Thursday, September 18, 2008

Buka puasa bareng LKM

Buka bareng dengan LKM kemarin berjalan sangat lancar. Namun parameter yang digunakan untuk bisa mengatakan kegiatan ini sukses atau tidak bukan dari tujuan awal yaitu esensi lain yang susah didapakan juga, yaitu kebersamaan. Kalau yang digunakan sebagai parameter keberhasilan ialah target awal maka mungkin kegiatan ini jauh dari rencana awal. Kesepakatan awal ialah acara dilaksanakan di dalam ruangan, yaitu HPT. Maka BEM menfasilitasinya dengan meminjam ke pihak fakultas, yaitu melalui birokrasi yang sangat panjang. Dari surat kepada pihak dekanat dan pihak dekanat akan memberi mandat kepada ketua TU untuk membantu dan menfasilitasi kegiatan mahasiswa. Tidak cukup sampai situ, melainkan ketua TU harus memberi memo ke karyawan di bawahnya lagi. Hal itu juga dialami oleh pengurus BEM, yang saat itu diurus oleh Siti dan Astri serta Fery. Siti dan Astri harus menunggu pihak dekanat di ruangannya lama. Kemudian alhamdulillah semua lancar bahkan akan disumbang kurma, H – 1 disuruh mengingatkan katanya. Namun janji hanyalah sebuah janji, kita tidak bisa menjusticenya. Karena saat dikonfirmasi ternyata beliau tidak ada. Itu baru dari satu meja di dekanat. Ada cerita lagi di meja berikutnya yaitu meja satu tingkat dibawahnya. Di meja birokrasi tata usaha lain lagi ceritanya. Setelah tahu maksud dari kami, maka dengan enteng ruangan yang akan kami pinjam yaitu gedung kuliah FP sudah digunakan dan tidak bisa dipinjam. Pengurus BEM punya inisiatif pinjem ruang kuliah HPT dan ternyata juga gak bisa juga, maka alternatif terakhir yaitu pinjam gazebo saja. Maka setelah saya dapat informasi seperti itu dari pengurus saya menghubungi Rifki selaku penanggung jawab acara buka bareng LKM FP. Maka diputuskan kegiatan diadakan di gazebo saja. Di saat bersamaan, salah satu pengurus BEM, Fery yang pinter nglobi, khususnya penjaga pintu HPT, dia konfirmasi ke saya bahwa HPT bisa digunakan dan dia sendiri yang bertanggung jawab.

Namun apa yang terjadi pada saat hari pelaksanaan. Kesepakatan jam 15.30 sudah dimulai, namun semua pada asyik memasak dan sepertinya kawan – kawan tidak antusias jika dilaksanakan di gedung HPT. Kawan – kawan lebih suka diadakan di panggung saja. Pun demikian, masih sulit juga bila diajak untuk diskusi, malah lebih suka memasak, memang mengasikkan sich memasak. Aku saja suka bahkan hobby memasak, namun hobby itu jarang saya lakukan seiring kesibukan saya. Diskusi tetap dilaksanakan dengan teman – teman canopy yang jadi media moderatornya. Antusiasme temen – temen mungkin bisa dibilang kurang kalau dinilai dari segi kuantitas pengurus LKM. Namun kalau dilihat dari kualitas diskusi kali ini memang lumayan. Karena minimal dari kawan – kawan ada pemikiran menggagas peran LKM ke depan supaya sesuai dengan kaidah dan peran dari LKM itu sendiri. Ada yang menganggap saat ini LKM lebih cenderung mengarah pada lembega semacam Even organization. Tidak dapat dipungkiri, Namun pendapat itu tidak semua benar. Ada miscommunication antara LKM dan masyarakat mahasiswa. Mungkin juga karena sistem yang ada yang membuat hal ini terjadi. Namun semua sepakat kalau LKM nantinya harus membawa manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat umumnya. Diskusi selesai setelah terdengar adzan Maghrib sebagai tanda berbuka puasa berkumandang. Tanpa babibu, cak-cek dengan lihai temen – temen menyiapkan ta’jil dan makanan. Yang lain sholat dulu di mushola.

Setelah sholat maghrib semua kumpul di panggung dan menyantap makanan dengan lahap secara bersama. Metode yang dipakai yaitu nasi yang ditaburi lauk ditaruh di daun pisang memanjang bahkan sampai 10 meter lebih dan nantinya dikelilingi oleh peserta dari kanan dan kiri. Kalau tempat kurang, maka peserta harus memposisikan badannya miring supaya teman yang lainkebagian tempat. Sungguh asyik melihat buka bareng kali ini. Semua marasa lahap dan habis jatah nasi yang ditaruh di panggung.

Setelah itu semua photo bareng di depan panggung. Dari cowok dan cewek, semua jadi satu untuk diambil gambarnya. Gak ada kesan normal maupun formal, yang ada hanya kebersamaan.


Buka puasa bareng LKM FP UB

Buka puasa bareng di panggung. Masak sendiri dan diskusi tentang LKM fungsi dan perannya

Gathering with LKM


Today we're gathering with LKM FP UB in PKM podium. We're eating together. Consist of Government organization like BEM, DPM, MPM and HMJ. Gathering is followed by Non Government organization in agriculture. We're calling them with UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
The atmosphere is full of friendliness. Although consist of GO ang NGO we're one. Always number one...

Wednesday, September 17, 2008

Go a head

When we have a plan, we must effort to realizing. Don't be afraid to make a mistake. Go a head our plan. It's like my experience yesterday.
I love some one, but I'm not yet telling my heart. Just via writer I'm telling my heart in blog. So may be she don't know what happen to me. I'm telling to my partner, my soul mate and ask to them about it. They'd say "go a head" and showing my expression to her. They believe I'll get her heart.

Tuesday, September 16, 2008

Buka bareng pengurus


Gak ada rencana untuk ketemuan ma pengurus untuk bahas all abaut BEM. Tapi berbekal keinginan dan tekad akhirnya pengurus cowok ada rencana buka bareng di tempat Dzul. Tapi yang ikut cuma ada aku, Iman, Angga, Fery dan Dzu sendiri. Banyak sekali topik yang kami bicarakan, terutama aku berani cerita ke Angga maslah biologisku dengan seorang yang aku cintai. Namun aku belum bisa menghilangkan rasa ketkutan untuk bilang. Bahkan cerita pun aku harus mengumpulkan banyak keberanian. Angga jadi tahu kisah perjalanan cintaku. Paling tidak jadi lega, semoga Allah memihak....

Panen apel lagi


SMS itu datang tiba – tiba, bahwa besok kebun pak Nasib dipanen. Kontan saja saya harus mempersipakan segala sesuatunya untuk besok. Saya SMS ke partnerku, ada balasan malamnya, namun yang satu gak bales sampek detik ini saya nulis blog ini.

Pagi sekali saya bangun dan langsung mandi. Aku persiapkan si baron untuk menemani ke Batu. Aku langsung ke kampus dulu untuk jemput temenku. Aku berangkat jam 08.00 dan sekitar 30 menit saya sudah sampai Tlekung, Batu. Dua pohon langsung dipanen dan temenku nyatetin pada cabang sub sekunder ke berapa? Tapi pada pohon yang ke-2 hanya panen satu kresek, padahal pohonnya besar. Hanya pakai kaos poster 2004 dan jaket koldore. Celana abu – abu yang sudah aku pakai jaman SMA tapi saat ini jarang aku pakai kecuali kalau ke lapang. Aku langsung ke kampus dengan model seperti itu, dari hanya pakai sandal jepit. Hasilnya belum saya timbang, rencananya besok sekalian aku ngukur intensitas matahari dan geometri cabang.

to be continued...

Sunday, September 14, 2008

Kakak ipar

Kakak Ipar buat adikku

Ada yang aneh hari ini. Hari ini aku menerima SMS dari adekku yang ada di Ngawi. Dia Tanya kabar dan bilang kangeen. Padahal dia belum pernah SMS seperti itu, pernah sih tapi karena intensitas SMS yang agak sering. Tapi saat ini aku jarang sekali SMSan ma dia. Makanya aku telephone dia, mumpung operatornya sama. Jadi “lumayan murah lah”..… Masak ”ya iya dong?” Mulan saja, Mulan Jameelah, bukan Mulan Jameedong. Ada hal yang membuat saya agak jengkel, bukan karena di SMS seperti itu, malainkan karena di kontrakanku, yang notabene HPnya Nokia semua, chargernya gak ada sama sekali dari kemarin. Punyaku ketinggalan di rumah temenku. Makanya saya pergi ke kontrakan temenku untuk ngecharge HP aku. Makanya saya bisa menghubungi dia. Cukup lama saya ngobrol dengan dia, dari kabar masing – masing, aktivitas, kegiatan, puasanya dan sebaginya. Dia juga menanyakan kapan balik ke Ngawi. Ya saya jawab lebaran balik, masih setengah bulan lagi saya pulang. Tapi yang membuat aku jadi terperanjat ketika dia menagih kakak ipar. Dia menanyakan kakak ipar, apakah saya sudah punya kakak ipar untuknya ataukah belum. Memang dulu pernah bilang bahwa akan mencarikan kakak ipar buat dia. Tapi sampai saat ini saya belum bisa memenuhi keinginannya.

