarga baru. Anaknya Ana Sri Lestari yang lahir pas hari kemarin juga. Ani Fatihatul M nikah tanggal 08 Oktober. Sunguh sangat menyenangkan mendengar kabar bahagia tersebut. momentum hari itu mungkin hari terakhir bisa kumpul. Saya yakin tahun depan sudah gak ada momentum seperti hari ini. Makanya hari ini kami juga mengisi biodata yang akan kami buat album kenangan.
to be continued...

Thursday, September 11, 2008

Musibah atau cobaan

Hari ini banyak sekali musibah yang menimpaku.
Aku ngurus seminar proposal besok, dan ternyata aku harus menghubungi bapak dan ibu dosen, aku juga harus mikir souvenir apa yang pas dan cocok untuk kegiatan besok. Untung aku punya temen - teman baik sehingga semua dibantu, kecuali souvenir untuk peserta, karena saya sudah pesen dulu.
Sorenya ketika aku mau menjenguk temen yang lagi sakit, Aku ditilang sama Bapak Polisi dan harus membayar Rp. 60.000,00 yang mana uang itu seharusnya saya pergunakan untuk biaya kebutuhan sehari - hari saya. Tapi alhamdulillah menjadi agak ringan ketika ada kawan yang membantu. Temen atau adik tingkat tersebut menempati ruangan super VIP. Bahkan melebihi kamar hotel. tarif 1 malam Rp. 800.000,00. Dia di sana selama 4 hari, tinggal menghitungkan uang sewa ruang. Belum bayar obat dan perawatan,,
Selain itu flash yang aku pinjam juga hilang. Bukan masalah menggantinya, melainkan data yang ada di dalamnya,,
Aku juga belum bisa merasakan nikmatnya berbuka puasa gara - gara saya sendirian dalam kegelapan karena gak ada lampu di BEM. Hanya buah apel penelitian yang saya buat buka, air minumpun tidak ada.
Tapi saya yakin dari semua ini merupakan ujian dari Allah dan saya pasti mendapat hikmah dari semua ini.

Persiapan seminar proposal

Suatu saat memang saya juga harus mengalami hal – hal yang mungkin belum terbiasa saya lakukan. Meskipun hal seperti ini sudah sering saya lakukan saat dulu saya masih kecil dan saat – saat masih lugu dan imoet. Saya harus lama menunggu dosen hanya untuk mendapatkan tanda tangan sebagai syarat seminar proposal lusa nanti. Setelah ketemu dengan beliau, dengan teliti beliau mencoret kata – kata saudara dengan menyuruh ganti kata – kata Bapak/Ibu. Karena surat ini akan disampaikan kepada para dosen pembimbing saya dan dosen pembahas. Bebarengan dengan ujian kompre teman dari Program Studi Agronomi, saya menunggu dosen tadi yang kebetulan juga lagi nguji teman saya tersebut. Saya gunakan waktu tunggu itu ke perpustakaan BP. Sudah lama saya tidak ke sana. Banyak perunahan di sana, khususnya dalam jumlah dan kerapian perpustakaan. Buku bertambah banyak, khususnya sumbangan proyek hibah kompetisi A2. buku – buku referensi maupun journal – journal tertata rapi dalam rak. Ada kebijakan semua tidak boleh meminjam dibawa keluar, kecuali dibaca di tempat saja. Karena dikhawatirkan kalau boleh dibawa keluar, maka jika ada yang mau membutuhkan tidak bisa memenuhi keinginannya untuk membaca gara – gara bukunya tidak ada. Apalagi jika yang meminjam ialah dosen, rawan sekali telat dengan berbagai banyak alasan.

Penjaga yang biasa dianggap tidak ramah oleh teman – teman, pada hari ini beliau sangat ramah dalam melayani saya. Apakah gara – gara penampilan yang saya tunjukkan? Mungkin, karena beliau menganggap kalau saya adalah alumni mahasiswa BP yang lagi berkunjung. Karena saya memakai pakaian yang rapi, memakai jaket hitam, yang kebanyakan oleh teman – teman menyebutnya jas, dipadukan dengan kemeja kuning keputihan ditambah dengan celana kain hitam. Apalagi saya mengenakan pin yang dari Thailand, sungguh sangat elegant, bukan pamer lho, tapi congkak sedikit.

