Wednesday, September 24, 2008
Persiapan Idul Fitri
Haji Syaichon
Sepertinya kita harus mengkaji Surat Al-Ma'un lagi.
Tuesday, September 23, 2008
Hari ini, antara akademis dan organisatoris
Follow up LK dengan buka bersama di komisariat, banyak yang datang. Sekitar 30 kader, semua mengungkapkan pesan dan kesan pada HMI.
Rapat kali ini bukan rapat biasa, melainkan luarr biasa...karena hanya lokal saja, meskipun pembahasan sangat berat, sampai jam 24.00 bahkan dengan materi sangat berbobot. Pesertanya ada cewek satu. Tapi itu kami lakukan demi kemaslahatan ummat.
Monday, September 22, 2008
Diklat kepemimpinan dan Basic Training
Thursday, September 18, 2008
Buka puasa bareng LKM
Buka bareng dengan LKM kemarin berjalan sangat lancar. Namun parameter yang digunakan untuk bisa mengatakan kegiatan ini sukses atau tidak bukan dari tujuan awal yaitu esensi lain yang susah didapakan juga, yaitu kebersamaan. Kalau yang digunakan sebagai parameter keberhasilan ialah target awal maka mungkin kegiatan ini jauh dari rencana awal. Kesepakatan awal ialah acara dilaksanakan di dalam ruangan, yaitu HPT. Maka BEM menfasilitasinya dengan meminjam ke pihak fakultas, yaitu melalui birokrasi yang sangat panjang. Dari surat kepada pihak dekanat dan pihak dekanat akan memberi mandat kepada ketua TU untuk membantu dan menfasilitasi kegiatan mahasiswa. Tidak cukup sampai situ, melainkan ketua TU harus memberi memo ke karyawan di bawahnya lagi. Hal itu juga dialami oleh pengurus BEM, yang saat itu diurus oleh Siti dan Astri serta Fery. Siti dan Astri harus menunggu pihak dekanat di ruangannya lama. Kemudian alhamdulillah semua lancar bahkan akan disumbang kurma, H – 1 disuruh mengingatkan katanya. Namun janji hanyalah sebuah janji, kita tidak bisa menjusticenya. Karena saat dikonfirmasi ternyata beliau tidak ada. Itu baru dari satu meja di dekanat. Ada cerita lagi di meja berikutnya yaitu meja satu tingkat dibawahnya. Di meja birokrasi tata usaha lain lagi ceritanya. Setelah tahu maksud dari kami, maka dengan enteng ruangan yang akan kami pinjam yaitu gedung kuliah FP sudah digunakan dan tidak bisa dipinjam. Pengurus BEM punya inisiatif pinjem ruang kuliah HPT dan ternyata juga gak bisa juga, maka alternatif terakhir yaitu pinjam gazebo saja. Maka setelah saya dapat informasi seperti itu dari pengurus saya menghubungi Rifki selaku penanggung jawab acara buka bareng LKM FP. Maka diputuskan kegiatan diadakan di gazebo saja. Di saat bersamaan, salah satu pengurus BEM, Fery yang pinter nglobi, khususnya penjaga pintu HPT, dia konfirmasi ke saya bahwa HPT bisa digunakan dan dia sendiri yang bertanggung jawab.