Cukup lama saya ngobrol dengan tema ini. Saya curahkan saja yang saya alami selama ini. Cukup sulit mendapatkan seorang kakak ipar buat dia, apalagi yang sesuai dengan ”krentek ati”. Sangat banyak wanita, tapi yang sesuai dengan hati itu yang merupakan menjadi pertanyaan lanjutan. Ada yang sudah sesuai dengan hatiku sejak saya tahu sang wanita itu untuk kali pertama, tapi saat ini saya hanya bisa menunggu skenario Tuhan yang memihak kepadaku. Bahkan sampai saya menyerah sebelum saya berperang, karena yang saya tahu wanita ini disenengi orang yang saya anggap punya potensi luarrr biasa untuk mendapatkanya. Dan saya yakini bahwa semua itu merupakan skenario Tuhan juga. Sejak lama saya tahu itu dan bukan hanya saya saja, tapi semua orang yang dekat dengan aku ataupun sang wanita idaman hati tersebut. Ditambah lagi aku type orang yang menerima apa adanya, kalau istilah Jawa menyebutnya ”Narimo ing pandom”. Maka aku harus tertunduk malu untuk mengatakan dan tertindas bukan bangkit untuk mengatakan cinta dan tersenyum. Apalagi saya tahu bahwa teman – teman dekat dan soulmate nya sepertinya mendukungnya. Selain itu saya juga dapat informasi lagi bahwa dia juga jalan dengan cowok Fakultas lain. Benar – benar falsafah Jawa lagi yang membuat aku masih bisa tersenyum dan bisa berjalan.

Suatu saat di BEM pada siang hari di saat saya masih bersama dengan salah satu pengurus. Kami cerita kondisi pengurus, tapi ceritanya gak beresensi ke kepengurusan malinkan dalam wilayah Konsolidasi Internal Lembaga. Dia menceritakan bahwa sang wanita tersebut belum punya gandengan dan pasangan. Hati ini ”deg” begitu mendengar kalimat itu. Semoga skenario Tuhan memihakku. Tapi seolah gak terjadi perubahan sama sekali dalam ekspresi saya. Maka yang ada di hadapankupun tidak tahu gemuruh hati ini sebagi wujud ekspresi dalam diri.

Mungkin ada skenario Tuhan yang pingin membuat perjalanan cinta saya tampak lebih indah. Sebelum saya mendengar cerita itu dan tahu yang sebenarnya, saya kadung terjebak dan terhimpit dengan keadaan. Karena saya orang yang sudah putus asa dengan keadaan, saya sempat dekat dengan orang lain. Padahal orang lainpun sebenarnya hanya sekadar dekat saja. Kami hanya sekadar dekat tanpa ada ikrar karena orang itu sudah berikrar untuk orang lain. Tapi image yang terbangun ialah orang tersebut merupakan pacar aku. Bahkan sampai sekarang pun orang akan susah menghilangkan image tersebut. Tapi saya memang tidak akan pernah merasa kecewa ataupun menyesal dengan yang saya lakukan. Bahkan kemarinpun saya masih sempet pulang bareng dia, karena secara gak sengaja ketemu di jalan.

Oh Tuhan, aku akan dibawa kemana? Apakah saya akan bersama dengan wanita idamanku ataukah dengan yang lain? Akan aku terima dan akan saya jalani skenario – Mu. Tapi jangan lupa, saya tetap yakin dengan kekuatan cinta akan merubah segalanya. Saya tetap akan mengejar ridlo Illahi dengan tetap berihtiar mencintai dia, sang wanita idaman hati.

Mungkin kakak ipar yang ditagih adikku akan terpenuhi dan akan membawa kemaslahatan keluarga dan umat. Saya menulis demikian, sang pujaanku tahu gak ya? Tapi dia punya peluang untuk membaca suara hati ini karena dia juga dalam jaringan lokal blog ini. Semoga...

Saturday, September 13, 2008

Rekor tercipta di Seminar Proposalku


Rekor baru di FP UB
Pagi kemarin, saya seminar proposal. Apa yang membuat seminar proposal aku jadi istimewa?
Seminar proposal saya dihadiri lebih dari 70 orang mahasiswa dan ada juga 1 Sarjana Pertanian. Bertindak sebagai dosen pembimbing utama Ir. Endang Moerdiati, MS. Namun beliau belum bisa datang karena beliau sakit. Kemudian Ir. Sittawati, MS. menggantikan beliau. Banyak masukan khususnya dalam metodologi dan referensi yang saya ajukan.
Dr. Ir. Roedy Soelistyono, MS. selaku pembimbing II juga bisa hadir ditengah kesibukannya. Apalagi sang mertua juga lagi sakit. Beliau sebenarnya tidak bisa hadir, namun ketika tahu bahwa pembimbing I tidak bisa datang, beliau hadir. Banyak nasehat yang diberikan kepada audien dan khususnya saya. Tidak hanya dari isinya saja, melainkan dari etika penulisan. Di pendahuluan beliau menanyakan kenapa ucapan terimakasih yang pertama ditujukan kepada Prof. Ir Sukur Makmur Sitompul, Ph. D? Beliau bertindak selaku apa? Seharusnya dosen pembimbing I. Beliau mengatakan bahwa sya ini banyak pengemarnya, terbukti yang datang pada seminarku sangat banyak. Dilanjutkan oleh dosen pembahas saya, Ir. Ninuk Herlina, MS. Sangat banyak beliau memberi masukan pada proposalku.
Temen - temenku banyak yang heran, khususnya mengenai peserta yang datang sangat banyak. Saya sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada semuanya. Tanpa kehadiran kawan - kawan semua, tidak berarti apa - apa.
Aku merasa sangat bangga pada kalian semua.
Siangnya saya sholat Jumat di masjid Nurul Falah dan bercengkerama dengan anak - anak di BEM.
Ketika harus ngurus berkas, ternyata nilai belum masuk, maka aku harus nunggu sampai senin minggu ini. Sorenya aku ketemu dengan salah satu adik tingkat. Dia bercerita bahwa seminar tadi bukan seminar mahasiswa, melainkan seminarnya seminarnya artis. Pesertanya over load, harus antri sampai luar. Ditambahi dengan kamera yang selalu jeprat - jepret. Di luar banyak sekali peserta yang ingiun masuk ceritanya. Bahkan temen deketku cuma mau setor muka saja selorohnya. Dari mahasiswa lain bahkan telephon bahwa dia bercerita tentang bukti bahwa saya selalu tebar pesona di mana saja. Tapi itu bukan keinginanku, aku harus baik pada setiap orang tidak pilah - pilih.

BUKA BARENG HORTIEZZZ 2004
Buka bareng dilakukan di rumah dinon, sangat menyenangkan. Yang tidak hadir ada 7 orang, karena memang kondisi yang gak memungkinkan. Banyak pengumuman di sana, ada yang mau nikah, ada yang diterima double degree dan Hortiezzz 2004 udah punya keluarga baru. Anaknya Ana Sri Lestari yang lahir pas hari kemarin juga. Ani Fatihatul M nikah tanggal 08 Oktober. Sunguh sangat menyenangkan mendengar kabar bahagia tersebut. momentum hari itu mungkin hari terakhir bisa kumpul. Saya yakin tahun depan sudah gak ada momentum seperti hari ini. Makanya hari ini kami juga mengisi biodata yang akan kami buat album kenangan.
to be continued...

Thursday, September 11, 2008

Musibah atau cobaan

Hari ini banyak sekali musibah yang menimpaku.
Aku ngurus seminar proposal besok, dan ternyata aku harus menghubungi bapak dan ibu dosen, aku juga harus mikir souvenir apa yang pas dan cocok untuk kegiatan besok. Untung aku punya temen - teman baik sehingga semua dibantu, kecuali souvenir untuk peserta, karena saya sudah pesen dulu.
Sorenya ketika aku mau menjenguk temen yang lagi sakit, Aku ditilang sama Bapak Polisi dan harus membayar Rp. 60.000,00 yang mana uang itu seharusnya saya pergunakan untuk biaya kebutuhan sehari - hari saya. Tapi alhamdulillah menjadi agak ringan ketika ada kawan yang membantu. Temen atau adik tingkat tersebut menempati ruangan super VIP. Bahkan melebihi kamar hotel. tarif 1 malam Rp. 800.000,00. Dia di sana selama 4 hari, tinggal menghitungkan uang sewa ruang. Belum bayar obat dan perawatan,,
Selain itu flash yang aku pinjam juga hilang. Bukan masalah menggantinya, melainkan data yang ada di dalamnya,,
Aku juga belum bisa merasakan nikmatnya berbuka puasa gara - gara saya sendirian dalam kegelapan karena gak ada lampu di BEM. Hanya buah apel penelitian yang saya buat buka, air minumpun tidak ada.
Tapi saya yakin dari semua ini merupakan ujian dari Allah dan saya pasti mendapat hikmah dari semua ini.

Persiapan seminar proposal

Suatu saat memang saya juga harus mengalami hal – hal yang mungkin belum terbiasa saya lakukan. Meskipun hal seperti ini sudah sering saya lakukan saat dulu saya masih kecil dan saat – saat masih lugu dan imoet. Saya harus lama menunggu dosen hanya untuk mendapatkan tanda tangan sebagai syarat seminar proposal lusa nanti. Setelah ketemu dengan beliau, dengan teliti beliau mencoret kata – kata saudara dengan menyuruh ganti kata – kata Bapak/Ibu. Karena surat ini akan disampaikan kepada para dosen pembimbing saya dan dosen pembahas. Bebarengan dengan ujian kompre teman dari Program Studi Agronomi, saya menunggu dosen tadi yang kebetulan juga lagi nguji teman saya tersebut. Saya gunakan waktu tunggu itu ke perpustakaan BP. Sudah lama saya tidak ke sana. Banyak perunahan di sana, khususnya dalam jumlah dan kerapian perpustakaan. Buku bertambah banyak, khususnya sumbangan proyek hibah kompetisi A2. buku – buku referensi maupun journal – journal tertata rapi dalam rak. Ada kebijakan semua tidak boleh meminjam dibawa keluar, kecuali dibaca di tempat saja. Karena dikhawatirkan kalau boleh dibawa keluar, maka jika ada yang mau membutuhkan tidak bisa memenuhi keinginannya untuk membaca gara – gara bukunya tidak ada. Apalagi jika yang meminjam ialah dosen, rawan sekali telat dengan berbagai banyak alasan.