Setelah ujian teman saya selesai, dosennya pun keluar juga, tapi tidak langsung masuk, melainkan diskusi dengan dosen lainnya. Akhirnya dengan sabar saya menunggu saya dapat tanda tangan beliau. Langsung saja ke administrasi BP untuk mendaftar seminar proposal. Saya diguyoni terlalu sore baru daftar, karena saat itu jam sudah menunjukkan angka 15.10 WIB. Saya harus mengeluarkan uang total Rp. 65.000,00 dengan rincian Rp. 40.000,00 untuk sewa ruangan dan Rp. 25.000,00 sebagai sewa LCD. Saya harus menghubungi mas Adi Yuwono untuk memastikan LCD nya besok.

Kemudian saya ke BEM, namun apa yang saya temui? Ada 3 orang tidur di sana. Pikirku sangat wajar memang ada mereka tidur. Disamping kecapekan mereka pasti puasa. Maka saya menyusul mereka menuju istana kapuk. Bangun sudah masuk waktu ’Ashar dan saya langsung ke mushola Nurul Falah FP UB untuk menjalankannya. Saya menjadi imam untuk teman – teman yang pada belum sholat.

Di jurusan BP, jika melakukan seminar maka harus memberi makanan atau snack bagi peserta. Tapi apakah saya harus seperti itu juga? Apalagi saat ini bulan puasa Ramadlan. Maka saya dapat ide, makanan dan snack itu diganti dengan asesoris saja ataukah barang yang lebih bermanfaat dan tahan lama sebagai kenangan. Saya pergi ke KOPMA Press untuk pesan barang tersebut.

Saya pulang berboncengan 3 dengan Rosyid dan Fery. Di komisariat sudah ada banyak kader sedang rapat LK – I yang rencananya akan dilakukan pada bulan September akhir. Sudah dilist calon peserta yang akan ikut LK. Dari angkatan 2006, 2007 dan 2008. Para panitia sangat antusias dan semangat walaupun gak ada takjil dan makanan. Saya sangat bangga pada mereka. Semoga perjuangan tidak sampai disini, tapi sampai titik penghabisan dengan mengharap ridlo Allah SWT.