Namun apa yang terjadi pada saat hari pelaksanaan. Kesepakatan jam 15.30 sudah dimulai, namun semua pada asyik memasak dan sepertinya kawan – kawan tidak antusias jika dilaksanakan di gedung HPT. Kawan – kawan lebih suka diadakan di panggung saja. Pun demikian, masih sulit juga bila diajak untuk diskusi, malah lebih suka memasak, memang mengasikkan sich memasak. Aku saja suka bahkan hobby memasak, namun hobby itu jarang saya lakukan seiring kesibukan saya. Diskusi tetap dilaksanakan dengan teman – teman canopy yang jadi media moderatornya. Antusiasme temen – temen mungkin bisa dibilang kurang kalau dinilai dari segi kuantitas pengurus LKM. Namun kalau dilihat dari kualitas diskusi kali ini memang lumayan. Karena minimal dari kawan – kawan ada pemikiran menggagas peran LKM ke depan supaya sesuai dengan kaidah dan peran dari LKM itu sendiri. Ada yang menganggap saat ini LKM lebih cenderung mengarah pada lembega semacam Even organization. Tidak dapat dipungkiri, Namun pendapat itu tidak semua benar. Ada miscommunication antara LKM dan masyarakat mahasiswa. Mungkin juga karena sistem yang ada yang membuat hal ini terjadi. Namun semua sepakat kalau LKM nantinya harus membawa manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat umumnya. Diskusi selesai setelah terdengar adzan Maghrib sebagai tanda berbuka puasa berkumandang. Tanpa babibu, cak-cek dengan lihai temen – temen menyiapkan ta’jil dan makanan. Yang lain sholat dulu di mushola.
Setelah sholat maghrib semua kumpul di panggung dan menyantap makanan dengan lahap secara bersama. Metode yang dipakai yaitu nasi yang ditaburi lauk ditaruh di daun pisang memanjang bahkan sampai 10 meter lebih dan nantinya dikelilingi oleh peserta dari kanan dan kiri. Kalau tempat kurang, maka peserta harus memposisikan badannya miring supaya teman yang lainkebagian tempat. Sungguh asyik melihat buka bareng kali ini. Semua marasa lahap dan habis jatah nasi yang ditaruh di panggung.
Setelah itu semua photo bareng di depan panggung. Dari cowok dan cewek, semua jadi satu untuk diambil gambarnya. Gak ada kesan normal maupun formal, yang ada hanya kebersamaan.
Buka puasa bareng LKM FP UB
Gathering with LKM
The atmosphere is full of friendliness. Although consist of GO ang NGO we're one. Always number one...
Wednesday, September 17, 2008
Go a head
Tuesday, September 16, 2008
Buka bareng pengurus
Gak ada rencana untuk ketemuan ma pengurus untuk bahas all abaut BEM. Tapi berbekal keinginan dan tekad akhirnya pengurus cowok ada rencana buka bareng di tempat Dzul. Tapi yang ikut cuma ada aku, Iman, Angga, Fery dan Dzu sendiri. Banyak sekali topik yang kami bicarakan, terutama aku berani cerita ke Angga maslah biologisku dengan seorang yang aku cintai. Namun aku belum bisa menghilangkan rasa ketkutan untuk bilang. Bahkan cerita pun aku harus mengumpulkan banyak keberanian. Angga jadi tahu kisah perjalanan cintaku. Paling tidak jadi lega, semoga Allah memihak....
Panen apel lagi
SMS itu datang tiba – tiba, bahwa besok kebun pak Nasib dipanen. Kontan saja saya harus mempersipakan segala sesuatunya untuk besok. Saya SMS ke partnerku, ada balasan malamnya, namun yang satu gak bales sampek detik ini saya nulis blog ini.
Pagi sekali saya bangun dan langsung mandi. Aku persiapkan si baron untuk menemani ke Batu. Aku langsung ke kampus dulu untuk jemput temenku. Aku berangkat jam 08.00 dan sekitar 30 menit saya sudah sampai Tlekung, Batu. Dua pohon langsung dipanen dan temenku nyatetin pada cabang sub sekunder ke berapa? Tapi pada pohon yang ke-2 hanya panen satu kresek, padahal pohonnya besar. Hanya pakai kaos poster 2004 dan jaket koldore. Celana abu – abu yang sudah aku pakai jaman SMA tapi saat ini jarang aku pakai kecuali kalau ke lapang. Aku langsung ke kampus dengan model seperti itu, dari hanya pakai sandal jepit. Hasilnya belum saya timbang, rencananya besok sekalian aku ngukur intensitas matahari dan geometri cabang.
to be continued...