Penjaga yang biasa dianggap tidak ramah oleh teman – teman, pada hari ini beliau sangat ramah dalam melayani saya. Apakah gara – gara penampilan yang saya tunjukkan? Mungkin, karena beliau menganggap kalau saya adalah alumni mahasiswa BP yang lagi berkunjung. Karena saya memakai pakaian yang rapi, memakai jaket hitam, yang kebanyakan oleh teman – teman menyebutnya jas, dipadukan dengan kemeja kuning keputihan ditambah dengan celana kain hitam. Apalagi saya mengenakan pin yang dari Thailand, sungguh sangat elegant, bukan pamer lho, tapi congkak sedikit.

Setelah ujian teman saya selesai, dosennya pun keluar juga, tapi tidak langsung masuk, melainkan diskusi dengan dosen lainnya. Akhirnya dengan sabar saya menunggu saya dapat tanda tangan beliau. Langsung saja ke administrasi BP untuk mendaftar seminar proposal. Saya diguyoni terlalu sore baru daftar, karena saat itu jam sudah menunjukkan angka 15.10 WIB. Saya harus mengeluarkan uang total Rp. 65.000,00 dengan rincian Rp. 40.000,00 untuk sewa ruangan dan Rp. 25.000,00 sebagai sewa LCD. Saya harus menghubungi mas Adi Yuwono untuk memastikan LCD nya besok.

Kemudian saya ke BEM, namun apa yang saya temui? Ada 3 orang tidur di sana. Pikirku sangat wajar memang ada mereka tidur. Disamping kecapekan mereka pasti puasa. Maka saya menyusul mereka menuju istana kapuk. Bangun sudah masuk waktu ’Ashar dan saya langsung ke mushola Nurul Falah FP UB untuk menjalankannya. Saya menjadi imam untuk teman – teman yang pada belum sholat.

Di jurusan BP, jika melakukan seminar maka harus memberi makanan atau snack bagi peserta. Tapi apakah saya harus seperti itu juga? Apalagi saat ini bulan puasa Ramadlan. Maka saya dapat ide, makanan dan snack itu diganti dengan asesoris saja ataukah barang yang lebih bermanfaat dan tahan lama sebagai kenangan. Saya pergi ke KOPMA Press untuk pesan barang tersebut.

Saya pulang berboncengan 3 dengan Rosyid dan Fery. Di komisariat sudah ada banyak kader sedang rapat LK – I yang rencananya akan dilakukan pada bulan September akhir. Sudah dilist calon peserta yang akan ikut LK. Dari angkatan 2006, 2007 dan 2008. Para panitia sangat antusias dan semangat walaupun gak ada takjil dan makanan. Saya sangat bangga pada mereka. Semoga perjuangan tidak sampai disini, tapi sampai titik penghabisan dengan mengharap ridlo Allah SWT.

Tuesday, September 09, 2008

Panasnya Batu saat puasa



Apa boleh buat,,setelah saya telephone pak Suwarno, ternyata apelnya sudah dipanen. Beliau tidak menghubungi saya, apakah karena dari mahasiswa kurang dipercaya ataukah seperti apa? Jadi yang sedianya kami akan menghitung jumlah daun apel di kebun tersebut dengan semangat tinggi, tiba - tiba semangat itu hilang entah ke mana. Pagi sekali saya menghubungi partner saya, dari telephone dan SMS, namun jangankan balasan, "CUMI"pun gak ada.
Akhirnya pagi jam 09.00 baru berangkat ke Batu, gara - gara si king Baron lagi dipinjem ma temenku. Aku mampir ke kost iman, dan diskusi masalah skripsiku. Aku data dan list segala yang menjadi kebutuhan skripsi aku. Kemudian saya ke dosen pembimbing I untuk minta tanda tangan. Di sana saya di kasih banyak nasehat supaya lekas selesai kuliahnya. Naluri seorang ibu, katanya. Tapi yang membuat aku terpukul ialah ketika saya dikatakan sibuk dengan BEM sehingga penelitianku terlantar. Yang mengatakan demikian tidak lain dan tidak bukan ialah partner aku sendiri. Kenapa fitnah itu harus terjadi? Padahal kalau dipikir dan banyak yang tahu, mungkin aku yang banyak meluangkan waktu untuk penelitian ini. Mereka bahkan lebih disibukkan dengan aktivitas mereka yaitu pameran. Dosen pembimbingku menyangka kalau saya memang sibuk ngurusi BEM. Padahal aku sring SMS, telephon dan gak diangkat sama sekali begitu dibilang saya gak memikirkan penelitian. Begitu hitam prasangka orang dan benar kalau fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Setelah dapat tanda tangan saya pamit untuk pergi melakukan pengamatan.
Sampai di kebun, sangat payah kami naik sampai ke atas. Karena sangat curam tebing kebun itu. Mungkin hampir 45 derajat kemiringannya. Kami menghitung jumlah daun 4 pohon sekaligus. Saya dibantu Iman dalam suasana yang sangat panas, apalagi puasa kaya gini...Disamping itu kami banyak ngobrolin tentang pacaran jaman sekarang dan pengkaderan di HMI, nyambung gak sih? tapi kami sangat prihatin dengan kondisi seperti saat ini.
Setelah selesai kami mampir di masjid merah putih untuk sholat Dluhur. "Masjid Merah putih" aneh memang namanya, tidak lazim orang mengatakan mungkin ya,,dari hijab/tabir dibuat merah putih warnanya. Nasionalis banget kayaknya. Bahkan saya kira bangunannyapun meniru kultur hindu. Jadi semua dipadukan dalam bentuk bangunan masjid. Apakah maksud dari tujuannya, wallahu bi showab..
Sampai
di kost iman, saya tidur sebentar dan dilanjutkan ke kampus untuk bahas buka puasa bareng LKM FP. Rencananya dilakukan hari Rabu, tanggal 17 September 2008 di Fakultas Pertanian.
Aku buka puasa dengan buah apel hasil penelitian, dan terawih seperti biasa dilakukan di komisariat, moga jadi barokah bagi komisariat. Amin....

Akhirnya...


Akhirnya saya bisa ketemu dengan dosen pembahas dan langsung ditandatangani sebagai tanda beliau setuju.
God willing, I'll proposal seminar Thursday at 09.10 o'clock in Plant breeding laboratory. I want to invite all my friends to come to my seminar.
Tatapi saya hanya berbekal nekat saja, entah nanti jadi apa yang penting saya sudah maju seminar proposal, hanya itu yang ada di otakku. Aku sudah kadung bilang sama temen - temen aku. Termasuk Hasan dan Hendra yang mereka aku minta jadi moderator dan pembahas aku. Tapi mereka bebarengan dengan kuliah Pola tanam. Tak lupa aku juga menimbang apel dari panenan Otto. Siangnya aku pulang dan langsung tidur, jadi tidak melihat betapa derasnya hujan kemarin. Setelah itu saya dengan Bagus cari takjil di Taman Budaya Soekarno hatta. Di sana kami photo - photo dengan bapak Polisi. Buka dengan takjil es poco - poco dan makan soto Madura kesukaan Bagus gara - gara ada merk Maduranya. Dasar orang yang aneh...
Solat tarawih aku di komisariat, malam itu Bagus jadi imam dan mas Hamid yang ngisi kultum. Aku budayakan hal demikian karena disamping untuk ibadah melainkan juga buat media aktualisasi kader. Dilanjutkan tadarus dengan metode satu baca dan lainnya menyimak, membenarkan bila ada yang salah. Aku kebagian baca 0,5 juz dan pada akhir bacaan setelah mengucap Sodaqallaahul 'adziim, tiba - tiba di depanku sudah ada orang yang sangat aku cintai dari awal kami berjumpa. Namun dasar aku yang kalah sebelum berperang memilih kalah dan ikhlas membiarkan sang pujaan bersama orang lain dan ternyata menurut sumber yang dapat dipercaya, yang aku pikirkan ialah salah apa adanya. "Dia belum punya gandengan..." kaya di lagunya Yopie Latul aja. Malam tadi dia mau ke suatu tempat tapi belum tahu tempatnya, makanya saya mengantarnya. Awalnya dia mau ke kos temen, tapi temennya ternyata masih tidur. Akhirnya kami berdua ke tempat itu. Rasanya seneng banget,,, tapi entah dia tahu atau tidak perasaanku saat itu. Meskipun hanya bisa mengantar, tapi rasanya seneng banget, apa ini namanya cinta?
Sebenarnya rasa ini sudah ada semenjak saya melihat dia. Tapi seperti yang sudah saya tulis tadi, saya kurang PD dengan aku sendiri, dia disenengi oleh temen deketku sendiri, maka aku pilih rela membiarkan meski akhirnya tidak kesampaian niatan temenku itu. Pikirku, kalau temenku sang pujangga malam saja belum bisa dengan dia, apalagi aku,,,bukan pujangga. Selanjutnya dia juga dekat dengan orang yang sangat briliant menurut aku, tapi sepertinya hari ini juga belum bisa sesuai laiknya orang pacaran. Akhirnya dengan sisa keberanian aku paksakan diriku untuk tidak tertunduk malu, tetapi akan bangkit untuk ungkapkan cinta. Itu tekadku mungkin ya...Siapa yang tahu??cuma sedikit.
Meskipun dia gak tahu isi hatiku saat ini, minimal saya bisa menulis perasaan ini dan orang lain tahu betapa besarnya cinta ini. Dan yang saya pahami tidak ada kata salah dalam cinta. Aku mencintai dia pun bukan suatu kesalahan. Moga Allah memihak...

Monday, September 08, 2008

Pengamatan

Pengamatan jumlah daun dan sudut hari ini dilakukan di kebun Bapak Guru Nasib di desa Oro - Oro Ombo, Batu. Pengamatan dilakukan bersama adik tingkatku. Alhamdulillah ada yang mau membantu. Padahal berangkatnyba sudah siang, yaitu pukul 12.30 WIB. Namun berbekal semangat dan rasa optimis, akhirnya saya bisa sampai sana. namun ada kejadian menarik, yaitu kami gak bisa buka gembok..Padahal kami adalah mahasiswa, masa buka gembok aja gak bisa, tapi alhamdulillah, akhirnya bisa juga.
Setelah dilakukan pengamatan dapat dua pohon, kami diundang ke rumah salah satu dosen saya untuk buka bareng. Kami balik dan mandi sebentar langsung berangkat. Kami naik angkot dan langsung diantar ke depan rumahnya. Ada Kanda Damanhuri selaku kyai dan imam sholat terawih. Aku semakin kagum dengan seseorang yang ada di sana. Dia begitu anggun dan sangat mempesona. Aku jatuh cinta padanya...
Entah tahu atau tidak, namun aku tetap berdoa semoga allah memihak..
Selepas sholat tarawih, aku main ke rumah Iman dan banyak omongin tentang cinta,,.