Tuesday, September 09, 2008

Panasnya Batu saat puasa



Apa boleh buat,,setelah saya telephone pak Suwarno, ternyata apelnya sudah dipanen. Beliau tidak menghubungi saya, apakah karena dari mahasiswa kurang dipercaya ataukah seperti apa? Jadi yang sedianya kami akan menghitung jumlah daun apel di kebun tersebut dengan semangat tinggi, tiba - tiba semangat itu hilang entah ke mana. Pagi sekali saya menghubungi partner saya, dari telephone dan SMS, namun jangankan balasan, "CUMI"pun gak ada.
Akhirnya pagi jam 09.00 baru berangkat ke Batu, gara - gara si king Baron lagi dipinjem ma temenku. Aku mampir ke kost iman, dan diskusi masalah skripsiku. Aku data dan list segala yang menjadi kebutuhan skripsi aku. Kemudian saya ke dosen pembimbing I untuk minta tanda tangan. Di sana saya di kasih banyak nasehat supaya lekas selesai kuliahnya. Naluri seorang ibu, katanya. Tapi yang membuat aku terpukul ialah ketika saya dikatakan sibuk dengan BEM sehingga penelitianku terlantar. Yang mengatakan demikian tidak lain dan tidak bukan ialah partner aku sendiri. Kenapa fitnah itu harus terjadi? Padahal kalau dipikir dan banyak yang tahu, mungkin aku yang banyak meluangkan waktu untuk penelitian ini. Mereka bahkan lebih disibukkan dengan aktivitas mereka yaitu pameran. Dosen pembimbingku menyangka kalau saya memang sibuk ngurusi BEM. Padahal aku sring SMS, telephon dan gak diangkat sama sekali begitu dibilang saya gak memikirkan penelitian. Begitu hitam prasangka orang dan benar kalau fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Setelah dapat tanda tangan saya pamit untuk pergi melakukan pengamatan.
Sampai di kebun, sangat payah kami naik sampai ke atas. Karena sangat curam tebing kebun itu. Mungkin hampir 45 derajat kemiringannya. Kami menghitung jumlah daun 4 pohon sekaligus. Saya dibantu Iman dalam suasana yang sangat panas, apalagi puasa kaya gini...Disamping itu kami banyak ngobrolin tentang pacaran jaman sekarang dan pengkaderan di HMI, nyambung gak sih? tapi kami sangat prihatin dengan kondisi seperti saat ini.
Setelah selesai kami mampir di masjid merah putih untuk sholat Dluhur. "Masjid Merah putih" aneh memang namanya, tidak lazim orang mengatakan mungkin ya,,dari hijab/tabir dibuat merah putih warnanya. Nasionalis banget kayaknya. Bahkan saya kira bangunannyapun meniru kultur hindu. Jadi semua dipadukan dalam bentuk bangunan masjid. Apakah maksud dari tujuannya, wallahu bi showab..
Sampai
di kost iman, saya tidur sebentar dan dilanjutkan ke kampus untuk bahas buka puasa bareng LKM FP. Rencananya dilakukan hari Rabu, tanggal 17 September 2008 di Fakultas Pertanian.
Aku buka puasa dengan buah apel hasil penelitian, dan terawih seperti biasa dilakukan di komisariat, moga jadi barokah bagi komisariat. Amin....

Akhirnya...


Akhirnya saya bisa ketemu dengan dosen pembahas dan langsung ditandatangani sebagai tanda beliau setuju.
God willing, I'll proposal seminar Thursday at 09.10 o'clock in Plant breeding laboratory. I want to invite all my friends to come to my seminar.
Tatapi saya hanya berbekal nekat saja, entah nanti jadi apa yang penting saya sudah maju seminar proposal, hanya itu yang ada di otakku. Aku sudah kadung bilang sama temen - temen aku. Termasuk Hasan dan Hendra yang mereka aku minta jadi moderator dan pembahas aku. Tapi mereka bebarengan dengan kuliah Pola tanam. Tak lupa aku juga menimbang apel dari panenan Otto. Siangnya aku pulang dan langsung tidur, jadi tidak melihat betapa derasnya hujan kemarin. Setelah itu saya dengan Bagus cari takjil di Taman Budaya Soekarno hatta. Di sana kami photo - photo dengan bapak Polisi. Buka dengan takjil es poco - poco dan makan soto Madura kesukaan Bagus gara - gara ada merk Maduranya. Dasar orang yang aneh...
Solat tarawih aku di komisariat, malam itu Bagus jadi imam dan mas Hamid yang ngisi kultum. Aku budayakan hal demikian karena disamping untuk ibadah melainkan juga buat media aktualisasi kader. Dilanjutkan tadarus dengan metode satu baca dan lainnya menyimak, membenarkan bila ada yang salah. Aku kebagian baca 0,5 juz dan pada akhir bacaan setelah mengucap Sodaqallaahul 'adziim, tiba - tiba di depanku sudah ada orang yang sangat aku cintai dari awal kami berjumpa. Namun dasar aku yang kalah sebelum berperang memilih kalah dan ikhlas membiarkan sang pujaan bersama orang lain dan ternyata menurut sumber yang dapat dipercaya, yang aku pikirkan ialah salah apa adanya. "Dia belum punya gandengan..." kaya di lagunya Yopie Latul aja. Malam tadi dia mau ke suatu tempat tapi belum tahu tempatnya, makanya saya mengantarnya. Awalnya dia mau ke kos temen, tapi temennya ternyata masih tidur. Akhirnya kami berdua ke tempat itu. Rasanya seneng banget,,, tapi entah dia tahu atau tidak perasaanku saat itu. Meskipun hanya bisa mengantar, tapi rasanya seneng banget, apa ini namanya cinta?
Sebenarnya rasa ini sudah ada semenjak saya melihat dia. Tapi seperti yang sudah saya tulis tadi, saya kurang PD dengan aku sendiri, dia disenengi oleh temen deketku sendiri, maka aku pilih rela membiarkan meski akhirnya tidak kesampaian niatan temenku itu. Pikirku, kalau temenku sang pujangga malam saja belum bisa dengan dia, apalagi aku,,,bukan pujangga. Selanjutnya dia juga dekat dengan orang yang sangat briliant menurut aku, tapi sepertinya hari ini juga belum bisa sesuai laiknya orang pacaran. Akhirnya dengan sisa keberanian aku paksakan diriku untuk tidak tertunduk malu, tetapi akan bangkit untuk ungkapkan cinta. Itu tekadku mungkin ya...Siapa yang tahu??cuma sedikit.
Meskipun dia gak tahu isi hatiku saat ini, minimal saya bisa menulis perasaan ini dan orang lain tahu betapa besarnya cinta ini. Dan yang saya pahami tidak ada kata salah dalam cinta. Aku mencintai dia pun bukan suatu kesalahan. Moga Allah memihak...