Sunday, September 14, 2008
Kakak ipar
Kakak Ipar buat adikku
Ada yang aneh hari ini. Hari ini aku menerima SMS dari adekku yang ada di Ngawi. Dia Tanya kabar dan bilang kangeen. Padahal dia belum pernah SMS seperti itu, pernah sih tapi karena intensitas SMS yang agak sering. Tapi saat ini aku jarang sekali SMSan ma dia. Makanya aku telephone dia, mumpung operatornya sama. Jadi “lumayan murah lah”..… Masak ”ya iya dong?” Mulan saja, Mulan Jameelah, bukan Mulan Jameedong. Ada hal yang membuat saya agak jengkel, bukan karena di SMS seperti itu, malainkan karena di kontrakanku, yang notabene HPnya Nokia semua, chargernya gak ada sama sekali dari kemarin. Punyaku ketinggalan di rumah temenku. Makanya saya pergi ke kontrakan temenku untuk ngecharge HP aku. Makanya saya bisa menghubungi dia. Cukup lama saya ngobrol dengan dia, dari kabar masing – masing, aktivitas, kegiatan, puasanya dan sebaginya. Dia juga menanyakan kapan balik ke Ngawi. Ya saya jawab lebaran balik, masih setengah bulan lagi saya pulang. Tapi yang membuat aku jadi terperanjat ketika dia menagih kakak ipar. Dia menanyakan kakak ipar, apakah saya sudah punya kakak ipar untuknya ataukah belum. Memang dulu pernah bilang bahwa akan mencarikan kakak ipar buat dia. Tapi sampai saat ini saya belum bisa memenuhi keinginannya.
Cukup lama saya ngobrol dengan tema ini. Saya curahkan saja yang saya alami selama ini. Cukup sulit mendapatkan seorang kakak ipar buat dia, apalagi yang sesuai dengan ”krentek ati”. Sangat banyak wanita, tapi yang sesuai dengan hati itu yang merupakan menjadi pertanyaan lanjutan. Ada yang sudah sesuai dengan hatiku sejak saya tahu sang wanita itu untuk kali pertama, tapi saat ini saya hanya bisa menunggu skenario Tuhan yang memihak kepadaku. Bahkan sampai saya menyerah sebelum saya berperang, karena yang saya tahu wanita ini disenengi orang yang saya anggap punya potensi luarrr biasa untuk mendapatkanya. Dan saya yakini bahwa semua itu merupakan skenario Tuhan juga. Sejak lama saya tahu itu dan bukan hanya saya saja, tapi semua orang yang dekat dengan aku ataupun sang wanita idaman hati tersebut. Ditambah lagi aku type orang yang menerima apa adanya, kalau istilah Jawa menyebutnya ”Narimo ing pandom”. Maka aku harus tertunduk malu untuk mengatakan dan tertindas bukan bangkit untuk mengatakan cinta dan tersenyum. Apalagi saya tahu bahwa teman – teman dekat dan soulmate nya sepertinya mendukungnya. Selain itu saya juga dapat informasi lagi bahwa dia juga jalan dengan cowok Fakultas lain. Benar – benar falsafah Jawa lagi yang membuat aku masih bisa tersenyum dan bisa berjalan.
Suatu saat di BEM pada siang hari di saat saya masih bersama dengan salah satu pengurus. Kami cerita kondisi pengurus, tapi ceritanya gak beresensi ke kepengurusan malinkan dalam wilayah Konsolidasi Internal Lembaga. Dia menceritakan bahwa sang wanita tersebut belum punya gandengan dan pasangan. Hati ini ”deg” begitu mendengar kalimat itu. Semoga skenario Tuhan memihakku. Tapi seolah gak terjadi perubahan sama sekali dalam ekspresi saya. Maka yang ada di hadapankupun tidak tahu gemuruh hati ini sebagi wujud ekspresi dalam diri.