Sunday, September 07, 2008

Kehendak Tuhan

BAKSOS BEM FP UB
Baksos BEM FP UB dilaksanakan di Dusun Ngujung Desa Toyomerto Kecamatan Singosari Kab. Malang. Berangkat jam 08.00 dan selesai habis maghrib. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari pengurus, magang kabinet dan peserta dari luar. Kegiatanya ialah Sekolah Lapang, kunjunganke candi Sumberawan dan diskusi. Dihadiri oleh Dekan dan Pembantu dekan III. Sungguh luarr biasa kegiatan ini dan bisa dikatakan sangat sukses. Antusiasme masyarakat sangat tingi.



Jenguk pengurus dan Buka bersama
Hari itu, salah satu pengurus BEM FP sakit dan diopname di RSI Malang. Gejala typus penyakit yang diderita. Setelah kami menjenguk dia di RSI, kami langsung berangkat untuk menghadiri undangan buka bersama di rumah Kakanda Nuhfil. Banyak sekali nasehat dan motivasi baru yang kami peroleh. Apalagi Kanda Mangku juga bisa hadir dari acara tersebut. Banyak pengalaman yang diceritakan pada kami dan hal itu sangat memberi kami semangat baru. Dari 5 prinsip yang harus dimiliki SDM handal. Salah satu diantaranyanya, moral, etos kerja tinggi dan jangan mau menjadi orang yang rata - rata. Setelah diskusi, dilanjutkan buka bersama sekalian sholat tarawih bersama. Kemudian dilanjutkan diskusi yang sangat hidup. Jam 20.30 baru acara selesai, itupun gara - gara dicut oleh noderator, padahal sangat gayeng diskusi malam itu.
Setelah semua pada pulang, saya dan sebagian teman - teman masih ngobrol lagi dengan Kanda Nuhfil masalah apapun, dari kampus, KAHMI, HMI dan proyek dan masih banyak lagi. Kami jadi tahu semuanya kondisi yang terjadi.
Jumat, 06 September 2008
Tanda tangan Dosen Pembahas
Tanda tangan yang harapannya kudapat hari ini dari dosen pembahasku, kandas. Aku ketinggalan 5 menit gara - gara aku tinggal photo copi bentar. Oh...rencana Hari Rabu depan aku seminar, jadi gak yakin lagi.
Jumat, 5 September 2008
Lab Fistum
Aku ngadep dosen dan judul yang sudah jadi yang sudah ditandatangani sama dosen pembimbing II pun harus aku ubah. Cukup lama aku di lab fistum dan temenku sangat stress aku tahu itu, dari ngomongnya dan sikapnya, tapi dia harus menunjukkan ketidak stressanya itu. Mungkin aku juga stress, tapi mungkin aku bisa memanagenya, jadi seolah - olah aku biasa saja.
Kamis, 4 September 2008


Friday, September 05, 2008

MAPERCA


MAPERCA I
Entah apapun itu namanya, safari Ramadlan, MAPERCA ataukah diskusi ilmiah. Itu yang waktu itu dilaksanakan di Komsat. dengan menghadirkan salah satu dosen SOSEK Agribisnis, forum kemarin begitu hidup. Dilanjutkan dengan buka bersama sekalian sholat tarawih berjamaah..

NGABUBURIT PENGURUS
Ngabuburit merupakan kata yang lazim digunakan pada saat moment bulan Ramadlan. Pun demikian kemarin kami pengurus BEM setelah rapat yang sempat saya tinggal menghadiri pelantikan pengurus HMIT. Waktu pelantikan saya merasa bahwa HMIT merupakan himpunan yang paling bisa profesional dan himpunan yang mengakui eksistensi serta fungsi dan peran BEM FP UB. Buktinya saya mendapat undangan tertulis sekalian diberi waktu untuk memberi sambutan dengan saya ditempatkan di tempat khusus juga. Setelah selesai saya kembali ke BEM dan dilanjutkan bahas BAKSOS. Setelah selesai ngabuburit di Gerbang Ekonomi bersama pengurus semua sebanyak 80 % dari total yang aktif.

MAPERCA II
Maperca II menghadirkan kakanda dari Agroekoteknologi. Beliau sangat lihai dalam membawa suasana. Bahkan sampai sholat tarawih beliau masih di sini untuk jadi imam sekaligus pengisi KULTUM. Bebarengan dengan Syukuran dari Restu, Siti dan Astri sangat pas momentum kemarin. Semoga Allah meridloi.

Monday, September 01, 2008

Titik awal


Panen Apel
Hari ini aku harus panen apel lagi. Di kebun petani China yang sangat tertib administrasi dan sangat menganut aturan yang telah dibuat sendiri. Tapi sayangnya saya harus sendiri lagi karena tidak ada kerjasama yang apik lagi seperti kemarin. Dari telephone yang gak diangkat, SMS yang gak dibales. Rasanya kudu "misuh" dalam hati, tapi aku tetap bisa menahannya karena hari ini merupakan perdana puasa Ramadlan. Ada lagi aku harus mengurus proposal perpanjangan komisariat.
Untungnya temen dan sahabatku yang sudah mendapat gelar SP ada waktu dan mau membantu aku. Jam 08.30 aku berangkat ke kebun, padahal dari jam 06.00 aku sudah siap, namun ya itu tadi aku harus sadar bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Aku masuk kebun harus melewati 2 penjagaan ketat dari penjaga baru dapat ijin dari empunya. Setiap penjaga harus lapor via HP ke bos besar dahulu. Aku dipilihkan 2 pohon apel yang gak begitu gembel. Ini akan memudahkan kami juga petani gak banyak yang buat penelitian karena akan dikirim ke luar kota dan harus mengejar target.
Sangat capek, lapar, haus dan semua yang gak enak - enak dech..apa lagi puasa perdana. Rasanya tersiksa benget, tapi yang sangat menyiksa adalah persoalan batin mendapat cobaan bisa kenal dengan orang - orang yang gak bisa berempati. Uh,,,..
Dua pohon sudah kami panen, dan baru dapat beberapa cabang yang sudah diukur geometrinya, dapat SMS yang memilukan hati masalah apel juga...
Alhamdulillah jam 13.30 sudah kami selesai dan sudah diberi glangsi sama petani tadi dan disuruh bayar belakangan saja. Seiring pengamatan lain. Ada saja halangan yang harus kami hadapi dan harus kami hadapi dengan sabar. Motornya gak kuat naik di lereng yang curam. Namun berkat kegigihan kami akhirnya kami bisa keluar dari kebun dan sempat sholat Dluhur di masjid . Kesempatan itu kami manfaatkan untuk istirahat juga. Setelah agak reda kami ke kampus mengantar apel ke BEM. Ada pengurus yang datang untuk membicarakan BAKSOS.
Ada kejadian menarik yaitu ada orang yang menyimpan nomor HP ku dengan nama orang lain, jadi selama ini waktu aku SMS dia, pahamnya yang SMS ialah bukan aku atau teman dia. Padahal sudah lama banget lho...Pulang untuk berbuka.

Berbuka semua
Aku berbuka puasa dan berbuka hati hari ini di temen serta sahabat sejatiku. Dari masalah hati aku yang telah lama jatuh cinta pada seseorang yang ternyata sama anak - anak pengurus sudah dibaca dari awal.

Tarawih lagi
Kenapa aku harus tarawih dengan jamaah satu orang dan lagi - lagi aku jadi imamnya, plus pengisi kultumnya sekalian. Dilanjutkan dengan tadarus laiknya tadarus yang ada di masjid - masjid lainnya. Ada ta'jilan yang aku bawa dari oleh - oleh tadi siang. Nikmatnya bisa merasakan barokah Ramadlan tahun ini.

Sunday, August 31, 2008

Tarawih perdana 1429 H

Malam ini tarawih perdana. Aku gak dapat tempat kalo mau sholat di masjid maupun di Mushola. Akhirnya saya bikin sholat jamaah sendiri di komisariat yang sudah bersih dan rapi. Aku jadi imamnya dengan 2 makmum. Kenapa ya selama 4 tahun di Malang ketika solat perdana tarawih pasti gak di Mushola maupun di masjid. Bedanya dulu saya jadi makmum sekarang jadi imamnya sekaligus pengisi KULTUMnya...Sok ustadz banget ya,,.? Ah enggak kok, nuktinya ada lho yang manggil aku ustadz. Ada yang manggilnya tadz, UJ dan aneh - aneh dan lucu - lucu dech...

Laju Fotosintesis


Bayangkan ada SMS yang bikin aku mangkel, sebel, males dan semua yang bikin kita BT. Sebelum berangkat me-Licor aku harus ke kebun dan menandai pohon yang akan diamati. Padahal berangkat jam 06.00. Sebenarnya saya mau berangkat, tapi setelah saya beberapa kali menghubungi gak direspon sama sekali akhirnya aku dihubungi partner satunya lagi. Dan aku disuruh ke kampus. Setelah sampai di sana, ternyata ada kabar bahwa ada yang gak bisa berangkat karena salah satu organnya sakit. Jam 06.00 sudah ada pak Dosen dan sampai jam 06.45 pak Sopir belum datang. Akhirnya berangkat jam 07.00, dan langsung menuju ke Tlekung. Alhamdulillah pengamatan yang pertama lancar. Tapi untuk rencana ke dua gagal gara - gara hari minggu dan kebunnya tutup gak ada yang jaga. Terus pengamatan di Panderman bisa meski ada hambatan sebelumnya. Sebelumnya kami makan di warung SIDIK Batu. Katanya warung terkenaal lho. Dan yang tidak dinyana kebun yang di Bumi aji lewat telephone langsung dapat.
Tapi menyedihkan waktu tadi kami harus ngeban dulu. Bannya kempes 100%.