Monday, September 08, 2008

Pengamatan

Pengamatan jumlah daun dan sudut hari ini dilakukan di kebun Bapak Guru Nasib di desa Oro - Oro Ombo, Batu. Pengamatan dilakukan bersama adik tingkatku. Alhamdulillah ada yang mau membantu. Padahal berangkatnyba sudah siang, yaitu pukul 12.30 WIB. Namun berbekal semangat dan rasa optimis, akhirnya saya bisa sampai sana. namun ada kejadian menarik, yaitu kami gak bisa buka gembok..Padahal kami adalah mahasiswa, masa buka gembok aja gak bisa, tapi alhamdulillah, akhirnya bisa juga.
Setelah dilakukan pengamatan dapat dua pohon, kami diundang ke rumah salah satu dosen saya untuk buka bareng. Kami balik dan mandi sebentar langsung berangkat. Kami naik angkot dan langsung diantar ke depan rumahnya. Ada Kanda Damanhuri selaku kyai dan imam sholat terawih. Aku semakin kagum dengan seseorang yang ada di sana. Dia begitu anggun dan sangat mempesona. Aku jatuh cinta padanya...
Entah tahu atau tidak, namun aku tetap berdoa semoga allah memihak..
Selepas sholat tarawih, aku main ke rumah Iman dan banyak omongin tentang cinta,,.

Sunday, September 07, 2008

Kehendak Tuhan

BAKSOS BEM FP UB
Baksos BEM FP UB dilaksanakan di Dusun Ngujung Desa Toyomerto Kecamatan Singosari Kab. Malang. Berangkat jam 08.00 dan selesai habis maghrib. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari pengurus, magang kabinet dan peserta dari luar. Kegiatanya ialah Sekolah Lapang, kunjunganke candi Sumberawan dan diskusi. Dihadiri oleh Dekan dan Pembantu dekan III. Sungguh luarr biasa kegiatan ini dan bisa dikatakan sangat sukses. Antusiasme masyarakat sangat tingi.