Mungkin ada skenario Tuhan yang pingin membuat perjalanan cinta saya tampak lebih indah. Sebelum saya mendengar cerita itu dan tahu yang sebenarnya, saya kadung terjebak dan terhimpit dengan keadaan. Karena saya orang yang sudah putus asa dengan keadaan, saya sempat dekat dengan orang lain. Padahal orang lainpun sebenarnya hanya sekadar dekat saja. Kami hanya sekadar dekat tanpa ada ikrar karena orang itu sudah berikrar untuk orang lain. Tapi image yang terbangun ialah orang tersebut merupakan pacar aku. Bahkan sampai sekarang pun orang akan susah menghilangkan image tersebut. Tapi saya memang tidak akan pernah merasa kecewa ataupun menyesal dengan yang saya lakukan. Bahkan kemarinpun saya masih sempet pulang bareng dia, karena secara gak sengaja ketemu di jalan.
Oh Tuhan, aku akan dibawa kemana? Apakah saya akan bersama dengan wanita idamanku ataukah dengan yang lain? Akan aku terima dan akan saya jalani skenario – Mu. Tapi jangan lupa, saya tetap yakin dengan kekuatan cinta akan merubah segalanya. Saya tetap akan mengejar ridlo Illahi dengan tetap berihtiar mencintai dia, sang wanita idaman hati.
Mungkin kakak ipar yang ditagih adikku akan terpenuhi dan akan membawa kemaslahatan keluarga dan umat. Saya menulis demikian, sang pujaanku tahu gak ya? Tapi dia punya peluang untuk membaca suara hati ini karena dia juga dalam jaringan lokal blog ini. Semoga...
Saturday, September 13, 2008
Rekor tercipta di Seminar Proposalku
Aku merasa sangat bangga pada kalian semua.
Siangnya saya sholat Jumat di masjid Nurul Falah dan bercengkerama dengan anak - anak di BEM.
Ketika harus ngurus berkas, ternyata nilai belum masuk, maka aku harus nunggu sampai senin minggu ini. Sorenya aku ketemu dengan salah satu adik tingkat. Dia bercerita bahwa seminar tadi bukan seminar mahasiswa, melainkan seminarnya seminarnya artis. Pesertanya over load, harus antri sampai luar. Ditambahi dengan kamera yang selalu jeprat - jepret. Di luar banyak sekali peserta yang ingiun masuk ceritanya. Bahkan temen deketku cuma mau setor muka saja selorohnya. Dari mahasiswa lain bahkan telephon bahwa dia bercerita tentang bukti bahwa saya selalu tebar pesona di mana saja. Tapi itu bukan keinginanku, aku harus baik pada setiap orang tidak pilah - pilih.
Thursday, September 11, 2008
Musibah atau cobaan
Aku ngurus seminar proposal besok, dan ternyata aku harus menghubungi bapak dan ibu dosen, aku juga harus mikir souvenir apa yang pas dan cocok untuk kegiatan besok. Untung aku punya temen - teman baik sehingga semua dibantu, kecuali souvenir untuk peserta, karena saya sudah pesen dulu.
Sorenya ketika aku mau menjenguk temen yang lagi sakit, Aku ditilang sama Bapak Polisi dan harus membayar Rp. 60.000,00 yang mana uang itu seharusnya saya pergunakan untuk biaya kebutuhan sehari - hari saya. Tapi alhamdulillah menjadi agak ringan ketika ada kawan yang membantu. Temen atau adik tingkat tersebut menempati ruangan super VIP. Bahkan melebihi kamar hotel. tarif 1 malam Rp. 800.000,00. Dia di sana selama 4 hari, tinggal menghitungkan uang sewa ruang. Belum bayar obat dan perawatan,,
Selain itu flash yang aku pinjam juga hilang. Bukan masalah menggantinya, melainkan data yang ada di dalamnya,,
Aku juga belum bisa merasakan nikmatnya berbuka puasa gara - gara saya sendirian dalam kegelapan karena gak ada lampu di BEM. Hanya buah apel penelitian yang saya buat buka, air minumpun tidak ada.
Tapi saya yakin dari semua ini merupakan ujian dari Allah dan saya pasti mendapat hikmah dari semua ini.