Sebelumnya...


Kepada all BEMers besok jam 05.00 on time kumpul di BEM untuk mengcover MABA 2008 Open House pake kaos warna putih dan pake jas Oficial Cup. Kira - kira demikian isi SMS kemarin malam dari salah satu pengurus. Maka HPku aku alarm jam 03.30 dan baru jam 04.00 bangunnya. Langsung aku mandi dan dinginnya pagi tak menyiutkan nyali untuk mandi. Sekalian nyetrika bentar dan janjian ma seeorang yang benar aku sayangi untuk berangkat bareng. Tapi aku sepertinya aku yang terlalu lama jadi dia udah sampai peternakan ketika aku nyampai kosnya. Tapi alhamdulillah dia masih mau nunggu aku dan kuboncenglah dia.
Sampai di kampus, banyak MABA yang sudah berbaris, tapi barisnya di parkir BP, ee...ternyata mereka itu peserta PLA yang mulai hari itu kegiatannya. Setelah sampai BEM sudah ada pengurus yang bisa sayakan tumben jam segitu sudah ada di situ. Akhirnya kami berangkat ke rektorat dan sampainya di sana dandanan dari kami tampak aneh... hanya kami yang pake jas OC, namun memang gak ada yang komentar sich...
Tapi sayang waktu jalan ada yang misah sampai makanpun pisah, namun akhirnya kami bersatu kembali sambil diklat FRIENDSTER di depan perpus. Asyik sekali, namun satu yang belum saya tanyakan kepada seseorang tentang photo yang ada di Profile. Tertunduk malu aku untuk bertanya...

daunku udah dirompes


Menghitung Daun Apel yang telah dirompes
Aku memang orang yang sanguinis melankolis banget, terbukti pada kejadian hari ini dan kemarin. Saya kemarin dibantu ma temenku Hendra Purnama menghitung jumlah daun tanaman apel sebanyak empat pohon. Pohon itu terletak di ketinggian di atas 1200 m dpl. Jadi sangat duingiin poll. Apalagi hujan lagi, belum kabut turun. Lebih parah lagi pohon yang aku hitung daunnya tersebut sudah disemprot dengan urea dan campuran ditergen 5 hari yang lalu. Jadi daunnya sudah pada rontok dan gugur satu bukan tumbuh seribu, melainkan gugur satu diikuti seribu daun yang gugur. Capek dech...
Selain ngitung daun apel yang sudah gak ada, jadi abstrak banget githu loh...Aku lanjutin ngamati geometri sudut vertikal dan horizontal keempat pohon tersebut. Dari batang utama, batang primer sampai batang sekunder. Akhirnya selesai sudah...Tapi bukan untuk semua, masih ada jarak cabang dan geometri cabang sub sekunder. Selain itu ngukur diameter tajuk serta diameter batang. Padahal pohon sudah mau diservice oleh petani.
Di tengah perjalanan kami harus mengalami macet. Bareng aad karnafal di Batu, tepatnya di alun - alun. Kemudian mampir ke kedai Assalamualaikum depannya UMM. Di sana aku dapat SMS kalo aku disuruh nyari petani di Bumiaji dan Talun. Ini yang membuat aku agak gak enak dan mangkel juga sich..Pasalnya yang SMS aku itu partner aku dan mereka tidak ikut menghitung dengan alasan kepentingan yang pribadi untuk kepentingan pribadi mereka. Padahal aku juga demikian dan bahkan lebih penting. Itu menurut aku, biarlah Allah yang menilai.

Saturday, August 30, 2008

Friday, August 29, 2008

Terjebak

Mungkin yang saya lakukan hari ini penuh dengan muatan hujatan, umpatan ataupun kata apa lagi yang dapat dituliskan. Idealisme mahasiswa yang masih murni mungkin menjadi penyebab utama saya belum bisa merasa nyaman dengan kehidupan yang aku hadapi saat ini. Ketika harus dideadline dengan domain kerja yang gak jelas dan dikelilingi dengan orang yang gak se-ide. Saya berpikir sesuatu yang tidak mungkin selesai jika dikalkulasi, namun semua kujalani dengan rada grundel juga sich,,,tapi aku berusaha tetep seneng karena ini merupakan masalah hidup mati aku. Hari ini aku ke Oro –oro ombo untuk menyelesaikan urusan dengan pak Sopi’i sekaligus mencari tambahan petani. Di tengah perjalanan terjebak dengan karnafal 17-an di Junrejo. Malamnya aku juga datang ke komperik bareng Bagus dan Ari dengan agendanya PTKP. Tapi seperti biasa, aku harus seperti orang oon, karena yang datang Cuma sedikit. Makanya aku langsung pulang sambil sekalian cari makan malam ”Cap-cay”. Dikomisariat ada Restu dan Siti yang menunggu untuk dibukakan pintu yang gak terkunci. Dasar aneh...heheheh.,,,

Mengantar dya pulang ialah suatu kebahagiaan yang gak ternilai, tapi kebahagiaan itu akan bertambah ketika dya ”mau” dengan aku. Allah akan memihak kepada setiap hamba yang selalu istiqomah di jalan-Nya. Itu merupakan kata – kata yang selalu aku ucapkan. Semoga aku bisa dengan dia walaupun setelah saya melihat berbagai cerita dan profile dia.

Thursday, August 28, 2008

Sederhana


PAMERAN BUKU
Bukan suatu tempat yang wah untuk memenuhi sebuah hobby. Ya itu yang terjadi kemarin pada para mahasiswa dan aktivis kampus. Kemarin ada bazar buku yang sangat sederhana di Jalan Kertosentono. Pameran itu hanya menyediakan terop dan lampu neon yang dinyalakan pada malam hari saja. Bertepatan pada HUT salah satu pengurus, kami ingin membelikan sebuah kenangan yang gak senerapa, namun semoga bermakna dari pameran tersebut. Makanya malam kemarin kami datang ke sana setelah diskusi di kontrakan depan. Banyak sekali yang didiskusikan, dari yang ghoib sampai dengan yang sangat nyata sekalipun. Dari misteri cinta Rasyid sampai cinta nya Bagus dan Vera. Uh seru....Waktu telah menunjukan jam 20.30 dan kami cepat datang ke pameran, takutnya lekas tutup.

MENUNGGU DOSEN
Memang tidak ada janjian hanya sebuah rencana untuk ngadep dosen pembimbing yang aku lakukan. Tapi sebelumnya saya menghadiri undangan Kontes Roket Air Indonesia 2008 di depan rektorat. E...ternyata yang datang hanya presiden EM dan aku saja, yang lain mana??Aku balik dari rektorat membonceng bapak PD III yang kebetulan juga hadir dan beliau mengajak untuk bisa membandingkan dengan mahasiswa FP jika ingin melakukan kegiatan nasional harus bisa meniru seperti ini.
Sesampainya dikampus aku langsung ke BP berharap bertemu dengan dosen pembimbing II saya. Karena minggu depan saya berencana seminar proposal. Jika beliau sudah tanda tangan usai sudah urusan pikirku. Namun sayang beliau tidak ke kampus.

PERPANJANGAN KONTRAKAN
Aku juga harus ngurus proposal perpanjangan kontrakan, karena awal September harus ada DP kontrakan, tapi kenapa harus kepadaku dan cara untuk meminta itu yang tidak aku suka. Ataukah memang ada pengaruh subyekitas yang dominan. Semenjak aku tahu apa yang terjadi pada lingkunganku, aku jadi males dan gak ada semangat untuk sekadar melakukan aktivitas.

Tuesday, August 26, 2008

Pemukulan pada seorang mahasiswa

Kemarin sore saya dapat SMS bahwa telah dilakukan pengeroyokan dan pemukulan kepada salah seorang mahasiswa. Saya tidak tahu motivasi yang sebenarnya dari insiden tersebut, apakah sentimen politik ataukah sebuah tindakan biasa yang dilakukan guna mendapat eksistensi..?
Insiden ini menyangkut salah satu lembaga di Universitas Brawijaya. Dilakukan kemarin sekitar jam 15.30 WIB.
Perlu ditanyakan kenapa???
Sebuah bahaya laten, pematian sebuah pergerakan. Mungkin para birokrat akan tersenyum bahagia mendengar insiden ini karena visi mereka berhasil untuk mematikan pergerakan di kampus ini.
Saya pribadi turut prihatin atas kejadian ini, semoga bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Bukan atas nama lembaganya, tapi dari nurani yang paling dalam.

Monday, August 25, 2008

Kepastian seminar proposal


Pagi dengan pecel
Jenuh pikiran ini ketika harus memikirkan banyak hal. Dari masalah akademis, biologis, sosial, politik serta semua urusan dunia dan akherat. Agak siang aku bangun hari ini dan langsung diajak makan bareng dengan mas Windarto. Dia secara khusus mengajak bareng aku dan ditunggu sampai aku bangun. Jadi gak enak sendiri, padahal sebelum tidur tadi malam aku sudah makan nasi goreng. Tapi saya sangat bangga punya mas seperti dia. Ketika yang lain masih pada tidur melanjutkan aktivitas setelah sholat Subuh. Mas Win malah beli pecel dibungkus sebanyak jumlah KPK saat itu. Makasih mas Win, semoga Allah membalas dengan lebih baik.