Jenguk pengurus dan Buka bersama
Hari itu, salah satu pengurus BEM FP sakit dan diopname di RSI Malang. Gejala typus penyakit yang diderita. Setelah kami menjenguk dia di RSI, kami langsung berangkat untuk menghadiri undangan buka bersama di rumah Kakanda Nuhfil. Banyak sekali nasehat dan motivasi baru yang kami peroleh. Apalagi Kanda Mangku juga bisa hadir dari acara tersebut. Banyak pengalaman yang diceritakan pada kami dan hal itu sangat memberi kami semangat baru. Dari 5 prinsip yang harus dimiliki SDM handal. Salah satu diantaranyanya, moral, etos kerja tinggi dan jangan mau menjadi orang yang rata - rata. Setelah diskusi, dilanjutkan buka bersama sekalian sholat tarawih bersama. Kemudian dilanjutkan diskusi yang sangat hidup. Jam 20.30 baru acara selesai, itupun gara - gara dicut oleh noderator, padahal sangat gayeng diskusi malam itu.
Setelah semua pada pulang, saya dan sebagian teman - teman masih ngobrol lagi dengan Kanda Nuhfil masalah apapun, dari kampus, KAHMI, HMI dan proyek dan masih banyak lagi. Kami jadi tahu semuanya kondisi yang terjadi.
Jumat, 06 September 2008
Tanda tangan Dosen Pembahas
Tanda tangan yang harapannya kudapat hari ini dari dosen pembahasku, kandas. Aku ketinggalan 5 menit gara - gara aku tinggal photo copi bentar. Oh...rencana Hari Rabu depan aku seminar, jadi gak yakin lagi.
Jumat, 5 September 2008
Lab Fistum
Aku ngadep dosen dan judul yang sudah jadi yang sudah ditandatangani sama dosen pembimbing II pun harus aku ubah. Cukup lama aku di lab fistum dan temenku sangat stress aku tahu itu, dari ngomongnya dan sikapnya, tapi dia harus menunjukkan ketidak stressanya itu. Mungkin aku juga stress, tapi mungkin aku bisa memanagenya, jadi seolah - olah aku biasa saja.
Kamis, 4 September 2008


Friday, September 05, 2008

MAPERCA


MAPERCA I
Entah apapun itu namanya, safari Ramadlan, MAPERCA ataukah diskusi ilmiah. Itu yang waktu itu dilaksanakan di Komsat. dengan menghadirkan salah satu dosen SOSEK Agribisnis, forum kemarin begitu hidup. Dilanjutkan dengan buka bersama sekalian sholat tarawih berjamaah..

NGABUBURIT PENGURUS
Ngabuburit merupakan kata yang lazim digunakan pada saat moment bulan Ramadlan. Pun demikian kemarin kami pengurus BEM setelah rapat yang sempat saya tinggal menghadiri pelantikan pengurus HMIT. Waktu pelantikan saya merasa bahwa HMIT merupakan himpunan yang paling bisa profesional dan himpunan yang mengakui eksistensi serta fungsi dan peran BEM FP UB. Buktinya saya mendapat undangan tertulis sekalian diberi waktu untuk memberi sambutan dengan saya ditempatkan di tempat khusus juga. Setelah selesai saya kembali ke BEM dan dilanjutkan bahas BAKSOS. Setelah selesai ngabuburit di Gerbang Ekonomi bersama pengurus semua sebanyak 80 % dari total yang aktif.

MAPERCA II
Maperca II menghadirkan kakanda dari Agroekoteknologi. Beliau sangat lihai dalam membawa suasana. Bahkan sampai sholat tarawih beliau masih di sini untuk jadi imam sekaligus pengisi KULTUM. Bebarengan dengan Syukuran dari Restu, Siti dan Astri sangat pas momentum kemarin. Semoga Allah meridloi.