Persiapan seminar proposal
Suatu saat memang saya juga harus mengalami hal – hal yang mungkin belum terbiasa saya lakukan. Meskipun hal seperti ini sudah sering saya lakukan saat dulu saya masih kecil dan saat – saat masih lugu dan imoet. Saya harus lama menunggu dosen hanya untuk mendapatkan tanda tangan sebagai syarat seminar proposal lusa nanti. Setelah ketemu dengan beliau, dengan teliti beliau mencoret kata – kata saudara dengan menyuruh ganti kata – kata Bapak/Ibu. Karena
Penjaga yang biasa dianggap tidak ramah oleh teman – teman, pada hari ini beliau sangat ramah dalam melayani saya. Apakah gara – gara penampilan yang saya tunjukkan? Mungkin, karena beliau menganggap kalau saya adalah alumni mahasiswa BP yang lagi berkunjung. Karena saya memakai pakaian yang rapi, memakai jaket hitam, yang kebanyakan oleh teman – teman menyebutnya jas, dipadukan dengan kemeja kuning keputihan ditambah dengan celana kain hitam. Apalagi saya mengenakan pin yang dari
Setelah ujian teman saya selesai, dosennya pun keluar juga, tapi tidak langsung masuk, melainkan diskusi dengan dosen lainnya. Akhirnya dengan sabar saya menunggu saya dapat tanda tangan beliau. Langsung saja ke administrasi BP untuk mendaftar seminar proposal. Saya diguyoni terlalu sore baru daftar, karena saat itu jam sudah menunjukkan angka 15.10 WIB. Saya harus mengeluarkan uang total Rp. 65.000,00 dengan rincian Rp. 40.000,00 untuk sewa ruangan dan Rp. 25.000,00 sebagai sewa LCD. Saya harus menghubungi mas Adi Yuwono untuk memastikan LCD nya besok.
Kemudian saya ke BEM, namun apa yang saya temui? Ada 3 orang tidur di sana. Pikirku sangat wajar memang ada mereka tidur. Disamping kecapekan mereka pasti puasa. Maka saya menyusul mereka menuju istana kapuk. Bangun sudah masuk waktu ’Ashar dan saya langsung ke mushola Nurul Falah FP UB untuk menjalankannya. Saya menjadi imam untuk teman – teman yang pada belum sholat.
Di jurusan BP, jika melakukan seminar maka harus memberi makanan atau snack bagi peserta. Tapi apakah saya harus seperti itu juga? Apalagi saat ini bulan puasa Ramadlan. Maka saya dapat ide, makanan dan snack itu diganti dengan asesoris saja ataukah barang yang lebih bermanfaat dan tahan lama sebagai kenangan. Saya pergi ke KOPMA Press untuk pesan barang tersebut.
Saya pulang berboncengan 3 dengan Rosyid dan Fery. Di komisariat sudah ada banyak kader sedang rapat LK – I yang rencananya akan dilakukan pada bulan September akhir. Sudah dilist calon peserta yang akan ikut LK. Dari angkatan 2006, 2007 dan 2008. Para panitia sangat antusias dan semangat walaupun gak ada takjil dan makanan. Saya sangat bangga pada mereka. Semoga perjuangan tidak sampai disini, tapi sampai titik penghabisan dengan mengharap ridlo Allah SWT.
Tuesday, September 09, 2008
Panasnya Batu saat puasa
Akhirnya pagi jam 09.00 baru berangkat ke Batu, gara - gara si king Baron lagi dipinjem ma temenku. Aku mampir ke kost iman, dan diskusi masalah skripsiku. Aku data dan list segala yang menjadi kebutuhan skripsi aku. Kemudian saya ke dosen pembimbing I untuk minta tanda tangan. Di sana saya di kasih banyak nasehat supaya lekas selesai kuliahnya. Naluri seorang ibu, katanya. Tapi yang membuat aku terpukul ialah ketika saya dikatakan sibuk dengan BEM sehingga penelitianku terlantar. Yang mengatakan demikian tidak lain dan tidak bukan ialah partner aku sendiri. Kenapa fitnah itu harus terjadi? Padahal kalau dipikir dan banyak yang tahu, mungkin aku yang banyak meluangkan waktu untuk penelitian ini. Mereka bahkan lebih disibukkan dengan aktivitas mereka yaitu pameran. Dosen pembimbingku menyangka kalau saya memang sibuk ngurusi BEM. Padahal aku sring SMS, telephon dan gak diangkat sama sekali begitu dibilang saya gak memikirkan penelitian. Begitu hitam prasangka orang dan benar kalau fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Setelah dapat tanda tangan saya pamit untuk pergi melakukan pengamatan.