Perdana semester 9 ke kampus
Setelah persiapan semua, saya berangkat ke kampus dengan temen - temen KPK. Di kampus banyak MABA 2008 yang masih keliatan polos dan lugu. Aku langsung ke BEM dan mengerjakan sesuatu rutinitas BEM. Ada pengurus yang datang pergi silih berganti. Siangnya saya dihubungi partner skripsi dan saya diminta untuk membikin surat ijin penelitian untuk ditandatangani dosen pembimbingku. Akhirnya aku harus ke Sumbersari kemudian sama - sama ngadep ke dosen dan dikasih saran untuk cepat melaksanakan proposal skripsi. Insya Allah tanggal 03 September 2008 saya seminar proposal. Doakan ya,,,moga lancar dengan dukungan dosen yang hebat pula.
Kemudian saya ingin makan mie di mie Jakarta, tapi eh...sudah habis, jadilah kita makan di warung Kalifornia, ijo. Maksudnya warung di atas kali dengan warna warung nya ijo. Saya makan dengan Ari dan Devi.

Oiya...siangnya aku ke graPARI TELKOMSEl dulu bareng Bagus. Kartunya ilang, waduh...ada - ada aj.

Sunday, August 24, 2008

Buat apa bersedih?

Buat apa bersedih kalau malah bikin kita kecil??

Pengkaderan di HmI


Mungkin benar apa yang telah dirasakan kawan saya dahulu. Dia termasuk salah satu pengurus komisariat yang mungkin tidak merasakan pengkaderan di HmI. Waktu itu buka puasa Ramadlan bersama dalam rangka syukuran pembukaan rental dan toko buku milik salah satu kader yang punya jiwa entrepreneur tinggi. Di sana sudah kumpul para alumni dan sebagian kader juga tampak di sana. Gak sebegitu meriah memang, tapi cukup memberi makna bagi sebuah kekeluargaan. Acaranya santai dan bersahabat, tidak ada batasan antara KAHMI dan kader.
Setelah sholat maghrib berjamaah, dilakukan sarasehan menentukan masa depan HmI dan sharing. Semua disuruh mengungkapkan keinginan dan keluhan yang dirasa selama pengkaderan di HmI. Ada yang terbuka mengungkapkan semua keinginan dan cita - citanya, namun lebih banyak yang gak berani mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.
Yang membuat aku kaget, ketika kawan yang aku sebut tadi mengungkapkan bahwa pengkaderan di HmI hanya spesifik individu saja. Sebelumnya saya belum pernah berpikiran sampai sana, tapi setelah ditelusuri sepertinya ada benarnya juga. Tapi jangan dijadikan hal seperti ini untuk tidak aktif yang nantinya malah bikin kita rugi. Karena masuk HmI minimal tidak rugi. Dan pasti banyak manfaatnya. Itu yang aku tahu, tinggal bagaimana kita tahu cara menggunakan potensi itu. Karena semua dari kita berpotensi.

Saturday, August 23, 2008

Pemateri MADEWA 2008


Rencana mau ngasih materi jam 13.00 - 14.30 menjadi kacau karena jadual ternyata diajukan menjadi jam 10.00 - 11.30. Namun hanya sebuah kekhawatiran belaka, karena alhamdulillah sangat sukses materi tadi. Saya diminta ngasih materi tentang manajemen forum dan problem solving. Mahasiswa baru sangat antusias, karena mungkin mereka tertarik dengan materi ataukah memang mereka punya keinginan untuk menjadi aktivis organisasi di LKM FP UB. Karena yang ditanyakan kebanyakan mengenai organisasi dan cara masuk organisasi tersebut. Ada juga sich yang tanya mengenai kondisi perpolitikan di Indonesia.
Saya sangat bangga pada maba kali ini. Semoga kalian nanti bisa menjadi Harapan Masyarakat Indonesia.
Yakin Pertanian Sampai

Kakanda dari Gresik


Malam ini, kami kedatangan tamu dari jauh. Kakanda Ihwan dan kakanda Mamen datang dari Gresik. Banyak sekali yang kami omongkan dari kondisi LKM FP dan komisariat. Tarutama birokrasi yang perlu digoyang setelah tahu kegundahan kawan - kawan dalam Tragedi SEMNAS politik dan pertanian berupa "5 dos aqua merk Club". Aneh to??Masa aqua kok club, emang saya bikin "nggobloki".
Tapi saya gak sampai akhir bisa menemani ngopi karena saya harus mempersiapkan materi MADEWA hari ini tentang "manajemen Forum dan Problem solving".

Kenangan PANCAKE bakar dengan pengurus BEM FP

Sudah lama gak rapat, ternyata rindu juga dengan situasi seperti itu. Yup, pada hari kemarin aku dan teman - teman pengurus BEM - FP kumpul untuk sekadar kangen - kangenan di Pancake bakar Sumbersari. Sebelumnya saya memang ingin suasana - suasana kaya dulu terulang lagi. Karena hal demikian ialah memerlukan momentum. Padahal momentum ialah sesuatu hal yang tak dapat dibeli dengan apapun. "Setiap orang ada zamannya, setiap zaman ada orangnya dan yang membedakan ialah momentumnya". Itu ialah kalimat yang sangat saya hapal dan saya jadikan prinsip hidup saya. Atau mungkin bahasa sederhananya "kesempatan tak akan datang dua kali. Kami bisa melepas rindu itu. Refres otak dan alhamdulillah kepengurusan juga banyak dibahas di sana. Dari rencana suksesi kepengurusan BEM FP dan bagaimana mengakhiri kepengurusan dengan happy ending. Semua semangat untuk hal itu. Oiya, hari itu juga sekaligus merayakan ulang tahun Iman Dwi Cahyo, dan kami semua ditraktir dech jadinya. Padahal rencananya saya yang akan nraktir, suatu bentuk syukur saya mempunyai pengurus seperti mereka. Aku bangga ma kalian semua.
Setelah itu kami melakukan pemantauan pada berjalannya MADEWA 2008. Karena yang cewek udah pada balik beraktifitas masing - masing. Pengurus cowok yang datang ke sana.
Alhamdulillah hari itu kami lalui dengan suka, semoga Allah tetap memihak...

Thursday, August 21, 2008

Tunduk untuk malu atau berdiri tegak untuk ungkap rasa

Saat saya melihat profil dia di friendster tadi pagi. "Deg...." demikian rasa hati ini. Entah apa yang terjadi dalam diriku ini. Entah sengaja atau emang gak sengaja,,,


Cerita lain di perpustakaan pusat
Apakah gak ada tempat lain? Dari dulu di perpussss aja. Tapi emang menyenangkan cih.. Dia banyak cerita tentang kehidupannya. Memang aku bukan dari bagian hidupnya, tapi paling tidak aku bisa membuat dia tersenyum untuk sementara waktu.

Wednesday, August 20, 2008

Upacara Sambut MABA 2008


Pagi tadi benar kami menyambut maba dengan upacara penerimaan yang diselenggarakan di rektorat UB. Dipimpin oleh inspektur upacara, rektor UB. Di sana dilaporkan tentang mahasiswa yang masuk di UB tahun ini oleh Pembantu Rektor bidang akademis. Dilanjutkan pembacaan prestasi oleh staff Pembantu Rektor III. Disebut banyak sekali prestasi dan Fakultas Pertanian menyumbang banyak di sana. Semoga bisa membuat MABA FP jadi bangga dan punya keinginan aktif di organisasi. Dilanjutkan sambutan oleh presiden EM UB. tapi sayang, tidak disinggung masalah SPP yang semakin mencekik leher mahasiswa dan orang tua, seolah idiom orang miskin dilarang kuliah benar adanya. Setelah itu sambutan Rektor sekaligus pembukaan PKK MABA 2008.
PKK MABA kali ini serasa sama dengan sebelumnya, namun pembatasan pergerakan mahasiswa seolah menjadi isu yang perlu diangkat bareng. Tapi dari EM yang notabene harus menjadi pioner dan voulenter seolah gak punya taring. Apakah harus dimulai dari Eksekutif Fakultas??Jawaban ada di dalam diri sendiri.

Monday, August 18, 2008

Semangat saja


Apakah cukup dengan hanya bermodal semangat??
Mungkin saya bilang cukup dan kamu akan mendapat segalanya.
Apa yang saya lakukan hari ini mungkin oleh orang lain dianggap bukan semangat. Karena saya gak berproduktif apa - apa. Namun sebenarnya dalam diri saya bergelora semangat untuk cepat menyelesaikan urusan saya. Namun dalam hal hasil memang jauh dari harapan. Bukankah Tuhan menilai dari prosesnya?
Aku harap demikian.

Ngopi dengan mas Windarto dan mas Eko di ABA Cafe
Banyak sekali pertanyaan yang perlu direnungkan.

Saturday, August 16, 2008

Semnas Sukses


Walau dukungan fakultas hampir tidak ada, namun alhamdulillah acara Seminar Nasional Politik dan Pertanian dalam tema "rekonstruksi politik dan pertanian menuju Indonesia Sejahtera" dapat berjalan lancar dan sukses. Kegiatan kerjasama BEM FP UB dan CADS FP UB ini mendatangkan Dr. Ir. H. Akbar Tanjung, Direktur INDEEF, Walikota Batu, DPP HKTI dan Sang wanita organik, Siti Nurzanah SE, MM. Bukan karena apa - apa saya bilang kegiatan ini sukses. Pesertanya aja over load dan sampai kehabisan tiket. Disamping itu antusias peserta sangatlah tinggi. Dibuktikan sampek acara selesai acara peserta masih banyak yang mengikuti.

Thursday, August 14, 2008

Aku salah di mata satu orang

Hari ini aku kembali ke ruang yang mungkin banyak orang gak suka. Tapi memang aku terpaksa ke sana.Kena semprot lagi, dari kemarin sampek hari ini suara itu masih terngiang di kepalaku. Memang aku yang salah atau sistemnya yang salah? Kalau aku yang salah kenapa cuma satu saja yang menganggap aku salah padahal orang lain selain dia selalu mendukung yang aku lakukan...Semoga yang aku lakukan menjadi amal perbuatan yang diridloi Allah SWT.