Monday, September 01, 2008

Titik awal


Panen Apel
Hari ini aku harus panen apel lagi. Di kebun petani China yang sangat tertib administrasi dan sangat menganut aturan yang telah dibuat sendiri. Tapi sayangnya saya harus sendiri lagi karena tidak ada kerjasama yang apik lagi seperti kemarin. Dari telephone yang gak diangkat, SMS yang gak dibales. Rasanya kudu "misuh" dalam hati, tapi aku tetap bisa menahannya karena hari ini merupakan perdana puasa Ramadlan. Ada lagi aku harus mengurus proposal perpanjangan komisariat.
Untungnya temen dan sahabatku yang sudah mendapat gelar SP ada waktu dan mau membantu aku. Jam 08.30 aku berangkat ke kebun, padahal dari jam 06.00 aku sudah siap, namun ya itu tadi aku harus sadar bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Aku masuk kebun harus melewati 2 penjagaan ketat dari penjaga baru dapat ijin dari empunya. Setiap penjaga harus lapor via HP ke bos besar dahulu. Aku dipilihkan 2 pohon apel yang gak begitu gembel. Ini akan memudahkan kami juga petani gak banyak yang buat penelitian karena akan dikirim ke luar kota dan harus mengejar target.
Sangat capek, lapar, haus dan semua yang gak enak - enak dech..apa lagi puasa perdana. Rasanya tersiksa benget, tapi yang sangat menyiksa adalah persoalan batin mendapat cobaan bisa kenal dengan orang - orang yang gak bisa berempati. Uh,,,..
Dua pohon sudah kami panen, dan baru dapat beberapa cabang yang sudah diukur geometrinya, dapat SMS yang memilukan hati masalah apel juga...
Alhamdulillah jam 13.30 sudah kami selesai dan sudah diberi glangsi sama petani tadi dan disuruh bayar belakangan saja. Seiring pengamatan lain. Ada saja halangan yang harus kami hadapi dan harus kami hadapi dengan sabar. Motornya gak kuat naik di lereng yang curam. Namun berkat kegigihan kami akhirnya kami bisa keluar dari kebun dan sempat sholat Dluhur di masjid . Kesempatan itu kami manfaatkan untuk istirahat juga. Setelah agak reda kami ke kampus mengantar apel ke BEM. Ada pengurus yang datang untuk membicarakan BAKSOS.
Ada kejadian menarik yaitu ada orang yang menyimpan nomor HP ku dengan nama orang lain, jadi selama ini waktu aku SMS dia, pahamnya yang SMS ialah bukan aku atau teman dia. Padahal sudah lama banget lho...Pulang untuk berbuka.

Berbuka semua
Aku berbuka puasa dan berbuka hati hari ini di temen serta sahabat sejatiku. Dari masalah hati aku yang telah lama jatuh cinta pada seseorang yang ternyata sama anak - anak pengurus sudah dibaca dari awal.

Tarawih lagi
Kenapa aku harus tarawih dengan jamaah satu orang dan lagi - lagi aku jadi imamnya, plus pengisi kultumnya sekalian. Dilanjutkan dengan tadarus laiknya tadarus yang ada di masjid - masjid lainnya. Ada ta'jilan yang aku bawa dari oleh - oleh tadi siang. Nikmatnya bisa merasakan barokah Ramadlan tahun ini.

Sunday, August 31, 2008

Tarawih perdana 1429 H

Malam ini tarawih perdana. Aku gak dapat tempat kalo mau sholat di masjid maupun di Mushola. Akhirnya saya bikin sholat jamaah sendiri di komisariat yang sudah bersih dan rapi. Aku jadi imamnya dengan 2 makmum. Kenapa ya selama 4 tahun di Malang ketika solat perdana tarawih pasti gak di Mushola maupun di masjid. Bedanya dulu saya jadi makmum sekarang jadi imamnya sekaligus pengisi KULTUMnya...Sok ustadz banget ya,,.? Ah enggak kok, nuktinya ada lho yang manggil aku ustadz. Ada yang manggilnya tadz, UJ dan aneh - aneh dan lucu - lucu dech...

Laju Fotosintesis


Bayangkan ada SMS yang bikin aku mangkel, sebel, males dan semua yang bikin kita BT. Sebelum berangkat me-Licor aku harus ke kebun dan menandai pohon yang akan diamati. Padahal berangkat jam 06.00. Sebenarnya saya mau berangkat, tapi setelah saya beberapa kali menghubungi gak direspon sama sekali akhirnya aku dihubungi partner satunya lagi. Dan aku disuruh ke kampus. Setelah sampai di sana, ternyata ada kabar bahwa ada yang gak bisa berangkat karena salah satu organnya sakit. Jam 06.00 sudah ada pak Dosen dan sampai jam 06.45 pak Sopir belum datang. Akhirnya berangkat jam 07.00, dan langsung menuju ke Tlekung. Alhamdulillah pengamatan yang pertama lancar. Tapi untuk rencana ke dua gagal gara - gara hari minggu dan kebunnya tutup gak ada yang jaga. Terus pengamatan di Panderman bisa meski ada hambatan sebelumnya. Sebelumnya kami makan di warung SIDIK Batu. Katanya warung terkenaal lho. Dan yang tidak dinyana kebun yang di Bumi aji lewat telephone langsung dapat.
Tapi menyedihkan waktu tadi kami harus ngeban dulu. Bannya kempes 100%.