Sampai di kebun, sangat payah kami naik sampai ke atas. Karena sangat curam tebing kebun itu. Mungkin hampir 45 derajat kemiringannya. Kami menghitung jumlah daun 4 pohon sekaligus. Saya dibantu Iman dalam suasana yang sangat panas, apalagi puasa kaya gini...Disamping itu kami banyak ngobrolin tentang pacaran jaman sekarang dan pengkaderan di HMI, nyambung gak sih? tapi kami sangat prihatin dengan kondisi seperti saat ini.
Setelah selesai kami mampir di masjid merah putih untuk sholat Dluhur. "Masjid Merah putih" aneh memang namanya, tidak lazim orang mengatakan mungkin ya,,dari hijab/tabir dibuat merah putih warnanya. Nasionalis banget kayaknya. Bahkan saya kira bangunannyapun meniru kultur hindu. Jadi semua dipadukan dalam bentuk bangunan masjid. Apakah maksud dari tujuannya, wallahu bi showab..
Sampai
di kost iman, saya tidur sebentar dan dilanjutkan ke kampus untuk bahas buka puasa bareng LKM FP. Rencananya dilakukan hari Rabu, tanggal 17 September 2008 di Fakultas Pertanian.
Aku buka puasa dengan buah apel hasil penelitian, dan terawih seperti biasa dilakukan di komisariat, moga jadi barokah bagi komisariat. Amin....
Akhirnya...
Solat tarawih aku di komisariat, malam itu Bagus jadi imam dan mas Hamid yang ngisi kultum. Aku budayakan hal demikian karena disamping untuk ibadah melainkan juga buat media aktualisasi kader. Dilanjutkan tadarus dengan metode satu baca dan lainnya menyimak, membenarkan bila ada yang salah. Aku kebagian baca 0,5 juz dan pada akhir bacaan setelah mengucap Sodaqallaahul 'adziim, tiba - tiba di depanku sudah ada orang yang sangat aku cintai dari awal kami berjumpa. Namun dasar aku yang kalah sebelum berperang memilih kalah dan ikhlas membiarkan sang pujaan bersama orang lain dan ternyata menurut sumber yang dapat dipercaya, yang aku pikirkan ialah salah apa adanya. "Dia belum punya gandengan..." kaya di lagunya Yopie Latul aja. Malam tadi dia mau ke suatu tempat tapi belum tahu tempatnya, makanya saya mengantarnya. Awalnya dia mau ke kos temen, tapi temennya ternyata masih tidur. Akhirnya kami berdua ke tempat itu. Rasanya seneng banget,,, tapi entah dia tahu atau tidak perasaanku saat itu. Meskipun hanya bisa mengantar, tapi rasanya seneng banget, apa ini namanya cinta?
Sebenarnya rasa ini sudah ada semenjak saya melihat dia. Tapi seperti yang sudah saya tulis tadi, saya kurang PD dengan aku sendiri, dia disenengi oleh temen deketku sendiri, maka aku pilih rela membiarkan meski akhirnya tidak kesampaian niatan temenku itu. Pikirku, kalau temenku sang pujangga malam saja belum bisa dengan dia, apalagi aku,,,bukan pujangga. Selanjutnya dia juga dekat dengan orang yang sangat briliant menurut aku, tapi sepertinya hari ini juga belum bisa sesuai laiknya orang pacaran. Akhirnya dengan sisa keberanian aku paksakan diriku untuk tidak tertunduk malu, tetapi akan bangkit untuk ungkapkan cinta. Itu tekadku mungkin ya...Siapa yang tahu??cuma sedikit.