Semnas, MADEWA, skripsi

Jika aku bisa menjadi tiga atau lebih, mungkin akan lain lagi ceritanya. Masa dalam satu waktu saya harus mengurus 3 kegiatan besar. Semnas politik dan pertanian untuk Indonesia sejahtera yang akan dihadiri oleh Akbar Tanjung, Prabowo Subianto, Eddy Rumpoko dan Erani Yustika.
Semprotan dari fakultas kepadaku gara - gara kemarin minta bantuan untuk konsumsi peserta gak keturutan. Ayo dibuktikan tanpa ada bantuan konsumsi semnas masih bisa sukses. Tadi malam udah pesen konsumsi untuk 200 peserta.

Skripsi....


MADEWA
Mau dibubarkan??

Tuesday, August 12, 2008

nyamp-ek malang

Alhamdulillah siang tadi aku udah nyampai Malang. rasanya cuapekkk

Monday, August 11, 2008

Pertanyaan rumah susah dijawab

Pada acara Resepsi nikahan masku, Susilo SPd.I dan Khusnun Naimah. Aku pulang sendirian dari Malang tanpa mengajak siapapun, karena aku tahu mereka pada sibuk semua dan ada satu hal lagi yaitu dia mau atau tidak?
Setiap orang yang datang ke tempatku satu pertanyaan yang gak bisa lepas dari mereka yaitu masalah "teman" yang gak diajak pulang sekalian dibarengkan dengan masku. Bayangkan betapa banyak pertanyaan yang ditujukan ke aku dengan esensi yang sama, temen dekat ato pacar...aku bilang banyak karena acara di tempatku ialah kali pertama ngunduh temanku. Masku sulung.
Waduh pertanyaan yang sangat sulit dijawab,,tapi karena aku kreatif namun agak sombong dikit,,buktinya aku nulis kaya gini,,heheheh.....
"Dereng purun bu lek", Jawabku. "Piyantone mabuk-an yen tindakan nitih Bis", "Piyantone isinan". "kulo dereng kepikiran yen pareng dipun ajak, tiwas mboten dalem ajak"....
Hehehe...
Jadi banyak persepsi tentang aku,,,
Semoga Allah memihak

Paron, 11 Agustus 2008


Joko Widodo

Tuesday, August 05, 2008

Jeritan hati

Aku diciptakan di dunia untuk mencintai

Allah maha mengetahui dan akan selalu memihak. Itu keyakinan walaupun belum kita rasakan saat ini.

Friday, August 01, 2008

Hari yang gak produktif nan aktif

Bagi saya, ketika saya merasa hidup saya sia-sia, aku sangat sedih sekali. Pun demikian yang saya alami kemarin. Apa aku terlalu memberi proporsi yang sangat tinggi ya buat penelitian. Sehingga tak sadar aku merasa sangat merugi kalau saya gak mengalami progress terhadap skripsiku. Meskipun saya kemarin sore diajak untuk melakukan kampanya pertanian organik pada salah satu di desa di kabupaten Malang. Saya harus presentasi di jajaran direksi Bank BI Malang. Karena ini termasuk bagian dari gawe bank ini khususnya pada UKM bidang pertanian organik. Hari ini habis Jumat rencana saya ketemu dengan beliau dan habis Maghrib saya mendampingi beliau untuk presentasi tentang pertanian organik.
Saya sebagai aktivis pertanian harus paham dan alhamdulillah selama ini saya sudah bergelut dengan hal semacam ini. Jadi tidak terlalu terkejut juga,,.

Wednesday, July 30, 2008

Pilihan apa?

Mungkin banyak orang yang akan mngalami kebingungan ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Mending ada satu yang tinggal milih,,
Hal itu yang terjadi padaku saat ini. Di saat di depanku ada banyak pilihan, aku harus menentukan pilihan dan hal ini akan sangat berpengaruh pada kehidupanku kelak. Semoga pilihanku tidak salah dan Allah selalu memihak....
Banyak memang hal yang harus kita pilih. Antara akademis, biologis, sosial dan karier dan masih banyak lagi lainnya.

Sunday, July 27, 2008

Lokakarya kedelai nasional 2008

Pada seminar kali ini, saya bersyukur bisa bertemu dengan para penggede DEPTAN pusat dan aku bisa sharing dengan mereka. Bahkan sampai 2 hari berturut - turut.
Saya juga ambil bagian dalam kegitan ini. Saya bagian membaca doa pada acara pembukaan Lokakarya Kedelai Nasional 2008 serta pelantikan pengurus Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI). Meski saya ingin jadi pengisi acara, namun belum kesampaian.

Sunday, July 20, 2008

Juara umum PIMNAS XXI

Selamat kepada Team dari Universitas Brawijaya pada PIMNAS XXI di UNISULA Semarang.
Brawijaya kembali bisa menorehkan prestasi di level nasional. Tahun ini Universitas Brawijaya yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan UB memantabkan diri sebagai Juara Umum PIMNAS XXI UNISULA Semarang. Hal itu tak bisa lepas dari perjuangan seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya untuk mendukung duta Universitas Brawijaya dalam kancah peperangan PIMNAS XXI. Para duta tersebut harus rela berkorban apapun, baik pikiran, waktu, akademis dsb demi maju ke Semarang. Ada yang tidak ikut UAS dan dipersulit ijinnya, ada juga yang tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan kakaknya di Bekasi. Lamaran kakak yang di Kediri juga tidak bisa diikuti sampai selesai. Itu demi lolosnya PKM mereka. Aku benar – benar salut dan bangga pada kalian semua.
Semoga prestasi ini bisa dipertahankan untuk tahun depan.

Thursday, July 17, 2008

1 million

satu juta melayang hilang. Sedih sekali,,,tanggal 15 Juli 2008 jam 12.00an di komisariat. Padahal uang itu sangat saya butuhkan...
Tapi saya yakin ma Allah,, Dia pasti memihak...

Calon walikota kota Malang

Malam tadi aku ketemu dengan 2 calon walikota Malang 2008-2013. kami diskusi bersama, jadi ada dua sesi, waktu sore ma calon satu dan malamnya dengan calon lainnya yang masih dalam satu atap. Gak ada rencana memang. Tapi pengalaman itu semoga bisa dijadikan pelajaran...

Sunday, July 13, 2008

Aneh

Biasanya kalo hari minggu, banyak yang suka karena libur, namun bukan untuk hari ini. Aku merasa kesepian....

panen sendiri

Kemarin mungkin hari yang sangat melelahkan...Aku harus minjem sepeda dan baru jam 09.45 dapat. Setelah itu saya berangkat ke Oro - oro ombo untuk panen apel. Selain itu aku juga harus ngitung daun lagi, ngitung batang lagi....lagi dan lagi...
Tapi jam 13.45 temenku akan pamit pulang untuk jemput anaknya, otomatis aku sendirian untuk metik apel. sampe magrib aku sendirian di kebun, abis tu pulang dan mengmbalikan sepeda...

Friday, July 11, 2008

Madewa 2008

Sungguh sangat unik ketika ada sesuatu yang benar kita ketahui bahwa yang kita jalani ialah kurang tepat. Di saat kawan - kawan SC MADEWA 2008 kesulitan menentukan Kapel, Korlap, dan posisi Panitia yang lain. Tapi para SC begitu mudah menerima sesuatu yang fatamorgana kebenaran...
Sudah terpilih kapel, korlap dan sudah terisi posisi panitia semua dan tinggal ada sebuah SK dari presiden BEM FP UB untuk pengesahannya.
Semoga MADEWA 2008 sukses!!!!

Wednesday, July 09, 2008

Diperbudak skripsi

Kalau saja skripsi bukan mata kuliah wajib dan hanya mata kuliah pilihan yang berbobot 6 SKS. Mungkin saya gak ambil skripsi itu. Masa skripsi saya harus melakukan penghitungan jumlah daun 76 Pohon, menghitung sudut vertikal dan horizontal dari masing - masing cabang, baik cabang Primer, sekunder dan sub sekunder. Jika saya rata - rata jumlah cabang keseluruhan ialah 125 cabang pada setiap 1 pohon, padahal aku harus menghitung 76 pohon. Diameter tajuk, intensitas cahaya matahari, jumlah buah pada masing - masing cabang, bobot buah, diameter buah, luas daun, jarak cabang, dan banyak lagi. Laju fotosintesis juga saya hitung juga, dengan alat Licor 6400 yang harganya Rp. 400.000.000,00. Biaya sewa Rp. 2.000.000,00 setiap hari.
Belum lagi aku harus nyari petani sebanyak 12 yang kebunnya bisa dipanen Akhir Juli atau Agustus awal. Setiap hari harus survey,,,apakah hal ini harus kulakukan....??

Siapa yang memulai?

Siapa yang memulai? Itu pertanyaan yang sempat terlontar pada diriku sendiri. Kejadian Minggu pagi itu benar - benar di luar kendali aku. Aku melakukan sesuatu yang seharusnya gak boleh dilakukan oleh aku. Tapi aku melakukannya....Rasa dosa, suka dan semua perasaan campur aduk di pikiranku.

Thursday, July 03, 2008

Cerita Skripsi....

Ada saja cerita kalau lagi ngerjakan skripsi. Baik itu dari masalah penelitian, dosen dan banyak lagi lainnya...
Pun demikian dengan aku, aku harus bisa adaptasi dengan dosenku yang terkenal killer, bahkan dosen lainnya pun dibuatnya takut. Tapi aku yakin bahwa semua ada hikmahnya. Yaitu aku jadi tambah pinter,,Belum lagi penelitianku di Batu yang setiap hari harus pulang - pergi ke Batu untuk sekadar pengamatan maupun cari petani. Sangat susah cari petani, palagi ku juga gak ada kendaraan pribadi. Rasanya....wuh,,,capek...
Di saat kebutuhan akademis demikian dahsyat mempengaruhi gaya hidupku, aku juga harus memikirkan kebutuhan biologisku. Aku seakan - akan diantara pilihan yang sulit banget,,,masa depanku aku taruhkan di sini..