Sebelumnya...


Kepada all BEMers besok jam 05.00 on time kumpul di BEM untuk mengcover MABA 2008 Open House pake kaos warna putih dan pake jas Oficial Cup. Kira - kira demikian isi SMS kemarin malam dari salah satu pengurus. Maka HPku aku alarm jam 03.30 dan baru jam 04.00 bangunnya. Langsung aku mandi dan dinginnya pagi tak menyiutkan nyali untuk mandi. Sekalian nyetrika bentar dan janjian ma seeorang yang benar aku sayangi untuk berangkat bareng. Tapi aku sepertinya aku yang terlalu lama jadi dia udah sampai peternakan ketika aku nyampai kosnya. Tapi alhamdulillah dia masih mau nunggu aku dan kuboncenglah dia.
Sampai di kampus, banyak MABA yang sudah berbaris, tapi barisnya di parkir BP, ee...ternyata mereka itu peserta PLA yang mulai hari itu kegiatannya. Setelah sampai BEM sudah ada pengurus yang bisa sayakan tumben jam segitu sudah ada di situ. Akhirnya kami berangkat ke rektorat dan sampainya di sana dandanan dari kami tampak aneh... hanya kami yang pake jas OC, namun memang gak ada yang komentar sich...
Tapi sayang waktu jalan ada yang misah sampai makanpun pisah, namun akhirnya kami bersatu kembali sambil diklat FRIENDSTER di depan perpus. Asyik sekali, namun satu yang belum saya tanyakan kepada seseorang tentang photo yang ada di Profile. Tertunduk malu aku untuk bertanya...

daunku udah dirompes


Menghitung Daun Apel yang telah dirompes
Aku memang orang yang sanguinis melankolis banget, terbukti pada kejadian hari ini dan kemarin. Saya kemarin dibantu ma temenku Hendra Purnama menghitung jumlah daun tanaman apel sebanyak empat pohon. Pohon itu terletak di ketinggian di atas 1200 m dpl. Jadi sangat duingiin poll. Apalagi hujan lagi, belum kabut turun. Lebih parah lagi pohon yang aku hitung daunnya tersebut sudah disemprot dengan urea dan campuran ditergen 5 hari yang lalu. Jadi daunnya sudah pada rontok dan gugur satu bukan tumbuh seribu, melainkan gugur satu diikuti seribu daun yang gugur. Capek dech...
Selain ngitung daun apel yang sudah gak ada, jadi abstrak banget githu loh...Aku lanjutin ngamati geometri sudut vertikal dan horizontal keempat pohon tersebut. Dari batang utama, batang primer sampai batang sekunder. Akhirnya selesai sudah...Tapi bukan untuk semua, masih ada jarak cabang dan geometri cabang sub sekunder. Selain itu ngukur diameter tajuk serta diameter batang. Padahal pohon sudah mau diservice oleh petani.
Di tengah perjalanan kami harus mengalami macet. Bareng aad karnafal di Batu, tepatnya di alun - alun. Kemudian mampir ke kedai Assalamualaikum depannya UMM. Di sana aku dapat SMS kalo aku disuruh nyari petani di Bumiaji dan Talun. Ini yang membuat aku agak gak enak dan mangkel juga sich..Pasalnya yang SMS aku itu partner aku dan mereka tidak ikut menghitung dengan alasan kepentingan yang pribadi untuk kepentingan pribadi mereka. Padahal aku juga demikian dan bahkan lebih penting. Itu menurut aku, biarlah Allah yang menilai.