Meskipun dia gak tahu isi hatiku saat ini, minimal saya bisa menulis perasaan ini dan orang lain tahu betapa besarnya cinta ini. Dan yang saya pahami tidak ada kata salah dalam cinta. Aku mencintai dia pun bukan suatu kesalahan. Moga Allah memihak...
Monday, September 08, 2008
Pengamatan
Setelah dilakukan pengamatan dapat dua pohon, kami diundang ke rumah salah satu dosen saya untuk buka bareng. Kami balik dan mandi sebentar langsung berangkat. Kami naik angkot dan langsung diantar ke depan rumahnya. Ada Kanda Damanhuri selaku kyai dan imam sholat terawih. Aku semakin kagum dengan seseorang yang ada di sana. Dia begitu anggun dan sangat mempesona. Aku jatuh cinta padanya...
Entah tahu atau tidak, namun aku tetap berdoa semoga allah memihak..
Selepas sholat tarawih, aku main ke rumah Iman dan banyak omongin tentang cinta,,.
Sunday, September 07, 2008
Kehendak Tuhan
Jenguk pengurus dan Buka bersama
Setelah semua pada pulang, saya dan sebagian teman - teman masih ngobrol lagi dengan Kanda Nuhfil masalah apapun, dari kampus, KAHMI, HMI dan proyek dan masih banyak lagi. Kami jadi tahu semuanya kondisi yang terjadi.
Friday, September 05, 2008
MAPERCA
Entah apapun itu namanya, safari Ramadlan, MAPERCA ataukah diskusi ilmiah. Itu yang waktu itu dilaksanakan di Komsat. dengan menghadirkan salah satu dosen SOSEK Agribisnis, forum kemarin begitu hidup. Dilanjutkan dengan buka bersama sekalian sholat tarawih berjamaah..
NGABUBURIT PENGURUS
MAPERCA II
Monday, September 01, 2008
Titik awal
Panen Apel
Untungnya temen dan sahabatku yang sudah mendapat gelar SP ada waktu dan mau membantu aku. Jam 08.30 aku berangkat ke kebun, padahal dari jam 06.00 aku sudah siap, namun ya itu tadi aku harus sadar bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Aku masuk kebun harus melewati 2 penjagaan ketat dari penjaga baru dapat ijin dari empunya. Setiap penjaga harus lapor via HP ke bos besar dahulu. Aku dipilihkan 2 pohon apel yang gak begitu gembel. Ini akan memudahkan kami juga petani gak banyak yang buat penelitian karena akan dikirim ke luar kota dan harus mengejar target.
Sangat capek, lapar, haus dan semua yang gak enak - enak dech..apa lagi puasa perdana. Rasanya tersiksa benget, tapi yang sangat menyiksa adalah persoalan batin mendapat cobaan bisa kenal dengan orang - orang yang gak bisa berempati. Uh,,,..
Dua pohon sudah kami panen, dan baru dapat beberapa cabang yang sudah diukur geometrinya, dapat SMS yang memilukan hati masalah apel juga...
Alhamdulillah jam 13.30 sudah kami selesai dan sudah diberi glangsi sama petani tadi dan disuruh bayar belakangan saja. Seiring pengamatan lain. Ada saja halangan yang harus kami hadapi dan harus kami hadapi dengan sabar. Motornya gak kuat naik di lereng yang curam. Namun berkat kegigihan kami akhirnya kami bisa keluar dari kebun dan sempat sholat Dluhur di masjid . Kesempatan itu kami manfaatkan untuk istirahat juga. Setelah agak reda kami ke kampus mengantar apel ke BEM. Ada pengurus yang datang untuk membicarakan BAKSOS.
Ada kejadian menarik yaitu ada orang yang menyimpan nomor HP ku dengan nama orang lain, jadi selama ini waktu aku SMS dia, pahamnya yang SMS ialah bukan aku atau teman dia. Padahal sudah lama banget lho...Pulang untuk berbuka.
Berbuka semua