Wednesday, June 25, 2008

Arsitektur daun apel dan arsitektur BEM

Akhirnya dosen yang ditakuti mahasiswa membimbing aku juga. Gimana gak takut, dosen aja takut...Aku ditarget bulan Juli awal sudah proposal. Juli - awal Agustus 2008 pengamatan dan setelah itu pengolahan data, September sudah ujian dan lulus dech....
Tapi di saat aku ngerjakan skripsi, aku juga dituntut sebagai FP-1 untuk melanjutkan kepengurusan BEM FP UB. DPM belum bisa mengadakan pemilwa dengan banyak kondisi yang gak memungkinkan...
Apakah sampai bulan Desember 2008??? Semoga aja tidak,,,masak FP - 1 dipimpin oleh seorang Sarjana Pertanian. Mana regenerasi, padahal aku sekarang sudah siap untuk LPJan. Para pengurus juga sudah settle semua. Go A Head BEM.....

Saturday, June 21, 2008

Ke kampus pake batik

Hari jumat merupakan hari batik nasional. Jadi ke kampuspun aku kemarin pake batik. BAtik saat ini sudah menjadi trend anak muda, padahal dahulu pakaian batik diidentikan dengan yang tua saja, tapi saat ini anak muda sudah bisa menghargai pakaian batik yang asli Indonesia, jadi ada dua keuntungan, bisa keren dan meningkatkan nasionalisme.

Thursday, June 19, 2008

Apel

Mungkin masa tunggu aku pada pengerjaan skripsi akan berakhir. Aku tadi udah Apkonsultasi dengan dosen pembimbing utama. Beliau meminta aku melakukan survey apel di Batu. Karena kalau melakukan budidaya tentang pemupukan apel mungkin tahun ini aku belum bisa lulus.
Akhirnya terjawab sudah misteri skripsi selama ini....

Wednesday, June 18, 2008

Nginep di BEM

Malam ini rencana dengan pengurus nginep di BEM. Mau sharing dan diskusi bareng...
Tapi khusus kaum adam lho..

Proposal skripsi


Tertohok sekali ketika banyak orang menanyakan ke aku tentang skripsi. Apalagi ketika tahu aku angkatan 2004,,,wah...kalo mikir pragmatis, pasti aku dikira golongan mahasiswa yang lambat lulus. Paahal bukan itu maksudku...Aku memang belum mulai skripsi, tema aja belum dapet, apalagi judul... Rasanya memang gak enak klalo ditanya, kapan seminar hasil?Kapan ujian...Memang sudah menjadi opini publik bahwa aku termasuk golongan orang yang cepet dalam akademis, aku akui itu. Cie...bukan sombong lho, tapi congkak dikit. Heheheh...

Kemarin juga gitu, aku ikut seminar proposalnya temenku, Adit. Banyak temenku yang respec ke aku menanyakan dan ngasih motivasi. bahkan dosen pembimbingnya Adit memanggil aku khusus untuk bertemu dengan KPS Hortikultura supaya aku diikutkan dengan proyek beliau tentang apel, kubis dan kentang. Tapi aku harus konsultasi dengan pembimbing I aku, namun gak jadi kemarin karena aku harus nunggu lama banget untuk sekadar ketemu ma beliau...

Tuesday, June 17, 2008

Probinmaba FP UB



Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan....Terkait dengan kepengurusan yang hari ini belum bisa selesai. Aku harus garap PROBINMABA 2008. Sudah menjadi tanggung jawab di kepengurusanku. Padahal tahun kemarin juga aku yang ngurus. sendirian lagi, tapi dengan keyakinan, semua berjalan sesuai dengan harapan bersama. Kesuksesan ini tidak mungkin tercapai tanpa bantuan dari kawan - kawan semua.
Untuk tahun ini, PROBINMABA akan saya fokuskan pada peningkatan kebanggaan mahasiswa baru pada almamaternya. Grand vision must be priority this year. Dengan demikian diharapkan maba menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Parametery of success is new students will say " I'm proud to be agriculture student without presure from their senior. It's my hope.....I wish that come true. Amin.....

Monday, June 16, 2008

Konsolidasi pengurus



Sangat unik para pengurus BEM FP UB 2007 - 2008. Itu kalimat tepat buat kami, aneh - aneh dan pokoknya super aneh dech.....Kemarin ada kesepakatan kumpul di BEM jam 10.00, bawa jas OC, sepatu, batik, dasi, hem putih. Tapi anak - anak ada yang gak bawa sama sekali. Ada yang jam 10 baru mandi di kampus, wuih....menyebalkan sekali..Tapi aku bangga dengan semua pengurusku. Meski seperti itu, mereka bisa menunjukkan kapabilitasnya di hadapan orang bahwa kami memang hebat,...

Saturday, June 14, 2008

ada apa dengan aku??

Aku sendiri juga bingung dengan aku sendiri.....
uh...

Friday, June 13, 2008

Sejarah di perpus..

Entah ada pa dengan perpus? Dahulu, waktu awal aku juga mengawalinya diperpus. sungguh luar biasa bahagianya, tapi akhirnya juga berakhir di perpus juga, tapi semoga aku gak bersedih amat..

Laporan SE 2008 Thailand


Pertanian dalam arti luas diartikan pula sebagai usaha budidaya tanaman, ternak, ikan, hutan. Sedangkan dalam arti sempit yang dimaksud dengan Pertanian adalah budidaya tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan tanaman hijauan makanan ternak.

Thailand dikenal dunia sebagai negeri Gajah Putih. Namun di sejumlah negara termasuk di Indonesia, Thailand dikenal pula sebagai negara penghasil hortikultura dan diakui bahwa Thailand telah berhasil pengembangkan agribisnis buah-buahan dan sayur – sayuran. Terobosan Thailand dalam dunia agribisnis bukan hanya berhasil meningkatkan kemapanan sektor agribisnis dalam ekonomi nasional Thailand, tetapi juga berhasil meningkatkan citra positif Thailand sebagai pelopor pengembangan agribisnis di kawasan ASEAN.

Perkembangan sektor pertanian merupakan hasil kerja keras dengan perencanaan yang matang dan terpadu, serta melibatkan semua unsur yang terkait dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen tinggi dari semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan sistem pertanian Thailand yang tangguh dan kompetitif, baik di pasar domestik, regional maupun internasional. Misalnya, dukungan dari Menteri Pertanian dan Koperasi dan Universitas Kasetsart sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian yang terkenal, terutama dalam melakukan terobosan riset rekayasa pertanian dan bioteknologi. Demikian pula dukungan dari lembaga keuangan dan pembiayaan seperti Bank of Agriculture and Agricultural Cooperation (BAAC), melalui pembiayaan dengan kredit berbunga rendah. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya produksi, akhirnya harga produksi menjadi lebih rendah (low cost) sehingga lebih kompetitif di pasar domestik dan di pasar internasional.

Di Thailand pengelolaan pertanian dilaksanakan oleh petani yang merupakan matapencaharian terbesar di Thailand. Pembangunan pertanian di Thailand diarahkan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, daya beli, taraf hidup, kapasitas dan kemandirian, serta akses masyarakat pertanian dalam proses pembangunan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan distribusi serta keanekaragaman hasil pertanian. Swasembada pangan dimantapkan secara efisien melalui peningkatan ketersediaan, keragaman jenis, dan mutu pangan secara merata sehubungan dengan kecenderungan meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan masyarakat yang bergizi seimbang dan permintaan pasar global. Bahkan Thailand bertekad menjadi negara produsen pertanian terbesar di Asia. Kebijakan ini bertujuan untuk menampung produk pertanian mereka.

Melihat betapa besarnya peran pertanian guna menunjang kesejahteraan masyarakat Thailand, kerajaan memberi perhatian khusus pada bidang ini. Bahkan Raja terjun langsung ke lapang guna mengetahui keadaan pertanian secara langsung dan memberi solusi jika ada permasalahan. Salah satu contoh bentuk nyata kepedulian kerajaan Thailand ialah memberi bantuan kepada masing – masing desa berupa uang sebesar 2 juta Baht untuk pembangunan pertanian. Uang tersebut jika dikurskan ke mata uang Indonesia sekitar Rp. 600 juta. Uang itu langsung diberikan dengan sistem hibah. Kerajaan juga membuat kebijakan pada masing – masing kecamatan untuk mempunyai brand image dengan system OTOP. Jadi setiap kecamatan mempunyai produk pertanian unggulan yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan para petani. Dalam bidang pertanian tidak hanya pada proses budidaya saja yang diunggulkan, melainkan secara komprehensif dari hulu sampai hilir. Proses pra produksi, produksi dan pengolahan pasca panen juga mendapat perhatian khusus. Kerajaan juga membuat lembaga – lembaga penelitian tentang pertanian dan hasilnya akan langsung diaplikasikan ke petani.

Saat ini bidang pertanian menyumbang APBN nomor dua setelah bidang jasa dan pariwisata. Namun pembangunan pertanian mendapat perhatian nomor pertama dan terus ditingkatkan untuk lebih memantapkan swasembada pangan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta memperbaiki derajat mutu konsumsi masyarakat yang berimbang melalui penganekaragaman jenis dan peningkatan kualitas bahan pangan. Pembangunan hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan obat-obatan) diarahkan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, taraf hidup, serta kemampuan dan kapasitas petani melalui usaha hortikultura dalam sistem agribisnis dengan memanfaatkan keunggulan komparatif berupa iklim, keanekaragaman hayati, kesesuaian dan kualitas lahan, ketersediaan tenaga kerja dan peluang pasar dalam dan luar negeri. Pembangunan perkebunan terus ditingkatkan untuk lebih mendorong ekspor dan memenuhi kebutuhan industri dalam negeri melalui peremajaan, rehabilitasi, perbaikan mutu tanaman, penganekaragaman jenis, dan memanfaatkan lahan-lahan marjinal seperti lahan kering dan rawa. Hal ini dilakukan karena mayoritas penduduk Thailand bermata pencaharian petani. Dan kebijakan ini mempunyai azaz manfaat bagi masyarakat luas serta pendapatan masyarakat dapat meningkat dan merata.